Washington, Gontornews — Ketika pihak berwenang Ukraina melaporkan peningkatan penggunaan artileri berat dan serangan udara oleh Rusia di sekitar kota Bakhmut yang diperebutkan pada hari Selasa, media Jerman, DW, berbicara dengan pensiunan Jenderal AS Ben Hodges. “Bakhmut itu sebenarnya tentang Krimea,” kata Hodges.
“Ukraina telah berhasil selama sembilan bulan untuk menghentikan pasukan Rusia merebut Bakhmut. Sementara itu, mereka telah membangun kekuatan yang akan mereka gunakan dalam serangan mereka, yang menurut saya akan terjadi dalam beberapa pekan lagi, yang akan ditujukan untuk mengisolasi Semenanjung Krimea dan akhirnya membuat Krimea tidak dapat dipertahankan oleh pasukan Rusia,” ujarnya dirilis dw.com.
Mantan Panglima Angkatan Darat AS di Eropa itu mengatakan, dia yakin serangan balasan mungkin akan dimulai sekitar bulan Juni: “Itu tidak akan pernah menjadi serangan musim semi, itu harus dilakukan ketika mereka siap untuk menyerang, dan ketika kondisi cuaca sedang. Lebih baik, serangan darat khususnya,” katanya.
Jika Ukraina dapat menembus garis Rusia ke Laut Azov dan mengisolasi semenanjung di lepas pantai selatan, Hodges mengatakan itu akan menjadi “awal dari berakhirnya (kekuasaan) Rusia di Krimea.”
Maka dimungkinkan untuk mengisolasi pasukan Rusia di sana dan menggunakan persenjataan jarak jauh untuk menargetkan tempat-tempat seperti pangkalan angkatan laut utama di Sevastopol, lanjutnya.
Rusia mencaplok Krimea pada 2014, bertahun-tahun sebelum invasi besar-besaran. Sevastopol memberi angkatan lautnya akses berharga ke Laut Hitam dan Mediterania. []





















