Jakarta, Gontornews — Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Usamah Hisyam, menegaskan organisasinya kini berorientasi pada dakwah. “Kita akan membina 35 ribu dai di seluruh Indonesia,” terang Usamah kepada wartawan di Tebet, Jakarta, Jumat (22/12).
Usamah menjelaskan di tiap kecamatan nanti ada lima dai yang diharapkan dapat membimbing umat untuk memperkuat akidah Islam dan sekaligus menuntun umat melakukan pilihan politiknya. “Bekerjasama dengan Gerakan Indonesia Shalat Subuh (GISS) kita akan memilih pemimpin untuk kejayaan Islam,” jelasnya.
Lebih lanjut mantan wartawan Media Indonesia ini menerangkan, Parmusi dulu bergerak dalam bidang politik. Kader-kader Parmusi banyak mewarnai perpolitikan Islam di Tanah Air. Termasuk berbagai UU yang bernuansa syariah dan penerapan syariat Islam di Nanggroe Aceh Darussalam. Salah satu walikota di wilayah Aceh adalah Wakil Ketua Parmusi.
Kini sudah tiga tahun Parmusi bergerak fokus dalam dakwah. “Tahun 2018 ini benar-benar Parmusi menjadi organisasi dakwah yang bebas dari organisasi sosial politik manapun,” jelas laki-laki asli Surabaya ini. Jadi kini Parmusi bergerak dalam bidang dakwah, sosial, ekonomi dan pendidikan.
Usamah menilai, ruang dakwah kini semakin sempit, karena adanya regulasi atau kebijakan aparat terhadap umat Islam. “Kriminalisasi ulama sampai kini belum berakhir. Orang berdakwah di masjid bisa dikriminalisasi,”terangnya.
Contohnya adalah Ustadz Alfian Tanjung (pengurus Parmusi) yang kini dikenakan hukuman dua tahun oleh pengadilan. Sedangkan orang-orang PKI yang jelas-jelas menampilkan wajah PKI di berbagai wilayah Tanah Air, tidak ada satupun yang dihukum,” jelasnya. [Fathurroji]






















