pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 10 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Ramadhan dan Kepedulian Sosial

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
22 April 2020
in Laput
0
foto: jasa penulis artikel

Waktu bergulir begitu cepat. Tak terasa Ramadhan telah tiba. Di bulan penuh maghfirah, dan berkah ini sudah seharusnya menjadi ladang amal bagi umat Muslim untuk meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT. Salah satu perilaku Nabi Muhammad SAW yang sangat menonjol selama bulan Ramadhan kedermawanannya yang sangat tinggi. Abdullah bin Abbas menuturkan, ”Apabila datang bulan Ramadhan, Nabi sangat dermawan ibarat angin yang kencang.”

Sikap sangat dermawan ini, kendati sudah menjadi perilaku masyarakat Muslim masa lalu, tampaknya kini telah bergeser. Ketua Ikatan Da’i Indonesia Wilayah Jakarta Dr KH Atabik Luthfi MA menjelaskan, Ramadhan sebagai bulan segala bulan, mempersembahkan banyak keutamaan di semua aktivitas kebaikan termasuk dalam aktivitas berbagi ekonomi.  Bak gayung bersambut banyak dari umat Islam melakukan aktivitas berbagi ketika bulan Ramadhan tiba. Ghirah umat Islam untuk menunaikan zakat, infak, sedekah, wakaf dan memberikan makan untuk berbuka puasa baik secara kualitas maupun kuantitas meningkat tajam ketika Ramadhan. “Bagaimana perilaku terpuji itu tetap menggeliat hingga pasca-Ramadhan, inilah yang menjadi evaluasi bersama,” tandasnya kepada Majalah Gontor.

Atabik menjelaskan, di antara nilai yang dibangun dalam Ramadhan membentuk insan yang shalih secara sosial. Keshalihan sosial akan terbangun manakala mengikuti seluruh paket ibadah Ramadhan dengan sebaik­baiknya, dan menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan. Demikian hakikat ‘Imsak’ makna inti dari ‘Shiyam’. Imsak dari perbuatan, perilaku, dan sifat tercela. Imsak dari memperturut nafsu dan semua yang mengganggu kekhusyu’an dan spritualitas Ramadhan.

Sementara itu, pakar Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr Muhammad Arief Mufraini, menyebut ada hal yang aneh terjadi ketika Ramadhan tiba. Karena di bulan ini aktivitas dan jam kerja tak sebanyak biasanya, sementara konsumsi cenderung meningkat ketika Ramadhan tiba. Dengan waktu makan dan minum yang terbatas, seharusnya pengeluaran di bulan Ramadhan berkurang.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Sayangnya yang terjadi malah sebaliknya, pengeluaran justru meningkat ketika Ramadhan. “Kalau pola konsumsi ditahan, barang yang tersubtitusikan dibagikan kepada orang yang membutuhkan, produktivitas kerja dan ibadah terjaga, ini bisa terjadi pemerataan pendapatan, dan kenaikan harga yang signifikan pada barang­barang pokok tidak terjadi saat Ramadhan,” ungkapnya kepada Majalah Gontor.

Menurutnya, pemahaman tidak makan dan tidak minum dalam berpuasa yang seharusnya mendorong aktivitas berbagi dalam kenyataannya subtitusi makanan dan minuman malah menumpuk ketika berbuka puasa. Selain itu bukannya baju yang tidak terpakai, dibagikan kepada orang yang membutuhkan, tapi justru banyak dari kita membeli baju baru lagi di akhir Ramadhan. “Ini paradoks yang terjadi saat Ramadhan,” jelasnya.

Arief menjelaskan, fenomena tersebut dalam perilaku konsumsi dapat meningkatkan harga. Apalagi jika dikaitkan dengan preferensi dalam kultur yang berlaku yaitu pulang kampung, ini justru meningkatkan banyak permintaan. “Konsumsinya error, produksi error, pasar tidak terjadi ekuilibrium, fiskal juga error. Entah kenapa ini terjadi kesepakatan bersama, ketika Ramadhan, yang terjadi malah meningkatkan kebutuhannya. Kalau menurut saya umat Islam belum berpuasa secara ekonomi,”katanya.

Kalaupun ada yang melihat sisi baik dari tradisi mudik lebaran, itu konteksnya sosial. Memang ada yang positif pada perilaku sosial, tapi tidak berlaku positif pada pergerakan ekonomi ketika Ramadhan. “Kalau kita menyesuaikan aktivitas ekonomi dengan menahan diri untuk tidak makan dan tidak minum dari muncul sampai terbenamnya matahari, maka pergerakan ekonomi dan sosial akan membaik. Karena orientasinya bukan meningkatkan utilitas dari produksi maupun konsumsi, tapi berbagi utilitas barang maupun jasa,”ungkapnya.

Arief berpendapat idealnya selain berbagi utiliti, zakat fitrah dan zakat mal seharusnya meningkat dengan baik ketika Ramadhan. Sayangnya kenyataan di lapangan kebanyakan umat Islam hanya membayar zakat fitrah, sementara zakat mal belum banyak yang membayar. Kalau itu yang terjadi berarti puasa kita sesuai dengan ekonomi Islam. Ukuran Ramadhan sesuai dengan ekonomi Islam yaitu pada saat tidak terjadi kenaikan harga pada barang pokok dan terjadi transfer of payment secara besar­besaran dari surplus Muslim ke defisit Muslim.

Dikutip gomuslim.co.id, pakar Ekonomi Syariah dari STEI Tazkia, Dr Muhammad Syafii Antonio, mengatakan salah satu ibadah yang secara langsung berdampak pada spiritual dan finansial umat Islam ibadah Ramadhan. Sayangnya dari dua berkah tersebut, berkah finansial dinikmati oleh sebagian besar non-Muslim. “Kita dikasih sesuatu yang sangat luar biasa, harusnya kita dapat berkah spiritual dan finansial. Tapi makanan, tiket, komunikasi, transportasi, rekreasi sebagian besar dikuasai oleh non- Muslim,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Dr Irfan Syauqi Beik. Menurutnya, hingga saat ini umat Islam selalu menjadi konsumen. Faktanya konsumsi ini kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi paling besar. “Ini fakta karena Indonesia penduduknya banyak dan tingkat konsumsi penduduk Indonesia mempengaruhi kondisi perekonomian secara makro,” ungkapnya seperti dikutip Gontornews.com beberapa waktu lalu.

Di samping itu, masih banyak umat Islam yang belum menyadari bahwa ada kewajiban zakat selain zakat fitrah. Selain zakat fitrah, ada zakat penghasilan, ada zakat atas setiap keuntungan bisnis dan investasi serta ada zakat atas harta yang telah memenuhi persyaratan harta wajib zakat. Riset Puskas BAZNAS menunjukkan, potensi zakat tahun 2018 sebesar Rp 233 triliun. Namun dari potensi yang sangat besar tersebut, baru 3,5 persen atau sekitar Rp 8 triliun yang bisa dikelola. Itu artinya, masih sangat besar potensi zakat yang belum terkelola.

Menurut Irfan, dengan nature ibadah umat Islam seperti ini seharusnya lahir produsen Muslim, karena ingin menjalankan ajaran agama dengan baik. Untuk itu paradigma umat dari yang konsumtif menjadi produktif, dan kesadaran umat untuk berbagi lewat zakat, infak, sedekah dan wakaf harus terus didorong. “Sekali lagi memang perlu proses penyadaran supaya umat Islam bangkit dan memahami bahwa melaksanakan ibadah dengan baik, sisi supply-nya, sisi produksinya harus dikuasai dengan baik,”ungkapnya. []

Tags: BAZNASDr Irfan Syauqi BeikDr Muhammad Syafii AntonioKeshalihan sosialRamadhanSTEI Tazkia
Share64Tweet40Send
Previous Post

Respon Putusan MA, Pemerintah Pastikan Iuran BPJS Batal Naik

Next Post

Ramadhan Momentum Tingkatkan Keshalihan Politik

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
Kapolri Listyo Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda

Kapolri Listyo Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda

4 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result