Sana’a, Gontornews — Sekitar 10 juta anak di Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, akibat perang antara pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi dan pemberontak Houthi.
Dalam sebuah pernyataan yang diposting di halaman Facebook resminya pada hari Kamis, kantor UNICEF di Yaman mengatakan, kebanyakan anak di Yaman kekurangan perawatan medis dasar, gizi yang memadai, air minum segar, sanitasi dan pendidikan yang sesuai.
Program Pangan Dunia mengatakan lebih dari 17 juta orang Yaman tidak tahu dari mana mereka akan memperoleh makanan.
Jamie McGoldrick, koordinator kemanusiaan PBB di Yaman, pada hari Kamis (6/7) mengatakan pada sebuah konferensi pers di ibukota Yaman, Sana’a, bahwa kelompok bantuan di Yaman telah memerangi kekurangan gizi, wabah kolera, dan kelaparan.
“Kami berusaha melakukan yang terbaik, tapi masih sangat jauh dari harapan,” katanya sebagaimana dikutip Aljazeera.
Pada hari Rabu, jurubicara PBB Stephane Dujarric, mengatakan wabah kolera yang dimulai pada bulan April telah menyebar ke 21 provinsi di Yaman.
“Ada 270 ribu kasus kolera yang dicurigai di Yaman dan lebih dari 1.600 korban meninggal akibat penyakit ini sejak akhir April,” paparnya.
Dia mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan mitranya menerima 400 ton peralatan medis pada hari Selasa, termasuk 30 ambulans dan perlengkapan untuk merawat 10 ribu orang di Aden dan Hodeida.
Dujarric mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa mitra WHO akan menyediakan 2.350 tempat tidur di 600 titik di seluruh Yaman untuk mengobati korban kolera dengan rehidrasi oral.
Perang saudara di Yaman telah merusak infrastruktur dan menyebabkan negara paling miskin di dunia Arab itu kekurangan obat-obatan.
Menurut pejabat PBB, lebih dari 10 ribu orang tewas dalam perang tersebut, sementara lebih dari 11 persen penduduk telah mengungsi. [Rusdiono Mukri]





















