pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Monday, 2 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Sains

Mengedit Gen, Mengatasi Thalasemia

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
8 years ago
in Sains
0
Mengedit Gen, Mengatasi Thalasemia

Dengan mengedit formula gen, peneliti AS dapat menyembuhkan gangguan darah janin tikus. Terobosan ini membuka jalan baru mengatasi  anemia dan thalassemia, atau masalah kesehatan lain terkait darah manusia.

Dengan upaya gabungan dari tiga laboratorium Universitas Yale, para peneliti Amerika telah melakukan demonstrasi pertama teknik editing gen spesifik lokasi pada janin tikus percobaan. Ini langkah baru untuk memperbaiki mutase  gen yang menyebabkan bentuk anemia yang parah.

Edit Gen Darah

Terobosan baru itu dikupas jurnal Nature Communications  edisi 26 Juni 2018. Teknik ini melibatkan injeksi intravena partikel nano  dengan menggunakan kombinasi DNA donor dan molekul sintetis yang dikenal sebagai asam nukleat peptida (PNAs). PNA, yang merupakan homolog atau tiruan  DNA, berikatan dengan gen target dan membentuk triple helix – kondisi menyimpang yang memicu adanya mekanisme perbaikan sel. Sebagai bagian dari proses ini, DNA donor yang sehat – dipasangkan dengan PNA dalam partikel nano – digunakan untuk memperbaiki mutasi  gen jaringan darah.

BACA JUGA

Manfaat Olahraga Aerobik untuk Kesehatan Jantung

Laba-Laba Bisa Bermimpi, Benarkah?

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Dalam penelitian tim Yale, paket penyuntingan gen ini disuntikkan ke janin tikus. Pada empat bulan setelah lahir, ternyata tikus-tikus itu telah sembuh dari penyakit thalassemia, suatu kelainan bawaan dalam membawa sel-sel darah merah yang membawa oksigen.

“Tikus yang mendapat perlakuan memiliki jumlah darah normal, limpa mereka kembali ke ukuran normal, dan mereka hidup dalam rentang hidup normal – sedangkan, yang tidak mendapat perlakukan  meninggal jauh lebih awal,” kata Peter M. Glazer, MD, profesor radiologi terapeutik dan genetika, yang mengembangkan teknik menggabungkan PNA dan DNA untuk memperbaiki mutasi gen. “Jadi teknologi baru ini memiliki manfaat kelangsungan hidup jangka panjang, yang cukup dramatis.”



Distribusi partikel nano dalam kotoran janin tikus setelah pengobatan partikel nano intravena. Area hijau, kuning, dan merah yang intens menunjukkan konsentrasi yang lebih tinggi. Akumulasi partikel nano tertinggi di setiap tikus ada di hati janin.

Menyembuhkan Gangguan Darah

Menggunakan partikel nano untuk pengiriman sangat penting, kata para peneliti. Ketika disuntikan secara intravena tanpa partikel nano, PNA dibersihkan dari sirkulasi dalam waktu sekitar 30 menit. Ketika partikel nano dikirim dan diambil oleh sel, mereka dapat bertahan lebih lama. Mark Saltzman, profesor teknik biomedis  dari Yale’s Goizueta Foundation, membuat partikel nano dengan polimer terdegradasi dan merancangnya cukup kecil – berdimensi 200 hingga 300 nanometer – hingga terakumulasi di hati janin, di mana sel-sel induk terletak sebelum bermigrasi ke sumsum tulang.

Dalam penelitian sebelumnya, para peneliti mendapatkan  hasil yang menjanjikan ketika mereka melakukan prosedur serupa pada tikus dewasa. Dengan mengedit gen pada janin untuk studi baru, para peneliti dapat lebih meminimalkan jumlah kerusakan gen yang disebabkan oleh penyakit.

“Orang-orang yang menderita thalassemia, mereka semakin lama menjadi semakin sakit  ketika mereka tumbu  karena mereka tidak memiliki fungsi sel darah merah yang normal, dan kondisi seperti ini akan semakin sulit untuk diobati,” kata Saltzman. “Di sini, kami bermaksud mengoreksi gen ini pada tahap  awal dalam pengembangan, sebagai upaya untuk menarik lebih banyak manfaat dalam terapi dan pencegahan penyakit kelainan darah.”

Satu keuntungan dari teknik ini, kata para peneliti, adalah bahwa hal itu dapat dilakukan pada hewan hidup, sementara prosedur penyuntingan gen lainnya sebagian besar terbatas pada sel-sel dalam cawan petri. Tidak seperti teknologi seperti CRISPR – sering disebut sebagai “gunting genetik” – teknik peneliti Yale adalah proses kimia, sehingga perbaikan gen yang ditargetkan lebih tepat dan menghasilkan lebih sedikit efek off-target (salah sasaran).

Dua tantangan yang dihadapi para peneliti adalah ukuran kecil dari target mereka dan memastikan terapi akan berhasil dengan hanya satu suntikan, karena beberapa suntikan ke janin sangat meningkatkan risiko bahaya. Untuk ini, David H Stitelman MD, asisten profesor bedah anak, mengerahkan sejumlah keahliannya dalam mengakses sel induk janin.

“Anda harus menangkap sel-sel ini ketika mereka berada dalam keadaan proliferasi besar-besaran, jadi ini benar-benar kesempatan sekali dalam seumur hidup,” kata Stitelman.

Penulis pertama studi tersebut adalah  Adele Ricciardi. PhD biogenetika Yale University ini mengatakan, tim sekarang sedang mengkaji  bagaimana teknik biomedika  dapat dimanfaatkan untuk mengobati gangguan gen tunggal pada kelainan genetis lainnya, seperti cystic fibrosis dan  sickle cell.

“Kami berharap,  Teknik baru biogenetika dapat menurunkan risiko  kelainan darah pada bayi baru lahir, yang kelak akan memiliki berdampak besar pada kehidupan anak itu serta keluarganya kelak,” kata Ricciardi.

Selain Adele Ricciardi, peneliti lain yang terlibat adalah  Raman Bahal, James S. Farrelly, Elias Quijano, Anthony H. Bianchi, Valerie L. Luks, Rachael Putman, Francesc Lopez-Giraldez, Suleyman Coskun, Eric Song, Yanfeng Liu, Wei-Che Hsieh, dan Danith H Ly. Mereka menulis publikasi berjudul: “In utero nanoparticle delivery for site-specific genome editing”  dalam Nature Communications, volume 9,  nomor artikel 2481 (2018)

Tripel Heliks

Illustration Tripel Heliks by Maya Szatai

Tahun sebelumnya,  Adele Ricciardi dan koleganya sudah mengembangkan metode editing gen sebagai satu solusi baru unuk mencegah penyakit genetik. Dia menavigasi koridor dan tangga genetika yang disebut  Hunter Building  di  School of Medicine Yale University,

“Ketika  masuk sekolah kedokteran, saya ingin menemukan penelitian yang bersifat translasi, menjembatani kesenjangan antara ilmu pengetahuan dasar dan obat-obatan,” kata Ricciardi.  Untuk itu,  dia menghabiskan hari-harinya di tiga laboratorium yang berbeda, menjembatani kesenjangan dan menerjemahkan penelitian  listas disiplin dan listas  kampus  — seraya mengejar MD biomedis dan PhD biogenetika.

Karya Ricciardi tentu saja beraneka ragam dalam lansekap penelitian medis pada umumnya dan Sekolah Kedokteran khususnya.  Penelitian kolaboratif antara laboratorium Ricciardi dengan koleganya telah menghasilkan  teknik editing gen yang lebih tepat daripada CRISPR / Cas9  yang dulu hadir. Dia  mengembangkan kendaraan nanoscopic untuk mengidentifikasi dan mengatasii penyakit genetik.  Inovasinya disebut  triple helix, dikembangkan Bersama Peter M. Glazer dan Robert E. Hunter. Mereka profesor radiologi terapeutik dan profesor genetika.  Triple helix  adalah buah kolaborasi riset selama  satu decade terakhir.

Pada tahun 2009, Joanna Chin MD PhD, mempresentasikan penelitiannya tentang triple helix pada pertemuan MD/PhD tahunan.  Menurutnya,   pengeditan DNA cukup menjanjikan, tetapi mengangkutnya dengan aman ke dalam sel merupakan tantangan yang sulit dipecahkan. Nicole Ali McNeer  kemudian menawarkan solusi  penggunaan partikel nano yang dapat menghasilkan molekul kompleks — seperti DNA — langsung ke jantung sel.

“Semua orang menyadari ini adalah hasil sinergi yang sempurna,” kata Glazer, yang merupakan kolega utama Chin. Dalam delapan tahun sejak pertemuan kebetulan Chin dan McNeer, sinergisme telah berkembang untuk menghasilkan banyak makalah dan melibatkan lebih banyak peneliti. “Ini adalah kerja sama yang sangat produktif,” kata W Mark Saltzman, PhD dan pofesor Institut Biomedis dan Teknik Kimia Goizueta, serta profesor fisiologi seluler dan molekuler, yang merupakan kolega utama McNeer.

Triple helix telah digunakan untuk memperbaiki mutasi penyebab  thalasemia  tikus percobaan. “Kami menyembuhkan tikus anemia,” kata Glazer. “Kami melakukan empat suntikan partikel nano, dan 30 hari kemudian, mereka sembuh.”  Awalnya, teknologi ini kurang aktif daripada pengeditan umum CRISPR / Cas9, hanya memperbaiki sekitar 5% sel target, sementara CRISPR dapat  bertindak dalam 30 – 50 %. Namun, efek off-target (menciptakan mutasi yang tidak diinginkan di tempat lain dalam genom) jauh lebih rendah dalam triple helix daripada di CRISPR — 10.000 hingga 100.000 kali lipat lebih rendah. Dalam dua tahun,  dia beharap  triple helix sudah lolos uji klinis.

Dedi Junaedi

Share47Tweet30Send
Previous Post

Anies: Tunjukkan Manfaat untuk Rakyat dari Produksi Alkohol!

Next Post

Anemia dan Thalasemia

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

29 October 2026
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

30 October 2026
UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

29 October 2026
Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

28 October 2026
BAZNAS dan AVPN Bangun Sinergi Optimalkan Dampak Program Filantropi Islam

BAZNAS dan AVPN Bangun Sinergi Optimalkan Dampak Program Filantropi Islam

0
Gontor Putri Kampus 7 Riau Sukses Gelar Ulangan Umum Semester Kedua

Gontor Putri Kampus 7 Riau Sukses Gelar Ulangan Umum Semester Kedua

0
PAS Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building

PAS Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building

0
UNIDA Gontor Ikuti Workshop Nasional Penguatan Body of Knowledge PAI

UNIDA Gontor Ikuti Workshop Nasional Penguatan Body of Knowledge PAI

0
Pascasarjana UNIDA Gontor Gelar Kuliah Pakar tentang Integrasi AI dalam Pembelajaran dan Pengajaran Beretika

Pascasarjana UNIDA Gontor Gelar Kuliah Pakar tentang Integrasi AI dalam Pembelajaran dan Pengajaran Beretika

0
BAZNAS dan AVPN Bangun Sinergi Optimalkan Dampak Program Filantropi Islam

BAZNAS dan AVPN Bangun Sinergi Optimalkan Dampak Program Filantropi Islam

1 November 2026
Gontor Putri Kampus 7 Riau Sukses Gelar Ulangan Umum Semester Kedua

Gontor Putri Kampus 7 Riau Sukses Gelar Ulangan Umum Semester Kedua

31 October 2026
UNIDA Gontor Ikuti Workshop Nasional Penguatan Body of Knowledge PAI

UNIDA Gontor Ikuti Workshop Nasional Penguatan Body of Knowledge PAI

31 October 2026
Pascasarjana UNIDA Gontor Gelar Kuliah Pakar tentang Integrasi AI dalam Pembelajaran dan Pengajaran Beretika

Pascasarjana UNIDA Gontor Gelar Kuliah Pakar tentang Integrasi AI dalam Pembelajaran dan Pengajaran Beretika

31 October 2026
PAS Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building

PAS Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building

31 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result