pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 22 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Pemilu Kardus: Jebol Apa Jujur?

Oleh : Ahmad Sastra, Cendekiawan Muslim

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
17 December 2018
in Kolom
0
Seruan Rasulullah Kepada Para Penguasa

Demokrasi dan tipu daya adalah dua sisi mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Pemilu demokrasi sulit didapatkan kejujuran. Ibarat kardus ideologi demokrasi mudah jebol dan rusak, apalagi saat musim hujan seperti sekarang.

Winston Churchil menyatakan, “Democracy is worst possible form of government” (demokrasi kemungkinan terburuk dari sebuah bentuk pemerintahan). Abraham Lincoln “Democracy is government of the people, by people, by people, and for people”. Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Menurut John Locke ada dua asas terbentuknya negara. Pertama, pactum unionis yaitu perjanjian antar individu untuk membentuk negara.

Kedua, pactum suvjektionis, yaitu perjanjian negara yang dibentuknya. Oleh Barat istilah politik didefinisikan menjadi upaya untuk meraih kekuasaan semata.

BACA JUGA

Bersama Presiden RI di Puncak Tasyakuran 100 Tahun Gontor

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Karena itu Montesquieu dari Perancis dan John Locke dari Inggris membagi kekuasaan demokrasi menjadi tiga level, pertama kekuasaan legislatif yaitu kekuasaan pembuat undang-undang.

Kedua, kekuasaan eksekutif yaitu kekuasaan melaksanakan undang-undang.
Ketiga, kekuasaan yudikatif yaitu kekuasaan untuk mengawasi pelaksanaan undang-undang oleh badan peradilan.

Pada perkembangannya, demokrasi dimaknai variatif karena sangat bersifat interpretatif subyektif. Setiap penguasa negara berhak mengklaim negaranya sebagai negara demokratis, meskipun nilai yang dianutnya/praktik politik kekuasaannya amat jauh dari prinsip dasar demokrasi.

Karena sifatnya yang interpretatif itu, kita mengenal berbagai tipologi demokrasi seperti demokrasi liberal, demokrasi rakyat, demokrasi proletar, demokrasi komunis, demokrasi terpimpin, demokrasi pancasila, dan demokrasi parlementer.

Multiinterpretasi ini sesungguhnya menunjukkan kelemahan sistem demokrasi itu sendiri. Interpretasi subyektif terhadap postulat demokrasi menguatkan indikator adanya self destructive atau dengan kata lain konsep demokrasi telah membawa cacat sejak lahir.

Apalagi jika ditambahkan dengan definisi politik yang sangat pragmatis yakni upaya untuk meraih kekuasaan semata.

Demokrasi mengandung absurditas yang berpotensi menimbulkan malapetaka peradaban karena keropos dan penuh tipu daya. Sebab secara genetik demokrasi itu destruktif.

Dengan demikian politik demokrasi adalah sebuah katarsitas atas nafsu kekuasaan tanpa berpijak kepada nilai-nilai moral dan etika agama. Manusia memang secara genetik memiliki nafsu untuk berkuasa.

Definisi demokrasi yang diajukan oleh Abraham Lincoln meniscayakan adanya pengabaian nilai-nilai spiritual dalam praktek berpolitik. Bahkan orang gila pun diberi hak pilih sama nilainya dengan seorang profesor. Democrazy!!.

Seluruh pemikiran tentang demokrasi dikuasai oleh subyektivitas manusia tanpa campur tangan Tuhan. Hal ini dipertegas oleh begawan demokrasi Sokrates yang mengatakan bahwa manusia adalah pusat segala sesuatu yang mampu mengatur dirinya sendiri (antroposentrisme).

Jika demikian, maka demokrasi secara genealogis adalah ateis dalam arti meniadakan peran Tuhan dalam merumuskan segala sesuatu tentang pengaturan manusia, kehidupan dan alam semesta. Demokrasi melarang Tuhan mengurus negara.

Secara lebih radikal, ideologi impor demokrasi bisa dimaknai sebagai antropomorpisme dalam arti menjadikan manusia sebagai tuhan yang berhak menciptakan hukum dan aturan.

Maka tidak mengherankan jika dalam demokrasi dikenal adagium suara rakyat suara tuhan. Adagium ini bermakna bahwa tuhannya demokrasi adalah manusia.

Karena Tuhan dianggap tak memiliki peran sedikitpun dalam konsep dan praktik demokrasi, maka nilai-nilai moral tidak berlaku sama sekali. Itulah sebabnya orang-orang yang berkarakter curang, bohong, koruptif, penuh tipu daya, manipulatif yang akan bisa bertengger di atas kursi-kursi kekuasaan demokrasi.

Orang-orang baik yang mencoba ingin mengubah nasib hidupnya dengan masuk ke pusaran busuk demokrasi justru seringkali dianggap aneh dan terpinggirkan.

Bahkan banyak orang-orang baik oleh pusaran busuk demokrasi dijebak dan dipaksa untuk menjadi orang jahat.

Dalam sistem demokrasi setiap orang memiliki hak yang sama untuk memperoleh kekuasaan, tanpa ada standar moralitas tertentu.

Akibatnya sistem ini telah berubah menjadi ajang akrobat politik dan sandiwara (dramaturgi) bagi hasrat kekuasaan orang-orang yang mampu membeli suara rakyat.

Mereka tidak merasa takut, karena mayoritas pelaku demokrasipun melakukan money politic yang sama demi pertarungan meraih singgasana kekuasaan.

Politik transaksional inilah yang kemudian mengkibatkan munculnya praktik korupsi sebagai cara untuk menutupi biaya politik ketika kampanye. Dari sinilah politik demokrasi menjelma menjadi politik kleptokrasi.

Celakanya, saat di satu sisi, masyarakat kecil hampir tidak diperhatikan oleh sistem politik yang sarat dengan ketidakadilan ini, namun di sisi lain, masyarakat dipaksa untuk terus ikut andil menyukseskan pesta pemilu yang justru tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.

Jika rakyat melakukan perlawanan dengan tidak mau ikut pemilu, maka rakyat akan dibully dan dianggap bukan sebagai warga negara yang baik.

Inilah ironi demokrasi yang hampir tak ada ujung pangkalnya, sementara rakyat tetap tak beranjak dari nasibnya yang memilukan.

Jika demikian, maka sistem demokrasi sebagai ajang pelampiasan syahwat kekuasaan tanpa landasan etika dan moral inilah yang meniscayakan berbagai bentuk kampanye hitam dan tipu daya. Standar halal dan haram tidak dijadikan patokan oleh demokrasi, kecuali menang dan berkuasa, apapun caranya.

Ujung dari kekuasaan demokrasi adalah materialisme. Dengan demikian demokrasi dan kampanye hitam tipu daya adalah dua sisi mata uang yang tak mungkin dipisahkan.

Ideologi demokrasi hanyalah seonggok kardus yang jebol dan rapuh serta hanya berisi pepesan kosong. []

Tags: DemokrasiIdeologiPemilu
Share20Tweet12Send
Previous Post

MUI: Poligami Ada dalam Ajaran Islam

Next Post

Dana Haji Diinvestasikan BPKH Secara Langsung Ke Infrastruktur?

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

23 October 2020
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

17 September 2026
Workshop Pembelajaran Berbasis OBE: LPM INAIS Bogor Perkuat Kompetensi Dosen

Workshop Pembelajaran Berbasis OBE: LPM INAIS Bogor Perkuat Kompetensi Dosen

0
Bersama Presiden RI di Puncak Tasyakuran 100 Tahun Gontor

Bersama Presiden RI di Puncak Tasyakuran 100 Tahun Gontor

0
prabowo free palestina

Prabowo Gemakan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Gontor

0
prabowo di gontor

Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
prabowo sebut panca jiwa pondok

Prabowo Sebut Panca Jiwa Gontor Sejalan dengan Perjuangan Bangsa

0
Workshop Pembelajaran Berbasis OBE: LPM INAIS Bogor Perkuat Kompetensi Dosen

Workshop Pembelajaran Berbasis OBE: LPM INAIS Bogor Perkuat Kompetensi Dosen

22 September 2026
Bersama Presiden RI di Puncak Tasyakuran 100 Tahun Gontor

Bersama Presiden RI di Puncak Tasyakuran 100 Tahun Gontor

21 September 2026
prabowo di gontor

Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

21 September 2026
prabowo sebut panca jiwa pondok

Prabowo Sebut Panca Jiwa Gontor Sejalan dengan Perjuangan Bangsa

21 September 2026
prabowo free palestina

Prabowo Gemakan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Gontor

21 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result