pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 18 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Ramadhan Momentum Tingkatkan Keshalihan Politik

Oleh Fathurroji NK

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
22 April 2020
in Laput
0
foto: kabar banten

Ramadhan selalu disambut dengan gembira dan gegap gempita. Dengan kemuliaan bulan ini seharusnya menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan keshalihan individual dan keshalihan sosial, terutama keshalihan politik.

Ramadhan memberikan daya magnetik umat Islam untuk berbuat kebaikan lebih banyak dibanding bulan-bulan biasanya. Pasalnya, di bulan Ramadhan setiap amalan akan dilipatgandakan pahalanya sehingga umat berlomba-lomba dalam kebaikan. Ini tidak salah karena memang begitu anjuran dalam Islam. Ironisnya, ketika Ramadhan pergi, pelan-pelan kegiatan amalan kebajikan pun ikut pergi. Misalnya, yang biasanya shalat berjamaah di masjid tak tampak lagi kegiatan berjamaah di masjid, yang biasanya mengaji al-Qur’an tak terlihat membaca lagi, dan lain sebagainya. Ini sudah jamak terjadi.

Begitu pula para politisi atau pejabat negara. Saat Ramadhan hadir, mendadak religius. Paket bingkisan diberikan kepada mereka yang berpuasa dan sedekah kepada anak yatim me ningkat. Namun seiring Ramadhan pergi, perilaku itu ikut pergi. Seolah agama dan politik terpisah. Padahal, agama dan politik sejatinya satu nafas dan saling mengisi. Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam ceramahnya mengatakan, bicara politik memang tak dapat dipisahkan dari Islam. Karena itu, umat Islam tidak hanya perlu memperhatikan ibadah semata, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Mereka juga harus paham dan melek tentang politik.

Ustadz lulusan Maroko ini menjelaskan pentingnya kepemimpinan dan politik Islam. β€œKalau orang Islam tidak peduli pada politik, maka akan dipimpin oleh politisi yang tidak peduli kepada Islam. Agama dan politik merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan,” tegas Ustadz Abdul Somad.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Allah SWT menurunkan Islam ini sebagai way of life, bagaimana menjalani hidup, baik itu politik, menikah, maupun praktik sosial, semua dengan panduan dari al-Qur’an dan Sunnah. Ia menegaskan bahwa tidak benar jika Islam hanya mengatur soal ibadah individual, seperti shalat dan puasa. Da’i asal Riau itu menekankan bahwa Islam juga mengatur politik. Memisahkan agama dari politik sama dengan memisahkan agama dari jual-beli, pernikahan. Itu bagian dari kehidupan dan agama datang mengatur kehidupan. β€œJadi, kalau agama hanya cerita tentang mati, tentang kubur, untuk apa fungsi agama,” tegasnya.

Ustadz Somad menilai saat ini umat Islam di Indonesia sudah melek politik. Dia pun berharap Indonesia ke depan mendapat pemimpin yang lebih baik. β€œMudah-mudahan Indonesia ke depan punya pemimpin yang amanah karena umat Islam sudah paham dengan politik,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan bahwa agama tidak boleh dipolitisasi untuk kepentingan politik jangka pendek semata. Agama harus menjadi landasan yang positif untuk memajukan bangsa dan kehidupan seluruh masyarakat Indonesia. Hidayat mengatakan bahwa agama memiliki posisi penting di negara Indonesia karena sila pertama Pancasila berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Karena itu, agama harus digunakan dengan sebaik-baiknya agar panggung politik Indonesia memiliki nilai luhur, bukan sebaliknya.

Hidayat mengatakan, agama perlu dijadikan rujukan dalam politik untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan. Pun demikian agama bisa menjadi referensi untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada. Agama pun perlu digunakan untuk mempererat persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia. Jadi, agama bisa menjadi solusi politik dalam banyak aspek. Jika dipolitisasi, maka agama akan jadi mainan dan tidak dihargai. β€œPolitisasi agama itu terjadi ketika agama dijadikan mainan politik yang ujungnya agama tidak dihormati, tetapi menjadi bulan-bulanan politik. Agama jadi mainan, ini harus dihindari,” ujarnya.

Hidayat Nur Wahid mengungkapkan, politisasi agama dilakukan oleh kelompok sekuler untuk kepentingan politik, seolah-olah menjadi agamis. Politisasi agama itu dilakukan oleh pihak-pihak yang melaksanakan ajaran agama untuk tujuan jangka pendek dan kepentingan politik.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin me ngatakan bahwa politik dan Islam tidak bisa dipisahkan karena agama juga memerlukan politik. Politik Islam memerlukan wawasan majemuk yang plural dan mengayomi. β€œDalam Islam, politik dan agama tak terpisahkan. Ulama agama perlu memadukan politik, ada simbiosis,” ujarnya.

Tidak ada masalah jika agama dikaitkan dengan politik. Asalkan, kaitan itu pada taraf substantif, bukan hanya formalistik dan legalistik. Pada level substantif, agama berperan menyalurkan etika agama, itu yang perlu dimasukkan dalam politik. Di Indonesia sendiri, doktrin agama masih banyak dipegang teguh masyarakat.

Bahkan, Pancasila memberikan tempat terhormat bagi agama. Jadi, bisa disimpulkan tidak ada masalah mengaitkan agama dengan politik. β€œPolitik tidak bisa jauh dari agama. Jika sebaliknya, politik akan liar. Pancasila sendiri memberikan tempat terhormat bagi agama. Tidak masalah agama dikaitkan dengan politik, tapi pada tingkat substansi,” jelasnya.

Politisasi agama itu dilarang kalau digunakan untuk politik yang salah. Tapi perlu diingat bahwa tidak semua kaitan agama dengan politik itu bisa disebut politisasi. β€œPolitisasi agama itu kalau digunakan terhadap politik yang salah. Tapi tidak semua kaitan agama dengan politik itu politisasi,” pungkasnya.

Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Natsir, puasa harus dijadikan sebagai kekuatan rohani dan moral untuk mengedepankan politik mulia, santun, damai, rukun, dan menjunjung tinggi kebaikan. Politik harus dijauhkan dari permusuhan, perpecahan, kegaduhan, korupsi, gratifikasi, politik uang, dan hal-hal yang merugikan bangsa.

Haedar mengatakan bahwa radikalisme sebenarnya juga ada dalam berpolitik. Sekali politik itu radikal dan ekstrem, maka nanti akan membuahkan konflik keras sesama warga bangsa. β€œMemolitisasi agama, apalagi dengan pendekatan-pendekatan yang ekstrem dan radikal itu termasuk politisi sumbu pendek,” katanya.

Bulan Ramadhan ini seharusnya bisa menjadi peredam rohani bagi kita semua. β€œJangan menggunakan agama dan apapun dalam politisasi yang membuat rakyat tidak cerdas, membuat politik uang, serta melakukan pilihan politik tidak berdasar pada pilihan rasional dan bertanggung jawab,” kata Haedar Nashir.

Ia berharap Ramadhan menjadi momentum untuk transformasi rohani sekaligus menjadi kekuatan penyeimbang sikap dan menghadapi tahun politik. β€œKontestasi politik agar mengedepankan nilai-nilai etika keadaban, kedamaian, dan tidak memecah belah bangsa,” katanya. []

Tags: Din SyamsuddinHaedar NatsirHidayat Nur WahidKeshalihan politikRamadhan
Share17Tweet11Send
Previous Post

Ramadhan dan Kepedulian Sosial

Next Post

Perancis, Negara Keempat yang Melewati 20.000 Korban Jiwa

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

15 August 2026
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

16 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Elite Intelektual dan Masa Depan Bangsa: Refleksi atas Taklimat Presiden

Adab Ilmu

25 January 2026
Indonesia Siap Ladeni β€˜Perang Dagang’ Amerika Serikat

JK: GIHES 2026 Bisa Jadi Roadmap Pendidikan Nasional

0
Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

0
GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

0
Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

0
Indonesia Siap Ladeni β€˜Perang Dagang’ Amerika Serikat

JK: GIHES 2026 Bisa Jadi Roadmap Pendidikan Nasional

17 August 2026
GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

17 August 2026
Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

17 August 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

17 August 2026
Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

16 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
πŸ“– Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
πŸ“– Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
πŸ“– September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan AndaπŸ›’ Segera pesan sebelum kehabisan!
πŸ”— https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR πŸ“£Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.βœ”οΈ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
βœ”οΈ Kontribusi Rp1.500.000.
βœ”οΈ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.πŸ“ https://tinyurl.com/iklan-magonπŸ“ž 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.πŸ“Œ Kontribusi seikhlasnya
πŸ“Œ Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
πŸ“Œ Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
βœ… Logo Usaha
βœ… Foto Produk
βœ… Deskripsi Singkat
βœ… Website/Sosial Media (jika ada)πŸ“² Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mgπŸ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result