Tel Aviv, Gontornews — Tim peneliti Universitas Tel Aviv Israel, Rabu (24/03/2023), mengungkap fenomena munculnya epidemi mematikan di Laut Merah yang membunuh banyak spesies bulu babi di Teluk Aqaba. Mereka menganggap fenomena ini sangat membahayakan terumbu karang unik yang berada di kawasan tersebut.
Mereka mengungkap bahwa seluruh populasi bulu babi hitam, spesies yang dikenal membantu menjaga kesehatan terumbu karang di perairan yang juga dikenal sebagai Teluk Eilat, musnah hanya dalam beberapa bulan saja.
Temuan mereka, diterbitkan dalam dua jurnal peer-review, mengutip kematian massal serupa yang terjadi di negara-negara lain di kawasan itu, termasuk Yordania, Mesir, dan Arab Saudi.
Mereka menduga bahwa ‘pelaku utama’ tersebut disebabkan oleh parasit ciliate yang menyebabkan kematian dengan cepat. Mereka menambahkan ada dugaan bahwa kemungkinan parasit yang sama juga menyebabkan malapetaka pada populasi bulu babi di Karibia.
Ketua tim peneliti, Omri Brostein, dari Steinhard Museum of Natural History and School of Zoologi Universitas Tel Aviv, mengatakan seekor bulu babi hitam berduri panjang(Diadema satosum) yang sehat berubah menjadi kerangka dan kehilangan jaringan secara besar-besaran hanya dalam rentang waktu dua hari. Akibatnya, beberapa spesies itu terdampar di pantai dalam keadaan mati sementara lainnya dimakan oleh ikan, yang berpotensi mempercepat penularan.
Tanda-tanda pertama masalah muncul di Laut Mediterania, di mana bulu babi menginvasi selama bertahun-tahun, mungkin melalui Terusan Suez, dan membuat rumah mereka. Bronstein mengatakan ada laporan beberapa bulan lalu dari Yunani dan Turki tentang kematian bulu babi.
Sementara itu, di awal, banyak pihak yang kurang memprihatinkan fenomena ini karena bulu babi merupakan spesies invasif dan patogen tersebut kini telah menyeberang kembali ke populasi alami di Laut Merah.
“Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menghentikan fenomena ini sekarang,” kata Bronstein kepada Reuters.
Meski demikian, para peneliti berhasil melihat peluang untuk menciptakan populasi bulu babi yang terisolasi. Mereka berharap bulu babi yang tersisa di tempat lain dapat berkembang biak di Laut Mediterania melalui penciptaan populasi indukan tersebut.
Para peneliti lantas menyerahkan laporan tersebut kepada otoritas lingkungan hidup Israel untuk mendapatkan respons darurat demi melindungi terumbu karang di sekitar lokasi.
Sebagai informasi, Eilat, sebuah kota resor Israel di pantai utara Laut Merah, merupakan tempat yang populer untuk scuba diving. Para ilmuwan yang mempelajari daerah tersebut menganggap wilayah tersebut sebagai area perlindungan karang.
Karang yang menetap ribuan tahun yang lalu harus melewati selat sempit ke selatan yang berfungsi sebagai penghalang panas. Mereka juga perlu memastikan karang-karang tersebut lebih tahan terhadap kenaikan suhu yang mengancam terumbu secara global.
Sementara itu, spesies bulu babi memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan dengan memakan ganggang yang menghalangi sinar matahari dan menutupi terumbu karang.
“Karang tidak akan bersaing dengan ganggang. Itulah sebabnya kita membutuhkan bulu babi,” katanya Bronstein.
“Tanpa spesies ini, seperti yang telah kita lihat dan ini bukan imajinasi, kita telah melihatnya terjadi di depan mata kita. Ini tentu bukan masa depan yang baik,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]




















