pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 21 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Pemikiran Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Perspektif Pendidikan Islam

Dr Muthoifin, MAg

Edithya Miranti by Edithya Miranti
26 June 2019
in Risalah
0
Pemikiran Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Perspektif Pendidikan Islam

Depok, Gontornews — Pendidikan merupakan sebuah tuntunan mulia bagi manusia agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setingi-tinginya. Pendidikan harus mempunyai visi dan misi yang mulia. Pendidikan haruslah berlandaskan pada wahyu Ilahiyah (al-Qur’an dan al-Hadits).

Dr Muthoifin dalam disertasi yang dibimbing oleh Prof Dr H Didin Saefuddin, MA dan H Adian Husaini, MSi, PhD menyebutkan, bahwa nama Ki Hadjar senantiasa dikaitkan dengan pendirian lembaga pendidikan Tamansiswa serta perjuangannya melawan ordonansi sekolah liar yang ditetapkan oleh pemerintah Hindia Belanda.

Usaha Ki Hadjar untuk menyelenggarakan pendidikan nasional dimulai pada 03 Juli 1922, dengan mendirikan Perguruan Kebangsaan Tamansiswa yang pertama di Yogyakarta. Saat itu nama yang dipakai ialah Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa.

Konsep Trilogi kepemimpinan Ki Hadjar yang berbunyi, Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani, menurut Ki Priyo Dwiarso, anggota Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa, mengandung maksud bahwa tanpa keteladanan pimpinan di depan (ing ngarso), pro aktif mengikuti dinamika dalam masyarakat (ing madyo), dan kemudian menerapkan pembinaan atau pengawasan melekat (tut wuri), maka pemahaman dan pelaksanaan pendidikan memerdekakan jiwa masyarakat mustahil dapat tercapai.                

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Ki Hadjar menyatakan, ‘Semboyan Tut Wuri Handayani’, berarti mengikuti di belakang sambil memberi pengaruh. Maksudnya adalah jangan menarik-narik anak dari depan, biarkanlah mereka mencari jalan sendiri, kalau anak-anak salah jalan barulah si pamong (guru) boleh mencampurkan dirinya.

Kebebasan pada anak didik inilah yang menurut Ki Hadjar Dewantara merupakan sebenar-benarnya demokrasi. Sedangkan pengawasan yang wajib dilakukan pimpinan tidak lain daripada kebijaksanaan sang pamong.

Begitu juga konsep Sistem Among (sistem pengajaran) dan Kodrat Alam (kehendak alam) juga merupakan buah gagasan dari Ki Hadjar. Sistem Among adalah suatu sistem pendidikan yang berjiwa kekeluargaan yang bersendikan kodrat alam dan kemerdekaan.

Sistem Among berdasarkan cara berlakunya disebut Sistem Tut Wuri Handayani. Dalam sistem ini orientasi pendidikan adalah pada anak didik, yang dalam terminologi baru disebut student centered.

Sedangkan Kodrat Alam, menurut Ahmad Sholeh dalam bukunya berjudul ‘Relevansi Gagasan Sistem Among dan Tri Pusat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara terhadap Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia’, adalah perwujudan dari kekuasaan Tuhan yang berarti bahwa pada hakekatnya manusia sebagi makhluk Tuhan adalah satu dengan alam lain.

Karena itu manusia tidak dapat lepas dari kehendak kodrat alam dan bisa memperoleh kebahagiaaan jika ia mampu menyatukan diri dengan kodrat alam yang mengandung segala hukum kemajuan.

Tidak hanya itu, Muthoifin, dosen IAIN Surakarta, ini juga menambahkan bahwa Ki Hadjar juga seorang tokoh pendidikan yang sangat menghargai manusia. Sebagaimana ditemui dalam tujuan pendidikannya yang menghendaki terbentuknya manusia merdeka.

Sedangkan dasar pendidikan yang dipakai Ki Hadjar dalam melaksanakan pendidikannya sebagaimana yang diterapkan di Tamansiswa adalah pendidikan yang berdasarkan pada lima asas yang disebut “Pancadarma” yaitu: 1) asas kemerdekaan, 2), asas kebangsaan, 3) asas kemanusiaan, 4) asas kebudayaan, dan 5) asas kodrat alam.

Meski demikian, Ki Hadjar yang selama ini dijadikan sebagai tokoh pendidikan di Indonesia, ternyata oleh sebagaian pengamat pendidikan dan aktifis Islam disebut belum memadukan atau mengintegrasikan antara konsep pendidikan yang ia gagas dengan konsep pendidikan Islam.

Hamka, dalam bukunya berjudul: Perkembangan Kebatinan di Indonesia, yang dikutip Artawijaya menyatakan: Bahwa Tamansiswa adalah gerakan abangan, klenik, dan primbon Jawa, yang menjalankan ritual shalat daim.

Dalam kepercayaan kebatinan, shalat di sini bukan bermakna ritual seperti yang dijalankan umat Islam. Tetapi shalat dalam pengertian kebatinan, yaitu menjalankan kebaikan terus menerus. Inilah yang dimaksud dengan shalat daim.

“Apalagi Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang mayoritas penghuninya beragama Islam. Tentunya Indonesia memerlukan konsep pendidikan yang bermuara dan bersendikan pada nilai-nilai ke-Islam-an yang diyakini mengandung kebenaran mutlak, bersifat transendental, universal dan eternal (abadi),” ungkap pria kelahiran Demak, 06 September 1980 itu.

Berdasarkan hasil penelitiannya, Dr Muthoifin menegaskan bahwa konsep pendidikan Ki Hadjar ditekankan pada aspek tuntunan kepada anak agar mencapai kebahagiaan yang setingi-tinginya berdasarkan kodrat alam. Hal ini tidak sesuai dengan konsep pendidikan Islam yang ditekankan pada aspek ibadah dan tauhid berdasarkan wahyu Ilahi.

Dasar pendidikan Ki Hadjar pun adalah asas Pancadarma (lima asas), dimana dari kelima asas itu secara eksplisit tidak ada asas ketuhanan. Hal ini bertentangan dengan dasar pendidikan Islam yang berlandaskan pada al-Qur’an dan as-Sunnah.

Selain itu, isi atau inti dari pendidikan Ki Hadjar adalah budi pekerti, humanisme, kebebasan, kodrat alam yang bersumberkan budaya bangsa. Hal ini juga tidak sesuai dengan isi pendidikan Islam yang intinya Iman-tauhid, ibadah dan akhlak mulia bersumberkan wahyu Ilahi.

Sistem pendidikan Ki Hadjar, baik tujuan, kurikulum, metode, guru, murid ,dan evaluasi juga tidak mengarah dan terikat pada nilai keimanan dan ibadah, yang mana tidak sejalan dengan sistem pendidikan Islam yang selalu mengaitkannya dengan kedua nilai agama.

Ditambah lagi, corak pemikiran pendidikan Ki Hadjar adalah nasionalis-sekular. Nasionalis, karena berdasarkan budaya bangsa, sedangkan sekular karena tidak mengaitkan dengan ruh ajaran Islam (tauhid).

Dengan demikian diharapkan kepada pemerintah, persatuan Tamansiswa, dan para pengelola sekolah, agar mau memberikan perhatian khusus dan progresifitas pendidikan dengan tetap menerapkan dasar, isi, tujuan, metode, dan kurikulum yang berpijak pada prinsip dasar ajaran Islam.

“Tidak hanya itu, kita semua selaku generasi penerus bangsa juga dituntut untuk turut serta mengembangkan dan mewarnai pemikiran Ki Hadjar Dewantara pada basis iman dan takwa,” pungkasnya. <Edithya Miranti>

Biografi Singkat

Nama                                       : Dr Muthoifin, MAg

Tempat dan Tanggal lahir       : Demak, 06 September 1980

Riwayat Pendidikan                :

  • SI Syariah Muamalat, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Surakarta, 2006
  • S2 Magister Studi Islam, Universitas Sunan Giri (UNSURI) Surabaya, 2009
  • S3 Pendidikan dan Pemikiran Islam, Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, 2013

Pekerjaan                                 :

  • Staf Yayasan Hidayatullah, Surakarta, 2012-sekarang
  • Dosen AKPARTA Mandala Bhakti, Surakarta, 2012-sekarang
  • Dosen Akademi Dakwah Indonesia (ADI), Surakarta, 2012-sekarang
  • Dosen IAIN Surakarta, 2013-sekarang

Prestasi                                    :

  • Peraih Bes-wan Djarum Bakti Pendidikan (S1), 2005-2006
  • Peraih Beasiswa Mahasiswa Berprestasi PEMDA Banyuwangi (S2), 2008
  • Peraih Beasiswa PKU-DDII dan BAZNAS, (S3), 2009
Tags: Dr MuthoifinMAgPemikiran Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Perspektif Pendidikan IslamS3 Pendidikan dan Pemikiran IslamUniversitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor
Share482Tweet301Send
Previous Post

Risiko dibalik Indahnya Pernikahan Sirri

Next Post

Abdullah Hehamahua: Kita Ingin Pilpres Adil Tanpa Curang!

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

23 October 2020
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result