Drs KH Kafrawi Ridwan MA, Ketua Badan Wakaf Gontor
Jakarta, Gontornews–Kalangan santri dan alumni Gontor pasti kenal kiai dengan perawakan tinggi besar, penuh wibawa, dan berambut putih ini. Ya. Beliau adalah Ketua Badan Wakaf Gontor, Drs KH Kafrawi Ridwan MA. Beliau tokoh utama di balik berdirinya pondok-pondok cabang Gontor di seluruh Tanah Air.
“Sejatinya guru saya sekaligus pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, dan KH Imam Zarkasyi (Trimurti) lah yang menginspirasi dan membentuk kepribadian saya. Melalui keteladanan Trimurti banyak hal yang menginspirasi saya untuk berbuat kebajikan,” ungkapnya dalam buku Kiai Seribu Pondok: Inspirasi dan Dedikasi Drs KH Kafrawi Ridwan.
Meski usianya yang tidak lagi muda, hal itu tidak menjadi alasan bagi mantan Dirjen Bimas Islam Departemen Agama (sekarang Kementerian Agama) dan Sekjen MUI ini untuk berhenti memikirkan dan memperjuangkan kemajuan Pondok Modern Darussalam Gontor dan kemajuan pendidikan Islam pada umumnya.
Maka tidak berlebihan jika Wakil Ketua I Badan Wakaf Gontor Dr Hidayat Nurwahid mengaku sangat mengaguminya. Terutama kegiatan Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor. “Sepengetahuan saya walaupun dalam kondisi keterbatasan fisik seperti sekarang, beliau tidak pernah absen dalam sidang Badan Wakaf Gontor. Bahkan beliau tetap hadir dan memimpin rapat hingga pukul 00.00 WIB,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal. Bagi Kiai Hasan, KH Kafrawi Ridwan adalah inspirator dan pelopor ulung dalam dunia pendidikan Islam terutama Gontor.
Kiprah KH Kafrawi Ridwan di tingkat nasional, baik di dunia pendidikan maupun politik, semua orang mengetahui dan mencatatnya dengan penuh kagum dan rasa hormat.
Apalagi kepeloporannya dalam lingkup dakwah islamiyyah dan pendidikan Islam di Tanah Air sangat mengesankan.
Saat aktif di Departemen Agama (Kementerian Agama), ia berkontribusi besar dalam memperjuangkan pendidikan Islam.
Misalnya, ketika pada masa itu pemerintah menginginkan agar kurikulum madrasah dan pesantren disamakan dengan kurikulum sekolah umum dan pembinaannya khususnya madrasah di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, KH Kafrawi menolak rencana tersebut. Karena hal itu dianggapnya akan menjadikan keberadaan madrasah dan pesantren diubah menjadi lembaga pendidikan umum.
Berkat perjuangannya bersama tokoh-tokoh Islam lainnya maka terbitlah Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri yaitu Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri Dalam Negeri. Dalam SKB tersebut antara lain ditetapkan bahwa isi kurikulum madrasah 30% agama, 70% kurikulum umum, dan pembinaannya tetap berada di bawah Kementerian Agama.
Di lingkungan Gontor, perjuangan, pengabdian, dan dedikasi Kiai Kafrawi Ridwan juga sangat luar biasa. Dia tidak mengenal kata lelah dalam merawat, memperjuangkan, dan memajukan Gontor.
“Atas segala inspirasi dan dedikasi terbaiknya itu Gontor tak dapat berkata lain kecuali ucapan syukran katsiran. Hanya kepada Allah segalanya dikembalikan. Semua itu, in syaa Allah dicatat sebagai amal dan kebajikannya,” tutur Kiai Hasan.
Kiai Hasan menuturkan, meskipun dalam rentang usia yang sudah sepuh, Kiai Kafrawi masih tetap berjuang, dan menginspirasi banyak orang untuk mendirikan Seribu Pondok di Tanah Air.
“Karenanya marilah kita doakan semoga beliau tetap diberikan kekuatan dan kesehatan agar tetap berada di tengah-tengah kita, menginspirasi, dan mengedukasi kita dalam membangun Seribu Pondok,” ujar Kiai Hasan mendoakan. [Muhammad Khaerul Muttaqien]

















