pesanan-baju-kaos
32 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 6 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Menakar Masa Depan Politik Identitas

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
8 years ago
in Kolom
0
Menakar Masa Depan Politik Identitas

Oleh Ahmad Sastra, Cendekiawan Muslim

Kontroversi gerakan politik identitas mencuat seiring kekalahan Ahok di pilkada DKI beberapa waktu yang lalu. Gerakan 212 seolah menjadi tertuduh sebagai inspirasi politik identitas. Pasca gerakan 212 polarisasi politik tak bisa dihindarkan. Agama menjadi semacam energi baru bagi konstalasi perpolitikan Indonesia. Akankah berlanjut atau sekedar euforia politik sesaat ?

Politik identitas merupakan politik yang fokus utama kajian dan permasalahannya menyangkut perbedaan-perbedaan yang didasarkan atas asumsi-asumsi fisik tubuh, politik etnisitas atau primordialisme, dan pertentangan agama, kepercayaan, atau bahasa. Secara teoritis, gerakan politik identitas berseberangan dengan demokrasi sekuler yang menginginkan hilangnya peran faktor primordialisme agama dalam kontestasi politik kebangsaan.





Karena itu berbagai slogan tolak pemimpin kafir yang dimulai dari dugaan penistaan agama hingga kekalahan pilkada DKI menyulut kontroversi. Ada sebagian yang perpandangan bahwa politik identitas adalah sah dalam alam demokrasi dan ada yang menganggap ancaman demokrasi. politik identitas, bahkan oleh sebagian kalangan cendekiawan muslim dianggap menunggangi agama untuk kepentingan politik pragmatis.

BACA JUGA

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Gerakan umat 212, bagi elit politik tidaklah bisa dianggap ringan. Mereka terbukti terus melakukan pengamatan dan perhitungan yang berujung kepada percobaan ‘afiliasi politik umat’ demi kemenangan pilkada di daerah hingga pemilihan presiden. Meskipun secara perhitungan politik demokrasi, suara umat 212 yang non partai sangat berbeda dengan elit politik partai, meskipun mereka seorang muslim.

Politik identitas mulai diuji secara serius tatkala pemerintah mengesahkan Perppu ormas menjadi UU hingga upaya pembubaran ormas HTI. Polarisasi partai politik terbelah menjadi tiga yakni menolak perppu ormas, menerima perppu ormas dan ragu-ragu antara menolak dan menerima dengan pertimbangan pragmatisme. Atas polarisasi ini, bahkan gerakan umat 212 merekomendasikan agar umat tidak memilih partai pendukung perppu ormas.



Politik identitas sebagai manifestasi perasaan ‘kekitaan’ yang menjadi basis utama perekat kolektivitas kelompok faktanya telah terjadi. Melalui ghirah 212, identitas kemusliman umat dikonstruk secara permanen berdasar ayat-ayat Qur’an. Gerakan Indonesia Sholat Subuh terus dilakukan sebagai media konsolidasi dan rekonsiliasi untuk menyatukan perasaan dan visi keumatan.

Politik identitas hadir sebagai narasi resisten umat muslim yang merasa terdiskriminasi dan terpersekusi oleh hegemoni kekuasaan, hal ini tidak bisa dipungkiri. Rasa keadilan yang begitu jauh dari kaum muslimin telah menyentuh perasaan paling dalam umat Islam. Dari sinilah kemudian muncul berbagai sikap elit politik dan cendekiawan muslim yang menegaskan akan afiliasi individu, apakah berani mempertahankan idealisme kemusliman, bertahan dengan kepentingan pragmatis semata atau justru menentang Islam politik.

Akibat kegagalan narasi arus utama kekuasaan mengakomodir perasaan dan tuntutan keadilan dari kaum muslimin, maka politik identitas menghadirkan wahana mediasi penyuaraan aspirasi bagi muslim yang merasa terdiskriminasi. Reuni 212 yang menuai kontroversi adalah upaya nyata peneguhan umat untuk terus merawat energi kesadaran dalam membangun kekuatan umat. Inilah sejarah baru bagi warna konstalasi politik nasional di masa-masa mendatang.

Apakah politik identitas akan bertransformasi menjadi politik ideologis ?. harus diakui bahwa politik identitas adalah pintu gerbang menuju politik ideologis. Sebab dari gerakan 212 telah melahirkan kesadaran fundamental akan pentingnya kedaulatan dan kemandirian umat dan terlepas dari berbagai penjajahan kapitalisme dan komunisme. Menjamurkan gerakan ekonomi 212 untuk melawan gerakan ekonomi kapitalistik adalah contoh kecil yang suatu saat bisa jadi akan meraksasa.

Selain gerakan ekonomi 212, kini menjamur pula kajian-kajian politik Islam yang menandaskan akan pentingnya kaum muslimin memahami Islam politik. Sebab secara normatif, Islam telah memiliki standar sendiri dalam soal kepemimpinan, politik dan kekuasaan.

Tak pelak, wacana khilafah Islamiyah telah juga memanaskan diskursus di hampir semua kalangan, tentu saja antara yang pro dan kontra. Dalam perspektif diskursus intelektual, hal ini adalah positif, selama dikaji secara obyektif dan tidak ada intervensi kekuasaan.

Dalam pandangan seorang muslim, ketika pengelolaan dan kepemimpinan sebuah bangsa kehilangan spiritualitasnya, maka bangsa itu tak lagi punya pijakan nilai kebajikan dan kesalehan. Kehilangan nilai kebajikan dan kesalehan berarti kehilangan segalanya. Sebab kebajikan dan kesalehan adalah akar dari nilai-nilai kebaikan lainnya.

Sebab kesalehan selain berdimensi horizontal juga memiliki dimensi vertikal transendental. Tanpa kebajikan dan kesalehan, tata kelola negara hanya akan berpijak pada orientasi materialisme dan pragmatisme. Materialisme adalah refleksi dari kerakusan dan keserakahan elit kuasa yang sekaligus melahirkan kesengsaraan rakyat jelata.

Dalam jangka panjang, polarisasi sosial politik ini akan berujung kepada pentingnya perubahan fundamental sistem bangsa ini. Sebagai mayoritas, tentu kesadaran politik kaum muslimin tidak bisa disepelekan. Biarlah waktu yang akan menjawab, kemana arah perjalanan bangsa ini.

Dinamika pemilu presiden 2019 mendatang nampaknya akan menghadirkan sejarah baru bagi bangsa ini. Kita tunggu tanggal mainnya. Semoga umat Islam semakin yakin akan kesempurnaan Islam sebagai solusi bangsa dengan menjadikan ideologi bangsa ini dan membuang jauh demokrasi sekuler ke tong sampah peradaban.

Tags: IdentitasPolitik
Share40Tweet25Send
Previous Post

AS Tetapkan Pasukan Elit Iran sebagai Teroris

Next Post

Tokayev Minta Pemilihan Presiden Kazakhstan Dipercepat

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

30 October 2026
IAEI Turkiye Sukses Gelar Forum Ekonomi Islam Dunia 2026

IAEI Turkiye Sukses Gelar Forum Ekonomi Islam Dunia 2026

1 November 2026
Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

30 October 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

0
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

0
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

0
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

5 November 2026
Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

5 November 2026
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

5 November 2026
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

5 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result