pesanan-baju-kaos
31 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 30 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Siapa yang Tak Siap Kalah?

Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
7 years ago
in Kolom
0
Aksi 225: Adu Kuat atau Berakhir Kompromi?

Dalam kompetisi, menang kalah itu hal biasa. Siap bertanding harus siap kalah, sebagaimana siap juga untuk menang. Gak siap? Jangan ikut bertanding.

Salah satu syarat untuk ikut kompetisi, dan ini mutlak adanya, adalah kesiapan diri untuk kalah. Gak siap? Mundur. Gak mundur, maka pertandingan bisa berubah jadi tawuran.

Bagaimana cara siap untuk kalah? Pertama, bermain fair. Ikuti aturan yang berlaku. Tak main curang. Orang yang curang berarti tak siap untuk bertanding. Kalau bertanding, ia akan menggunakan segala cara untuk menang. Di otaknya yang ada adalah “pokoknya menang”. Semua aturan ditabrak dan norma diabaikan. Tak peduli pada etika, apalagi moral. Yang penting menang. Apapun risiko dan berapapun costnya akan ia bayar untuk sebuah kemenangan. Biarpun akan jatuh korban, atau terjadinya tawuran. Gak peduli. Yang penting satu: menang!

Kalau wasit perlu dibeli, beli. Gak bisa dibeli, lakukan intimidasi. Gak mempan juga, nyawa bisa melayang. Keamanan di lapangan? Suap. Kasih upeti, atau berbagi kemenangan dengan mereka. Kalau ada orang-orang yang coba protes, ancam. Takut-takuti mereka agar suaranya tak lantang. Cari aibnya untuk dibongkar. Pasti takut!

BACA JUGA

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Strategi Guru Menumbuhkan Kualitas Iman Siswa

Kalau ada orang yang menghalalkan semua cara untuk meraih kemenangan, itu artinya ia tak siap untuk kalah. Kalau tak siap untuk kalah, mestinya tak boleh ikut kompetisi. Pasti bikin rusuh.

Kedua, siap menerima hasil, apapun itu. Dengan catatan, permainan fair. Kompetisi berjalan sesuai aturan yang berlaku. Jika ada sesuatu yang membuatnya kurang puas, ia bisa protes. Tentu, sesuai prosedur dan mekanisme yang tersedia. Bagaimana jika jalur yang ada pun tidak fair? Ini akan jadi masalah. Makanya, panitia dan wasit dalam sebuah kompetisi harus netral. Steril dari suap dan intimidasi. Jika tidak? Gaduh, konflik dan bisa melahirkan korban.



Selain kesiapan para pemain, dalam kompetisi, panitia dan wasit harus bertindak seperti malaikat. Tak bisa disuap dan tak mempan diintimidasi. Ini mutlak jadi kebutuhan. Gak netral? Gawat!

Ketiga, semua pemain yang ikut dalam kompetisi mesti konsisten dalam posisinya sampai pertandingan selesai. Para pemain gak boleh ngegolin ke gawang sendiri. Sebab, ini akan membuat curiga. Orang akan nuduh ini bagian dari operasi dan kecurangan dari pihak lawan. Penyusup! Tuduhan ini yang akan muncul. Ini juga berpotensi menimbulkan kegaduhan.

Pilpres 2019 misalnya, ada dua kubu koalisi yang sedang berkompetisi. Kubu Jokowi vs kubu Prabowo. Kubu Prabowo didukung oleh lima partai: Gerindra, PKS, PAN, Demokrat dan Berkarya. Proses pilpres belum selesai. Maksudnya belum ada ketetapan hukum siapa jadi pemenangnya. Kubu Prabowo sedang menggugat di MK. Tanggal 14 Juni baru mulai sidang perdana.

Di tengah gugatan ke MK, Partai Demokrat kabarnya sudah mulai merapat ke kubu Jokowi. Bukan sekedar melakukan komunikasi politik, tapi beberapa kali membuat pernyataan yang dianggap menyerang kubu Prabowo. Bahkan dilakukan terang-terangan. Dimulai surat “(terbuka)” SBY yang keberatan terhadap model kampanye Prabowo di GBK. Itu sebelum hari pencoblosan. Lalu diikuti secara maraton oleh pasukan partai di level bawah. “Setan gundul” segala sudah mulai jadi narasi politik.

Sikap Demokrat menunjukkan bahwa partai yang dikendalikan sepenuhnya oleh ketua umumnya yaitu SBY, tak siap kalah. Secara politik, ini investasi buruk buat suara Demokrat untuk jangka panjang. Rakyat pasti membuat catatan tersendiri atas sikap ini.

Tidak saja buruk buat suara Demokrat, tapi juga berpotensi merusak karir AHY ke depan. Seorang putra Cikeas yang kabarnya sedang digadang-gadang untuk nyapres 2024. Kendati rakyat terus mempertanyakan: apa prestasi AHY? Di DKI saja tak diterima, bagaimana di tingkat nasional? Belum pernah magang dan tak ada pengalaman.

Tidak sedikit rakyat yang memiliki anggapan bahwa SBY hanya berpikir kekuasaan untuk anaknya. Tak lebih dari itu. Di berbagai medsos, suara rakyat sudah mulai menyerang rezim Cikeas.

Sikap SBY yang suka menyerang kubu Prabowo dan berhadap-hadapan dengan umat semakin membuat apatis rakyat, tidak saja kepada SBY, tapi juga kepada AHY. Artinya, AHY makin sempit ruang untuk promosi. Maksudnya, makin gak laku.

Kabar-kabarnya, SBY sebagai ketua partai sedang digoyang oleh sejumlah kader Demokrat. Mereka sedang mencari calon alternatif untuk merebut Demokrat dari tangan SBY dan keluarga. Apakah SBY masih terlalu kuat di Demokrat? Atau akan tergusur oleh manuver para kader? Kita tunggu.

Selain Demokrat, PAN kabarnya sedang berada dalam godaan. Setidaknya, komunikasi politik dengan istana sedang berjalan. Kabar selanjutnya, kita tunggu juga.

Kembali soal kompetisi, tentu akan enak ditonton dan hasilnya pun akan diterima dengan legowo oleh semua pihak jika para pemain siap untuk kalah. Selain syarat panitia dan wasit yang netral harus dipenuhi.

Para pemain yang curang, atau tak siap menerima hasil dalam kompetisi yang fair, atau suka menyerang gawang sendiri, mereka adalah para pecundang. Pemain-pemain yang tak siap untuk kalah. Dan Indonesia akan sulit menjadi negara tangguh jika elitnya diisi oleh orang-orang seperti itu. Bukan para pejuang yang bermoral, taat aturan dan memiliki prinsip-prinsip solidaritas yang kokoh

Tags: KalahMenangPolitik
Share29Tweet18Send
Previous Post

Pesan Mudik: Silaturahim Harus Positif dan Produktif

Next Post

Palestina akan Adukan Dubes AS di Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

29 October 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

29 October 2026
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

28 October 2026
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

0
Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Ilmu Qira’at di Daru Hasbi Jakarta

IQT UNIDA Gontor Pelajari Ilmu Qira’at di Daru Hasbi Jakarta

0
Laba-Laba Bisa Bermimpi, Benarkah?

Laba-Laba Bisa Bermimpi, Benarkah?

0
Pimpinan Darunnajah 2 Cipining KH Jamhari Abdul Jalal Wafat

Pimpinan Darunnajah 2 Cipining KH Jamhari Abdul Jalal Wafat

0
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

30 October 2026
Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Insantama Leuwiliang ke Urban Bee

29 October 2026
Swedia Tidak Akan Ubah UU Kebebasan Berbicara

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

29 October 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
SAA UNIDA Gontor Pelajari Ekoteologi Hindu dan Tri Hita Karana di Malang

SAA UNIDA Gontor Pelajari Ekoteologi Hindu dan Tri Hita Karana di Malang

29 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result