pesanan-baju-kaos
33 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 8 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Plus Minus Dakwah Digital  

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
7 years ago
in Laput
0
Plus Minus Dakwah Digital   

Da’i atau muballigh era sekarang tidak hanya berdakwah dari satu tempat ke tempat lain. Lebih dari itu, dengan kecanggihan teknologi, dakwah bisa menyebar ke seluruh dunia. Ya. Era sudah berubah. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju ini tampak sejumlah pendakwah mulai menyampaikan dakwahnya dengan memanfaatkan teknologi digital.

Bak gayung bersambut. Semakin maju teknologi saat ini, turut pula mengubah cara masyarakat memperoleh wawasan keislaman. Jika dulu masyarakat rela bepergian jauh untuk menyaksikan pengajian, kini dengan gadget masing-masing, siapapun bisa menyaksikan ceramah ustadz kondang lewat media sosial dan platform streaming di mana pun mereka berada.

Terkait hal ini Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) DKI Jakarta, Dr KH Attabik Luthfi menyebutkan, dakwah digital yang sedang fenomenal saat ini merupakan sebuah kenyataan yang tidak mungkin dihindari. Da’i tidak serta merta menolak media digital, justru dituntut lebih banyak hadir di media tersebut agar lebih banyak diwarnai dengan kebaikan.





Menurutnya, teknologi digital dan sejenisnya hanyalah sebuah alat, bukan prinsip. Layaknya sebuah alat, teknologi digital hadir bukan dengan nilai dakwah, sehingga ada potensi media digital digunakan untuk menyebarkan keburukan. Apalagi digital tidak mengenal batas usia dan segmentasi masyarakat.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

“Ibarat ‘gado-gado’ atau ‘super market’ masyarakat dituntut lebih cerdas dalam memilah, karena digital ini menawarkan hal-hal yang tidak bisa dibatasi.  Melalui digital ini pula, kesakralan dakwah bisa berkurang, karena siapapun dengan mudah bisa berkontribusi meskipun secara kapasitas keilmuan belum mumpuni,” ujarnya.

Namun, justru inilah tantangannya agar para da’i memaksimalkan teknologi digital sebagai media untuk menyebarluaskan nilai-nilai kebaikan kepada kalangan milenial yang serba digital. “Namun, apapun alatnya dakwah harus tetap mengacu pada prinsip dakwah, yaitu ‘Ajaklah manusia kepada jalan Tuhanmu’ (An-Nahl: 125),” ungkapnya kepada Majalah Gontor.



Attabik meminta agar masyarakat tidak melihat dai dari penampilannya. Pasalnya, yang terjadi saat ini banyak dari masyarakat ikut-ikutan, karena kagum, terhibur, tanpa mengenal siapa da’i yang layak digugu dan ditiru karena ilmu dan keshalihannya. Dikatakannya, dakwah lewat digital sulit dalam hal memberikan contoh ‘bil hal’ sebagai teladan bagi masyarakat.

Apalagi masyarakat belum pernah bertemu dan mengenal atau berinteraksi langsung dengan da’i yang ada di media digital itu. Karena mereka cuma menyaksikannya di layar handphone dan sejenisnya. Sehingga terjadi ‘gap’ antara masyarakat dan para da’i digital. Perilaku da’i di media digital terkadang berbeda dengan kenyataan atau praktik sehari-hari dalam kehidupan nyata.

“Itulah mengapa dakwah nondigital tetap harus dipertahankan. Itulah mengapa mengkaji ilmu kepada yang ahlinya secara langsung, berinteraksi dan mengenal perilaku gurunya sehari-hari sebagai contoh nyata dalam kehidupan, harus tetap ada,” tegasnya.

Menurut Attabik, perhatian terhadap lembaga dakwah, pesantren, atau lembaga pendidikan yang mencetak para da’i sangat perlu untuk ditingkatkan. “Karena mereka inilah da’i sejati yang akan mengajak masyarakat kepada jalan Allah dengan contoh langsung yang dapat mereka saksikan,” tandasnya.

Produk zaman

Hal senada juga diungkapkan Sekjen Forum Pesantren Alumni Gontor, KH Anang Rikza Masyhadi. Menurutnya, era digital merupakan produk zaman sehingga dakwah di era digital ini sudah semestinya dilakukan meskipun bukan satu-satunya sarana dakwah.

“Digital itu hanya sarana, tujuan utamanya tetaplah dakwah dan dakwah itu perlu hikmah melalui kedalaman ilmu dan juga contoh atau keteladanan. Bukan hanya sekedar ceramah atau naskah,” ungkapnya kepada Majalah Gontor.

Bahkan sebagai penyampai kebaikan dan kebenaran, da’i harus memiliki ilmu yang mumpuni dan keteladanan. Karena fondasi utama dakwah adalah ilmu dan keteladanan. “Ini yang harus dipahami semuanya. Apalagi sekarang masyarakat susah membedakan antara ulama yang da’i dengan penceramah,”jelasnya.

Oleh karena itu media digital harus dipenuhi dengan ulama-ulama yang da’i, yang memiliki basis ilmu yang mumpuni dan juga yang kehidupannya bisa dijadikan teladan. “Jangan sampai media digital disesaki oleh penceramah-penceramah yang hanya sekedar tahu sedikit agama. Ini berbahaya karena yang terjadi adalah distorsi dan pendangkalan,” ungkapnya.

Sementara itu Deputi II Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Asrorun Ni’am menjelaskan bahwa dakwah adalah mengajak. Dengan begitu pendakwah harus mengerti kondisi orang yang diajak, termasuk kecenderungannya. Sebab tantangan dakwah sekarang ini lebih kompleks.

“Tren milenial itu seperti apa. Mereka ini kan simple, instan, dan juga tidak bertele-tele, efisien, efektif. Ini yang perlu dipahami ketika kita mau melakukan aktivitas dakwah kepada mereka,” tuturnya seperti dikutip republika.co.id.

Menurutnya, dalam berdakwah perlu platform yang biasa digunakan kalangan milenial. Misalnya media sosial yang beragam jenisnya. Bahasa yang disampaikan pun harus sederhana dan tidak terkesan menggurui serta memberi keteladanan. Dan yang tak kalah pentingnya, menyampaikan hal-hal yang inovatif dan mampu memotivasi. “Itu jauh lebih efektif, akan masuk pesan dakwah daripada hanya sekadar ceramah yang bersifat verbal. Itulah mengapa para da’i memerlukan inovasi dengan mengadaptasi perubahan masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu ketika seorang da’i hendak berdakwah juga harus menyesuaikan dengan kondisi masyarakatnya. “Ketika objek dakwahnya seniman, maka dengan pendekatan seni. Itulah hakikat kontekstualitas dalam dakwah, dan ini menunjukkan sisi-sisi universal. Jangan sampai ketika berdakwah, orang justru menjauh karena kita tidak sensitif terkait kebutuhan dan juga kondisi si calon penerima pesan dakwah itu,” tuturnya. []

 

 

Tags: DakwahDigitalUAS
Share94Tweet59Send
Previous Post

BNPB: Pemerintah Prioritaskan Evakuasi Korban Banjir Jakarta

Next Post

Pesawat Militer Jatuh di Sudan, 18 Tewas

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

2 November 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

1 November 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

0
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

0
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

0
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

8 November 2026
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

8 November 2026
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

7 November 2026
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

7 November 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result