pesanan-baju-kaos
37 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 8 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Religiusitas Masyarakat Digital

Dr Qoriah A Siregar MA

Edithya Miranti by Edithya Miranti
5 years ago
in Risalah
0
Religiusitas Masyarakat Digital

Bandung, Gontornews — Penggunaan media digital di kalangan mahasiswa Institut Teknologi Bandung sangat masif. Tidak hanya untuk keperluan kuliahnya, tapi juga untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya, termasuk dalam hal keagamaan.

Penelitian ini menggambarkan tentang pemikiran keagamaan masyarakat digital dengan mengambil fokus penelitian pada mahasiswa ITB pengguna aplikasi religi pada smartphonenya, yang secara representasif dianggap mewakili masyarakat digital.

“Aktivitas keagamaan mahasiswa ITB dengan menggunakan aplikasi religi pada smartphonenya menurut temuan disertasi ini, ternyata berimplikasi dan berpolarisasi pada pemikiran keagamaan para mahasiswa tersebut,” tambah dosen ITB kelahiran Sei Kepayang, 18 April 1974 itu kepada Majalah Gontor.





Pada disertasinya yang berjudul, Religiusitas Masyarakat Digital (Pemikiran Keagamaan Pengguna Aplikasi Religi pada Smartphone di Kalangan Mahasiswa Institut Teknologi Bandung), Dr Qori menyatakan bahwa berdasarkan hasil wawancara online pada informan penelitian yang berasal dari kalangan mahasiswa ITB, didapatkan hasil persentase sejumlah 95 persen mahasiswa ITB aktif menggunakan aplikasi religi pada smartphonenya.

BACA JUGA

Otoritas Perwalian Perempuan dalam Al-Qur’an

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Dari 1.193 mahasiswa Muslim ITB yang diteliti, ada sebanyak 1.135 informan menyatakan bahwa mereka aktif menggunakan aplikasi religi pada smartphonenya. Namun berdasarkan hasil observasi ada enam aplikasi religi yang paling banyak diunduh, diinstall, dan digunakan oleh mahasiswa ITB, yaitu aplikasi Muslim Pro, aplikasi Salaam, aplikasi Sahih Bukhari Muslim, aplikasi Islam Menjawab, aplikasi MyQuran, dan aplikasi Ustadz Menjawab.

Selanjutnya keenam aplikasi religi di atas dianalisis dari sisi desainnya melalui komponen warna, teks, bahasa, tombol menu, gambar, dan suara. Tema konten keagamaan yang terdapat dalam enam aplikasi religi pada smartphone yang digunakan oleh mahasiswa ITB juga dianalisis berdasarkan klasifikasi tema pokok iman, Islam, dan ihsan.



Setelah dianalisis maka ditemukan hanya tiga dari enam aplikasi yang memuat tentang konten materi keagamaan dalam bidang aqidah, syari’ah, dan akhlak, yaitu aplikasi Sahih Bukhari Muslim, aplikasi Islam Menjawab, dan aplikasi Ustadz Menjawab.

Kemudian dari tiga aplikasi religi tersebut hanya dua aplikasi yang memuat informasi dua arah (tanya jawab) yaitu aplikasi Islam Menjawab dan aplikasi Ustadz Menjawab. “Konten kedua aplikasi inilah yang memiliki pengaruh langsung terhadap corak pemikiran keagamaan mahasiswa ITB, pengguna aplikasi religi pada smartphone,” ujar peraih Penghargaan/Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X dari Presiden RI, 2018 tersebut.

Corak pemikiran keagamaan mahasiswa ITB pengguna aplikasi religi pada smartphone sebagai representasi dari masyarakat digital, lanjut Dr Qori, terklasifikasi menjadi tiga corak pemikiran, yakni ilmiah, literat, dan kontekstual.

Pertama, ilmiah. Dari aspek mitos, mahasiswa ITB memandang segala sesuatu dari sudut pandang keilmuan dan kaidah ilmiah. Mitos bukan lagi menjadi sesuatu hal yang tidak masuk akal (irrasional), tetapi melalui pemikiran-pemikiran ilmiah, dan seiring berkembangnya zaman, mitos menjadi hal yang bisa dianalisis dan dijelaskan secara ilmiah.

Kedua, literat. Mahasiswa ITB ini sangat menjungjung tinggi budaya literasi, termasuk dalam hal doktrin dan dogma. Entitas yang paling nyata dari keduanya ialah praktik beribadah secara ritual.

Praktik ibadah ritual yang dilaksanakan oleh mahasiswa ITB, harus sesuai dengan rujukan-rujukan dalil dan sandaran hukum yang jelas. Jika tidak memiliki rujukan dalil yang jelas dari berbagai literatur, maka mahasiswa ITB cenderung untuk meninggalkan praktik ibadah ritual tersebut.

Ketiga, kontekstual. Sejalan dengan pemikiran ilmiah dan literat, mahasiswa ITB juga dalam hal memaknai dan menafsirkan teks suci (sacred writing) menggunakan pemahaman-pemahaman yang sesuai dengan koteks zaman. Pemaknaan terhadap teks suci, tidak dimaknai secara tekstual dan rigid, tetapi melihat berbagai aspek kondisi dalam menerapkan teks suci tersebut.

Berdasarkan hasil temuan penelitian ini dapat pula dipetakan bahwa corak pemikiran mahasiswa ITB pengguna aplikasi religi pada smartphone dalam aspek mitos dan teks suci (sacred writing) cenderung inklusif, sedangkan dalam aspek doktrin dan dogma (divine norms) lebih cenderung eklusif.

Selanjutnya, dari sisi desain ditemukan bahwa desain yang digunakan cenderung memiliki karakter yang berbeda-beda. Dr Qori menyebutkan bahwa aplikasi Muslim Pro cenderung simetris dan unity, aplikasi Salaam lebih statis dan kontras, aplikasi Bukhari Muslim terlihat statis dan komplementer, aplikasi Islam Menjawab sedikit ke arah dis harmoni dan dinamis, aplikasi MyQuran terlihat harmoni dan statis, dan aplikasi Ustadz Menjawab cenderung kontras dan dinamis.

Dari semua temuan hasil analisis dari penelitian ini menawarkan sebuah model baru yang diharapkan dapat menambah khazanah pengetahuan dalam kajian Studi Agama-agama. “Model ini diberi nama Model Tekno-Kultur-Religi Pemikiran Keagamaan,” jawabnya.

Penelitian ini juga menghasilkan sebuah kritik konstruktif bagi setiap elemen yang menggunakan smartphone untuk mencari informasi dan belajar ilmu agama pada setiap aplikasi religi yang disediakan dalam platform aplikasi religi.

Berdasarkan hasil penelitian, ada empat autokritik yang bersifat konstruktif dan solutif dalam penelitian ini. Pertama, berkenaan dengan sanad keilmuan. Bagi orang yang mencari informasi bahkan belajar agama Islam melalui smartphone akan terjadi missing link dalam hal sanad (jalur) keilmuan.

Sanad keilmuan menjadi tidak sistematis dan jelas, bahkan cenderung a-historis. Berbeda halnya dengan belajar secara langsung pada ustadz, guru, atau pemuka agama, di dalam prosesnya ada pertemuan tatap muka (muraja’ah dan talaqi).

Kedua, berkenaan dengan materi keilmuan. Materi keagamaan yang disajikan pada aplikasi smartphone kadang cenderung tidak jelas dan bias. Sebagian informasi keagamaan yang disajikan di aplikasi religi smartphone hanya mengcopy paste dari internet, yang tidak jelas rujukan dan sumbernya.

Maka, dianjurkan untuk lebih selektif mencari materi dan belajar ilmu agama, selain materi yang didapat dari smartphone, perlu juga diperkuat dengan merujuk pada literatur dan referensi yang dapat dipercaya.

Ketiga, berkenaan dengan konfirmasi keilmuan. Aspek yang terakhir dari konsekuensi mencari materi keagamaan melalui aplikasi religi smartphone, adanya ketertutupan pemikiran (closed minded) terhadap validitas keilmuan. Karenanya, dianjurkan untuk melakukan konfirmasi terhadap materi keagamaan yang didapatkan kepada guru agama, ustadz, atau ulama.

Keempat, berkenaan dengan kualitas pendidikan agama. Adanya aplikasi religi pada smartphone dengan operating system android, semakin memudahkan pengguna untuk mendapatkan ilmu-ilmu Islam dengan cara yang lebih praktis dan efisien.

Namun aplikasi religi hanya mampu menyentuh aspek yang berhubungan dengan ranah kognitif saja (peningkatan pemahaman wawasan keagamaan), sedangkan untuk ranah afektif dan psikomotorik peran pengajar mata kuliah pendidikan agama Islam yang mampu menjadi role model bagi mahasiswa masih sangat dibutuhkan.

Saat ini fenomena dan temuan yang berhasil diungkap disertasi ini betul-betul menjadi kenyataan terutama pada sistem pembelajaran daring (online), dimana segala sesuatunya dilakukan secara digital. “Dengan demikian diharapkan semoga disertasi ini dapat memberi sedikit manfaat untuk umat,” pungkas Dr Qori kepada Gontornews.com. [Edithya Miranti]

Tags: Dr Qoriah A Siregar MAReligiusitas Masyarakat Digital
Share32Tweet20Send
Previous Post

Ramadhan Sebagai Bulan Pendidikan Karakter

Next Post

Hadits Palsu Modern

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

2 November 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

1 November 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

0
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

0
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

0
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

7 November 2026
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

7 November 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

5 November 2026
Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

5 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result