Regensburg, Gontornews — Apakah Anda pernah membayangkan alasan di balik larangan seorang Muslim laki-laki bersentuhan dengan wanita yang bukan mahromnya? Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh psikolog asal University of Regensburg, Jerman, menjelaskan bahwa, faktanya, sebuah sentuhan mampu meningkatkan potensi ingatan seseorang.
“Sebuah temuan yang sangat menarik adalah bahwa para peserta mampu mengidentifikasi objek visual yang belum pernah mereka lihat dengan menyentuh (objek tersebut) satu minggu sebelumnya tanpa niat menghafal,” ungkap penulis utama dalam penelitian ini, Fabian Hutmacher.
“Ini menjadi hal yang luar biasa karena objek yang terdapat dalam tes pengakuan merupakan objek dengan kategori dasar yakni sebuah objek yang disajikan dan hanya dapat diidentifikasi dengan sentuhan halus tanpa melibatkan detail menonjol dari objek visual tersebut,” tambah Hutmacher sebagaimana dilansir Science Daily.
Sementara itu, rekan Hutmacher, Christof Kuhbandner menjelaskan bahwa sebelum penelitian ini dilakukan tidak banyak penjelasan tentang hubungan antara informasi visual dengan memori jangka panjang. Karenanya, Kubandner dan Hutmacher berusaha untuk mencoba menjelaskan hubungan antara sentuhan dengan memori jangka panjang.
Secara teknis, dalam penelitian yang diterbitkan oleh jurnal daring Association for Psychological Science itu menguji sebuah kelompok partisipan untuk menyentuh objek dengan mata tertutup selama 10 detik.
Kemudian, para peneliti menguji memori partisipan tentang objek visual yang telah mereka sentuh sebelumnya. Uji coba ini terus dilakukan selama satu minggu penuh.
Hasilnya, para peserta menunjukkan bahwa mereka mampu mendapatkan hasil ingatan yang sempurna. Hebatnya, peserta masih mampu mengingat objek visual serupa meski telah mendapatkan  jeda waktu selama satu minggu. Fakta bahwa pernyataan sensorik para partisipan untuk mengingat objek yang dikenal itu lantas menjadi sesuatu yang menarik untuk didalami.
“Hasil ini menunjukkan bahwa pikiran manusia dengan mudah dan otomatis dapat menyimpan informasi terinci dan tahan lama dari sejumlah pengalaman persepsi termasuk pengalaman yang tersentuh (haptik),” kata Hutmacher dalam penelitian yang berjudul Long-term memory for haptically explored object: fidelity, durability, incidental encoding, and cross-modal transfer.
“Kami ingin mengeksplorasi sebuah gagasan yang menyatakan bahwa menyimpan informasi dalam jumlah besar dapat berfungsi sebagai pemandu perilaku dan berkontribusi terhadap penyesuaian perilaku meski tanpa disertai pengalaman alam sadar,” pungkas Hutmacher. [Mohamad Deny Irawan]






















