Jakarta, Gontornews – Indonesia memiliki sekitar 17.500 pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Sebagian besar dari pulau-pulau itu merupakan pulau-pulau kecil, yang selama ini belum dikelola secara baik. Termasuk pengelolaan sumberdaya airnya.
“Belasan ribu pulau kecil yang tersebar di seluruh Indonesia memerlukan strategi pengelolaan sumberdaya air secara tepat. Apalagi bila pulau-pulau kecil ini akan dikembangkan menjadi destinasi pariwisata,” ujar Triyono, kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Pengembangan Kompetensi Sumberdaya Manusia Oseanografi (LPKSDMO) Pulau Pari LIPI, beberapa waktu lalu.
“Pulau kecil memiliki kapasitas terbatas untuk menyimpan air. Oleh karena itu, diperlukan proses pengelolaan air yang tepat,” ujarnya sebagaimana dikutip situs lipi.go.id.
Menurut Triyono, pengelolaan pulau-pulau kecil perlu melibatkan masyarakat lokal untuk menjamin keberlanjutan dan mencegah krisis air di pulau yang mereka tempati. Salah satu contoh pelibatan masyarakat ini adalah melalui program Pengembangan Kapasitas Masyarakat Pulau Pari melalui Sosialisasi Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Air di Pulau Kecil.
Program ini telah digulirkan pertengahan Desember 2016, yang merupakan hasil kerjasama antara UPT LPKSDMO Pulau Pari LIPI dengan Indonesia Global Compact Network (IGCN) serta didukung UNESCO dan Asia Pulp & Paper Group (APP).
Triyono menjelaskan, tujuan program ini menjaga ketersediaan air di pulau kecil dengan membekali berbagai keahlian terkait sistem pengelolaan sumberdaya air dan wawasan teknologi konservasi air kepada masyarakat lokal.
Teknologi yang diperkenalkan kepada masyarakat yakni Biopori, Sumur Resapan, Simpanan dan Imbuhan Buatan untuk Air Tanah (SIMBAT) LIPI, serta metode vegetatif untuk pemilihan jenis tanaman yang dapat menyimpan atau menjaga ketersediaan air tanah. [Rusdiono Mukri]





















