Ada dua macam nikmat di antara nikmat-nikmat Allah SWT atas para hamba-Nya yang tak terhitung banyaknya. Kedua macam nikmat itu tidak dapat diraih dengan menggunakan harta, tidak bisa didapatkan dengan cara tipu daya, dan juga tidak bisa pula didapatkan dengan upaya sekeras apapun. Namun keduanya merupakan bagian dari nikmat dan anugerah Allah SWT yang paling besar. Keduanya yaitu iman dan cinta. Sebanyak apapun seseorang mencurahkan hartanya untuk mendapatkannya, dan tipu daya atau cara apapun yang dilakukan oleh seseorang untuk dapat meraihnya, sesungguhnya ia tak akan bisa mendapatkannya kecuali dengan taufiq dari Allah SWT. “Walaupun kalian membelanjakan semua kekayaan kalian yang ada di bumi, niscaya kalian tidak akan dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah-lah yang telah mempersatukan hati mereka.” (QS al-Anfal: 63).
Iman dan cinta merupakan bagian dari anugerah Allah SWT yang dimasukkan ke dalam hati para hamba yang dikehendaki oleh-Nya. “Akan tetapi Allah menjadikan kalian cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hati kalian, serta menjadikan kalian benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (QS -Hujurat: 7)
Di antara karakteristik kedua nikmat ini adalah bahwa keduanya merupakan amalan hati, sedangkan hati itu berada di tangan Allah SWT yang dibolak-balikkan oleh-Nya sekehendak-Nya. Allah SWT juga telah menganugerahkan kepada kita kenikmatan dakwah, kenikmatan bekerja di ladang dakwah, dan kenikmatan mengikhlaskan diri untuknya. Hal itu dapat membuka mata hati dan menguasai perasaan kita. Kita hidup di atasnya dan mati karenanya. “Tidaklah kalian perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan, berupa kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kokoh dan cabangnya menjulang ke langit?” (QS Ibrahim: 24).
Demikian juga Allah SWT telah memberikan nikmat kepada kita berupa kenikmatan cinta kepada-Nya. Dengan cinta seperti ini ruh kita bersambung dan ikatan kita menjadi kokoh. Tak seorang pun yang akan dapat meraihnya. Kita bertemu hati sekalipun berpisah badan, kita bersambung ruh sekalipun jauh fisik. Apapun kondisinya, masing-masing dari keimanan dan kecintaan akan menjadi kuat dan memancar serta bersinar di dalam hati, karena itu merupakan karya cipta Allah SWT yang telah membuat segala sesuatu secara sempurna.
Kita ingin menimbang antara realitas kehidupan dengan apa yang sesungguhnya diserukan oleh Islam. Mengenai hal itu, telah kita siapkan beberapa kajian. Kita mempunyai keyakinan yang tak mengandung keraguan bahwa nikmat Allah SWT yang terbesar adalah nikmat iman kepada-Nya. Iman itulah yang menjamin kebahagiaan kita di dunia dan akhirat. “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama untuk kalian dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepada kalian serta telah Aku ridhai Islam ini sebagai agama.” (QS al-Maidah: 3). “Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu daripadanya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Ali Imran: 85). [Bersambung]























