Jenewa, Gontornews – Saat ini, sekitar 6 juta orang meninggal setiap tahun sebagai akibat dari merokok. Sebagian besar dari merela berasal dari negara-negara berkembang. Demikian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan dalam rilisnya, Selasa (10/1).
WHO mengatakan, kebijakan untuk mengendalikan penggunaan tembakau, termasuk pajak tembakau dan kenaikan harga, dapat menghasilkan pendapatan pemerintah yang signifikan untuk kesehatan dan pembangunan.
Tak hanya itu, langkah-langkah tersebut juga dapat mengurangi penggunaan tembakau dan melindungi kesehatan masyarakat dari pembunuh terkemuka di dunia, seperti kanker dan penyakit jantung.
Akibat tembakau, dunia telah mengeluarkan biaya ekonomi lebih dari US$ 1 triliun dalam setahun untuk kesehatan dan kehilangan produktivitas.
“Dampak ekonomi tembakau di negara-negara, dan masyarakat umum, sangat besar,” kata Dr Oleg Chestnov, asisten Direktur Jenderal Penyakit Menular dan Kesehatan Mental WHO.
“Industri tembakau memproduksi dan memasarkan produk yang membunuh jutaan orang secara prematur, ‘merampok’ keuangan rumah tangga yang bisa digunakan untuk makanan dan pendidikan, dan membebankan biaya kesehatan yang sangat besar pada keluarga, masyarakat dan negara.”
Secara global, saat ini ada 1,1 miliar perokok berusia 15 tahun atau lebih tua. Sebanyak 80 persen dari perokok hidup di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. “Sekitar 226 juta perokok hidup dalam kemiskinan,” papar WHO. [Rusdiono Mukri]





















