Serang, Gontornews– Masjid Agung Tanara, begitu sapaan akrabnya, diyakini sebagai peninggalan Raja Banten pertama ini, yakni Sultan Maulana Hasanudin. Dikutip dari wikipedia.org, masjid tua ini terletak di Kampung Tanara, Kecamatan Tanara, Serang, Banten.
Masjid ini sejatinya sering diduga sebagai peninggalan Syaikh Nawawi Al-Bantani (1813-1897). Hal itu dikarenakan lokasinya yang bergandengan dengan rumah kelahiran tokoh sufi (Nawawi) yang hidup di Tanara pada zaman penjajahan Belanda.
Kekayaan nilai sejarah Masjid Tua Tanara memang layak diperhatikan. Keberadaannya belum diakui. Mirisnya lagi, hingga kini banyak sejarawan yang meninggalkan masjid ini untuk bahan penelitian mereka.
Meski tak ada keterangan dalam bentuk tulisan maupun prasasti yang menyebutkan bahwa masjid ini didirikan Sultan Maulana Hasanudin. Masyarakat sekitar Tanara sendiri malah mengaitkan bangunan ibadah ini dengan dunia supranatural.
Mitos ini lalu ditepis oleh Wakil Ketua Dewan Masjid Agung Tanara, Ustadz Syibromalisi, yang sempat ditemui kru Banten Pos. Ia menegaskan bahwa Masjid Tanara adalah masjid tua nan bersejarah yang didirikan langsung oleh Sultan Maulana Hasanudin.
Syibromalisi juga menambahkan bahwa masjid yang cukup mirip dengan gaya arsitektur Masjid Agung Banten ini, ternyata lebih dulu dibangun daripada Masjid Agung Banten. “Sebab, Masjid Banten didirikan pada masa pemerintahan Sultan Maulana Yusuf, putra Sultan Maulana Hasanudin dari pernikahannya dengan Nyi Ayu Kirana. Dia memimpin kerajaan Banten usai sepeninggalan ayahnya,” tutup Syibromalisi. <Edithya Miranti>





















