Bamako, Gontornews — Tiga tentara penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa tewas dalam sebuah serangan di luar markas mereka di Mali utara, kata PBB dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (9/6).
Ketiga tentara yang tewas pada hari Kamis (8/6) itu berasal dari Guinea. Identitas penyerang belum diketahui.
Tentara PBB mendapat serangan tembakan mortir berat yang juga melukai lima penjaga perdamaian lainnya. Tak lama kemudian, ketiga tentara tersebut diserang oleh orang-orang bersenjata di luar markas. Tidak ada rincian lebih lanjut tentang kejadian itu.
Pasukan PBB sering menghadapi serangan dari pejuang gurun yang telah bergabung kembali sejak operasi militer pimpinan Prancis digelar pada tahun 2013 untuk mengusir mereka keluar dari kota-kota di bagian utara Mali.
Meskipun serangan udara Prancis gencar menyasar tempat persembunyian mereka, para pejuang gurun itu –termasuk kader al-Qaeda setempat– telah melakukan serangkaian serangan tahun ini, termasuk sebuah bom bunuh diri di sebuah pangkalan militer pada bulan Januari yang menewaskan setidaknya 77 orang.
Sejumlah tentara Prancis terluka pekan lalu dalam sebuah serangan mortir di Timbuktu.
Lebih dari 100 tentara tewas dalam beberapa bulan terakhir, yang menjadikan misi PBB ini paling mematikan sampai saat ini.
Prancis telah mengirim sekitar 4.000 tentara ke wilayah tersebut, dan 11.000 pasukan penjaga perdamaian PBB telah ditugaskan untuk memastikan stabilitas Mali. [Rusdiono Mukri]
























