pesanan-majalah-edisi-khusus
33 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 18 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Mengapa Palestina Belum Merdeka?

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
29 July 2021
in Laput
0
Foto: Kumparan.com

Tak kunjung merdeka. Hingga hari ini kemerdekaan seakan masih menjadi barang mewah yang belum terbeli oleh bangsa Palestina. Jika dihitung sejak negara Israel berdiri pada 1948, berarti penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina telah berlangsung selama lebih dari tujuh dasawarsa. Entah sampai kapan aksi tidak manusiawi Israel terhadap Palestina akan berakhir.

Menyikapi kondisi terkini yang terjadi antara Palestina dan Israel, khususnya Al-Quds Al-Shareef atau Yerusalem dan Jalur Gaza, Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia mengecam keras segala tindakan Israel terhadap Palestina, karena satu-satunya negara yang masih diduduki oleh kekuatan kolonial di dunia ini adalah Palestina.

“Kita semua tidak boleh lupa bahwa Palestina adalah satu-satunya negara yang masih diduduki oleh kekuatan kolonial di dunia ini. Yang lebih melukai lagi, tindakan tersebut dilakukan di bulan suci Ramadhan dan di hari Raya Idul Fitri,” ungkap Retno saat memberikan keterangan pers (16/5/2021).

Menurutnya, Israel kerapkali mengganggu Palestina dalam berbagai hal termasuk gangguan dalam pelaksanaan ibadah di Masjid Al-Aqsha, illegal settlement yang semakin merajalela, pembatasan pergerakan orang-orang Palestina di tanah mereka sendiri dan hak-hak Palestina dihilangkan. “Semua penderitaan yang dialami Palestina disebabkan oleh Israel sebagai occupying power,” jelasnya.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Mengapa Palestina belum merdeka? Kepada Majalah Gontor, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Islamiah, Dr KH Cholil Nafis mengungkapkan beberapa alasan mengapa kemerdekaan masih menjadi barang mewah yang belum terbeli oleh bangsa Palestina. Pertama, tanah sengketa menjadi salah satu pemicu mengapa Palestina sulit merdeka. “Palestina dari dulu tanah sengketa sejak pasca-Nabi Sulaiman,” ungkapnya.

Kedua, deklarasi Balfour dan dukungan pemerintahan Inggris untuk pendirian tanah air orang-orang Yahudi di Palestina, wilayah yang saat itu masuk dalam kekuasaan Kesultanan Usmaniyah Turki. “Deklarasi Balfour, Inggris mengizinkan Zionis Yahudi untuk datang ke Palestina. Juga keyakinan Zionis, Palestina adalah tanah suci mereka,” imbuhnya.

Ketiga, Israel memiliki kekuatan yang bisa mendalangi kekuatan negara super power atau Amerika. Yahudi menguasai Amerika dan Israel didukung Yahudi di seluruh Eropa dan Amerika. “Palestina belum merdeka, karena Israel tidak pernah menaati resolusi PBB. Palestina tidak merdeka itu karena Israel menjajah,” ungkapnya.

Keempat, belum adanya kesatuan dari kelompok Hamas dan Fattah juga menjadi masalah internal Palestina. Padahal Hamas dan Fattah ini dua organisasi terbesar di Palestina yang ingin Palestina merdeka, namun keduanya jarang akur. “Bagaimana kelompok besar di Palestina (Hamas dan Fattah) bersatu. Kalau tidak bersatu akan sulit merdeka,” tegasnya.

Tentang sejarah Yerusalem serta keterkaitannya dengan konflik Palestina -Israel, seperti yang dikutip banyak media, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha ketika membahas Kitab Hayatus Shahabah menjelaskan, Palestina dalam sejarah Islam adalah milik Nabi Ibrahim melalui anaknya bernama Nabi Ishaq, lalu melahirkan Nabi Ya’qub, lalu melahirkan Yahuda Cs.

Menurutnya, selain menjadi masalah politik zaman perpecahan pada tahun 1964-1966, sampai sekarang konflik Israel – Palestina juga menjadi masalah agama.

Orang Yahudi mengklaim Palestina dan Yerusalem sebagai bumi Yahudi. “Sebetulnya sejak dulu sudah masalah agama. Keyakinan orang Yahudi, Palestina itu bumi yang dijanjikan Allah milik mereka,” jelasnya.

Atas nama kitab suci, imbuh Gus Baha, mereka mati-matian mempertahankan Israel yang sekarang ini. Karena Palestina secara sejarah itu lebih dengan kelompok Kan’an. Masalahnya, apakah bangsa Kan’an sudah ada sebelum bangsa Yahudi, atau bangsa Yahudi datang terlebih dahulu sebelum kelompok Kan’an? “Makanya, sampai kiamat PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) tidak bisa mendamaikan yang di Palestina dan Israel, karena itu sudah sama-sama keyakinan kitab suci,” katanya.

Gus Baha menyimpulkan, walaupun tidak pernah damai, keyakinan agamalah yang membuat orang-orang kaya dari Yahudi yang hidup di Irlandia, Inggris dan Amerika lebih senang hidup di bumi suci. Makanya, PBB menawarkan supaya Yerusalem menjadi kota bersama, kota Internasional. Tapi mereka (Yahudi) ngotot harus menjadi ibu kota mereka. Begitupun orang Islam (di Palestina) mempunyai keyakinan Baiqul Maqdis di Yerusalem. Sehingga yang terjadi bagi mereka apalah artinya merdeka tanpa Yerusalem.

Lebih lanjut Gus Baha menyimpulkan, titik persoalan konflik Israel-Palestina adalah Yerusalem. Logikanya kalau ingin mencaplok wilayah seharusnya selain Yerusalem, misalnya tidak apa-apa jalur Gaza yang dicaplok. “Tapi yang jadi masalah kan Yerusalem. Keyakinan orang Islam, Nabi Muhammad pernah shalat sebelum Mi’raj di Yerusalem. Keyakinan orang Yahudi, Yerusalem itu punya kakek-kakek mereka. Paham nggih?” bebernya.

Menyikapi kondisi terkini Palestina dan Israel, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, menilai Israel yang beberapa waktu lalu menyerang perbatasan Palestina hingga menelan puluhan korban jiwa merupakan tindakan kelewat batas dan berpeluang menambah bara konflik Israel dan Palestina berkepanjangan.

Menurut Haedar, pendudukan dan berdirinya Israel pada 1948 di kawasan Yerusalem sebagai wilayah Palestina memang tidak pernah sepi dari prahara perang dan konflik. Dalam hal ini ambisi politik ekspansionis Israel yang terus ingin memperluas kawasan kekuasaannya, yang menjadi sumber berbagai masalah di wilayah dan negara Palestina. “Inilah sumber utama kekacauan politik dan perang di wilayah ini yang meluas ke jazirah Timur Tengah,” kata Haedar dalam keterangan tertulis (15/5/2021). []

 

 

 

 

Tags: PalestinaYahudiYerusalem
Share800Tweet500Send
Previous Post

Anggota DPR Ingatkan Menag agar Tak Buat Kontroversial Soal Baha’i

Next Post

PBNU Minta Pemerintah Perhatikan Pesantren dalam Program Vaksinasi

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

15 August 2026
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

16 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Elite Intelektual dan Masa Depan Bangsa: Refleksi atas Taklimat Presiden

Adab Ilmu

25 January 2026
Ketua MPR RI Dukung Penyelenggaraan GIHES 2026

Ketua MPR RI Dukung Penyelenggaraan GIHES 2026

0
Indonesia Siap Ladeni ‘Perang Dagang’ Amerika Serikat

JK: GIHES 2026 Bisa Jadi Roadmap Pendidikan Nasional

0
Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

0
GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

0
Ketua MPR RI Dukung Penyelenggaraan GIHES 2026

Ketua MPR RI Dukung Penyelenggaraan GIHES 2026

18 August 2026
Indonesia Siap Ladeni ‘Perang Dagang’ Amerika Serikat

JK: GIHES 2026 Bisa Jadi Roadmap Pendidikan Nasional

17 August 2026
GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

17 August 2026
Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

17 August 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

17 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result