“Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat.” (Ali Imran: 105)
Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan umat Islam untuk terus menjaga persatuan dan menghindari perselisihan yang hanya akan membawa pada perpecahan. Selain itu, Allah juga telah menyiapkan azab yang pedih bagi Muslim yang enggan untuk bersatu.
Perintah untuk bersatu dimaksudkan agar umat Islam bisa saling mengingatkan pada kebaikan dan mencegah hal-hal yang mungkar. Sehingga perbuatan-perbuatan maksiat akan dapat dihindari dan dicegah.
Untuk menjaga persatuan di kalangan umat Islam bukan perkara mudah. Perselisihan dan perdebatan yang berakhir pada perpecahan kerap terjadi. Hal itulah yang menjadi tugas rumah bagi umat Islam, khususnya para dai untuk terus menjaga persatuan.
Khilafiah yang kerap terjadi di kalangan umat Islam menjadi salah satu faktor terjadinya perpecahan, yang seharusnya bisa dihindari dengan tidak terus memperdebatkan persoalan khilafiyah tersebut, serta saling menghormati dan menghargai ajaran-ajaran, selama itu masih sesuai dengan dalil Alquran dan Sunnah Rasulullah.
Umat Islam merupakan umat yang besar, dengan sejarah yang besar, agama besar yang merupakan satu-satunya agama yang diakui Allah Mahapencipta. Maka sudah sepatutnya, umat Islam tidak terus berkutik pada hal-hal yang kecil. Apalagi hal itu hanya akan menimbulkan perpecahan.
Umat Islam wajib menjaga persatuan. Hal itu yang selalu diperintahkan Allah dan disampaikan oleh Baginda Rasulullah SAW. Sebab, kaum kafir yang senantiasa memusuhi dan berusaha menghancurkan Islam selalu bahu membahu, saling membantu satu dengan yang lainnya.
Sebagaimana dijelaskan dalam Surat al-Anfal ayat 73 yang artinya, “Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.”
Perpecahan merupakan penyakit utama yang ada di kalangan umat Islam, yang tentunya dibutuhkan kerjasama untuk mengatasinya. Keberadaan para dai tentunya menjadi penting untuk menjaga persatuan, dengan terus mengajak pada kebaikan dan mencegah hal yang keji.
Namun demikian, menjaga persatuan umat Islam dari perpecahan bukan hanya tugas dai saja, akan tetapi seluruh umat Islam, dengan saling mengingatkan pada kebaikan dan menyampaikannya dengan kata-kata yang baik.
Pandemi dan Dakwah Medsos
Selalu ada hikmah di balik sebuah musibah, demikian pula dengan pandemi COVID-19 yang saat ini melanda dunia. Salah satu hikmahnya manusia dapat memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi dan bersilaturahmi. Selain itu, medsos juga dapat dimanfaatkan untuk berdakwah.
Caranya tentunya sangat mudah, yaitu dengan menyampaikan kata-kata yang baik, mengajak sesama untuk berbuat kebaikan dan mengingatkan untuk tidak melakukan perbuatan keji. Bahkan melalui medsos, seseorang dapat menyampaikan pesan-pesan baik, dalil-dalil Alquran serta sunnah-sunnah Rasulullah.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak (manusia) kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.”
Karena itu, lakukanlah kebaikan dengan medsos yang kita miliki. Jangan gunakan medsos hanya untuk menggunjing, menghina atau mengghibah. Terlebih untuk menghina dn menjelek-jelekkan Islam dan umat Islam. []






















