Singapura, Gontornews — Pemerintah Singapura, Rabu (9/3/2022), mengatakan bahwa warganya mengonsumsi garam secara berlebihan. Karena itu, Kementerian Kesehatan segera memberlakukan langkah-langkah untuk membatasi konsumsinya.
Sekretaris senior parlemen, Rahayu Mahzam, mengatakan bahwa warga Singapura mengonsumsi garam hampir dua kali lipat batas konsumsi harian yang pemerintah rekomendasikan. Penduduk Singapura rata-rata mengonsumsi 3.600 mg sehari atau lebih dari satu setengah sendok teh garam setiap hari.
“Asupan natrium yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi. Yang pada gilirannya terkait dengan risiko komplikasi kardiovaskular yang lebih tinggi seperti stroke dan serangan jantung,” kata Rahayu sebagaimana dilansir Channel News Asia.
Rahayu juga mengutip angka yang menunjukkan bahwa lebih dari satu per tiga penduduk Singapura berusia 18 hingga 74 tahun menderita hipertensi antara tahun 2019 dan 2020.
Untuk merealisasikan kebijakan tersebut, badan promosi kesehatan (Health Promotion Board/HPB) akan bekerjasama dengan pemasok garam dan jasa makanan agar menggunakan bahan menggunakan bahan alternatif yang lebih rendah sodium seperti garam rendah sodium, yang mengandung 30 persen natrium dalam jumlah yang sama.
HBP juga akan meningkatkan upaya Skema Pengembangan Bahan yang lebih Sehat untuk memacu reformulasi industri garam, saus dan bumbu rendah natrium.
“Sektor jasa makanan adalah kontributor utama asupan natrium kami dan dampaknya akan meningkat seiring semakin banyak orang Singapura yang makan di luar,” kata Kementerian Kesehatan.
Pemerintah juga akan berinvestasi dalam “prototipe hulu” untuk saus dan bumbu menggunakan garam rendah sodium. Merekan akan fokus pada produk yang biasa digunakan oleh sektor jasa makanan untuk memacu inovasi bisnis.
Selain edukasi publik, HPB berencana untuk meluncurkan kampanye nasional untuk mendorong warga Singapura mengambil langkah-langkah untuk mengurangi asupan natrium mereka.
“Kampanye ini akan mendidik tentang bahaya mengkonsumsi terlalu banyak garam, membangun kesadaran akan pengganti garam dan menyoroti bagaimana konsumen dapat mengganti garam dalam makanan mereka sambil mempertahankan rasa,” kata Kementerian berencana menggelontarkan dana Singapura Sehat sebesar 1,5 Juta Dolar Amerika Serikat. [Mohamad Deny Irawan]






















