pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 6 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Dirasah

Urgensi Universitas Islami

Oleh Nirhamna Hanif Fadillah, Peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU) XIV UNIDA Gontor bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YSDSF)

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
6 years ago
in Dirasah
0
Foto: harga.web.id

Islamisasi ilmu merupakan solusi sekaligus usaha sah mempertahankan identitas agama dan budaya umat Islam. Pendahuluan Al-Attas menerangkan bahwa orang terpelajar adalah orang baik. Apa makna “baik”? Kata Al-Attas: “Orang baik adalah orang yang menyadari tanggung jawab dirinya kepada Tuhan yang Maha Esa secara kaffah, yang memahami dan mengamalkan keadilan terhadap dirinya sendiri dan orang lain dalam masyarakatnya, yang terus menerus meningkatkan setiap aspek dalam dirinya menuju kesempurnaan sebagai manusia yang beradab.

Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai contoh ideal bagi orang yang beradab. Kebanyakan sarjana Muslim menyebutnya: “Manusia Sempurna atau Manusia Universal”. Nama ini tercantum di tengah-tengah logo institusi pendidikan Al-Attas, bernama ISTAC (International Institute of Islamic Thought and Civilization), Kuala Lumpur.

Pada Konferensi Dunia 1 (Mekkah, April 1971) terkait Pendidikan Islam, ada usulan, agar definisi pendidikan dalam Islam menjadi ta’dib dengan alasan penggunaan istilah ta’lim, tarbiyah, dan ta’dib selalu tidak jelas dan tepat. Pada Konferensi Dunia 2 (Islamabad, 1980) masih mengenai Pendidikan Islam, Al-Attas mengatakan, “Struktur konsep ta’dib sudah mencakup unsur-unsur ilmu, instruksi, dan pembinaan yang baik sehingga tidak perlu lagi dikatakan bahwa konsep pendidikan Islam adalah tarbiyah, ta’lim, ta’dib. Salah satu alasan Al-Attas mengapa menolak istilah tarbiyah karena menyinggung aspek fisikal dalam mengembangkan tanam-tanaman dan terbatas pada aspek fisikal dan emosional dalam pertumbuhan dan perkembangan binatang dan manusia. Sekalipun Nabi Muhammad SAW pernah memakai kata-kata ta’dib untuk menunjukkan suatu usaha dalam menjinakkan hewan dengan cara melaparkannya agar mengikuti perintah dari tuannya. Tapi dipakai dalam bentuk metaforis.





Nilai Universitas Islam

BACA JUGA

Pemuda, Masjid, dan Masa Depan Peradaban Islam

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Merawat Adab di Tengah Ragam Tradisi Pesantren

Walisongo dan Proses Islamisasi di Kepulauan Nusantara

Masjid sebagai Poros Utama Peradaban Islam

Pesan hikmah sebagai universitas Islam yang disampaikan oleh Rektor Universitas Darussalam Gontor Prof Dr Hamid Fahmy Zarkasy dalam kesempatan setelah shalat Jumat di depan seluruh civitas kampus bahwa perbedaan dengan universitas lain adalah pada visi dan misi yang tidak berorientasi kepada nilai-nilai Islam sehingga melahirkan lulusan yang bertujuan pada materi dan keuntungan pada pekerjaan. Pada contoh dengan banyaknya lulusan sarjana hukum, mulai dari notaris, pengacara, hakim bahkan selevel jaksa umum dan jajaran mahkamahnya melakukan korupsi, sehingga muncul pertanyaan, nilai moral apa yang diajarkan selama kuliah? Apakah ada kesalahan pada dosen atau tenaga pengajar, sehingga melihat keadaan kita yang dilanda dekadensi moral ini menyebabkan muncul pernyataan serius PERLUNYA VISI MISI YANG ISLAMI.

Banyak sekali orientasi kampus pesantren di Indonesia ini, akan tetapi terpisah antara universitas dan pesantren. Maka Universitas Darussalam Gontor adalah universitas yang menanamkan keduanya, berintegrasi pada visi misi kampus yang bertujuan pada Islamisasi ilmu sehingga menciptakan personal dan lulusan yang memiliki karakter serta tujuan yang bukan hanya pada ta’lim (transformasi ilmu) akan tetapi juga ta’dib. Dengan seluruh kegiatan kampus yang berlandaskan nilai-nilai Pondok Modern Gontor yaitu pada uswatun hasanah, menjadi teladan bagi yang di bawah dan mau mengikuti yang di atasnya.



Hamid Fahmy Zarkasy mengilustrasikan mahasiswa-mahasiswa yang diharapkan ibarat seperti orang yang membuat cat dan mewarnai tembok-tembok, namun dia tidak mengetahui bangunan yang akan dibuat. Juga seorang tukang kayu dan semen yang tidak mengetahui rencana bangunan apa yang akan dibuat oleh si arsitek. Sehingga yang diinginkan oleh beliau ialah menjadi seorang artisek atau insinyur yang akan membangun dan merencanakan sebuah bangunan yang misalnya akan membuat aula pertemuan dan bangunan untuk pembelajaran seperti kelas dan lain-lain.

Islamisasi ilmu, kata Prof Wan Daud, merupakan solusi sekaligus usaha sah mempertahankan identitas agama dan budaya umat Islam. Mulanya adalah kekecewaan pada gereja. Pada abad ke-18, gelombang itu menjelma menjadi gerakan intelektual. Barat yang terlalu kecewa kepada Tuhannya mulai berani mendeklarasikan manusia sebagai acuan untuk menakar segala sesuatu. Dengan tajuk renaisans, pencerahan, sebuah era baru dipancangkan dalam perjalanan intelektual Barat. Tapi, cerita belum tiba di penghujung. Melalui imperialisme, yang kini berwajah globalisasi, modernitas Barat memperoleh watak ekspansif. Westerninasi dan kolonialisasi pandangan alam Barat, begitu proses ini disebut, kini berlangsung sistemis, menyusup melalui institusi pendidikan. Walhasil, pandangan sekuler Barat terhadap ilmu leluasa merasuk ke berbagai belahan dunia. Ibarat buldoser, dengan klaim universalnya ia menerjang gagasan lain yang berbeda.

Pandangan di luar Barat tentang Kebenaran dan Realitas dianggap partikular dan lokal. Maka, epistemologi Barat menjelma menjadi satu-satunya tolok ukur, termasuk dalam hal penafsiran agama masyarakat non-Barat. Meski berhasil menyokong kemajuan teknologi melalui sains, pandangan alam Barat yang sekuler gagal memberi solusi terhadap dampak merusaknya. Belum lagi, kehancuran moral yang makin menjadi sebagai imbas modernitas. Tapi, pandangan alam Barat telanjur menghegemoni dan terartikulasi dalam dunia pendidikan. (Baca buku: Islamisasi Ilmu-Ilmu Kontemporer dan Peran Universitas Islam dalam Konteks Dewesternisasi dan Dekolonialisasi).

Lalu jalan ke luar apa yang harus diambil umat Islam? Tema besar ini yang dibahas buku karya Prof Wan Mohd Nor Wan Daud, Islamisasi Ilmu-Ilmu Kontemporer dan Peran Universitas Islam dalam Konteks Dewesternisasi dan Dekolonialisasi. Beliau mengajak umat Islam menginsyafi tantangan nyata dunia pendidikan. Di belahan dunia non-Barat, menurut Prof Wan Daud, pandangan alam Barat menyebabkan kerusakan tatanan masyarakat, yang dalam beberapa kasus tidak bisa dikembalikan seperti semula. Karena itu, Islamisasi ilmu, kata Prof Wan Daud, merupakan solusi sekaligus usaha sah mempertahankan identitas agama dan budaya umat Islam. Yang menarik, kesadaran akan daya rusak epistemologi Barat rupanya bukan monopoli pemikir Islam. Fenomena ini jamak terjadi.

Prof Wan Daud mencatat, kalangan pemikir Cina dan Afrika memiliki kegelisahan serupa. Mereka menggagas epistemologi alternatif sebagai tandingan epistemologi Barat. Di sini, Islamisasi ilmu mengambil posisi yang berbeda. Islamisasi tidak menolak keseluruhan epistemologi Barat. Dewesternisasi dalam konteks tersebut dilakukan secara selektif, sembari melakukan devolusi dengan merujuk pada pandangan alam metafisika dan kerangka epistemologi Islam. Yang lebih penting, Islamisasi disandarkan pada wahyu, sehingga berkarakter spiritual dan universal.

Dalam buku ini, Prof Wan Daud memberikan hujah meyakinkan bagaimana kaitan Islamisasi ilmu dan peran universitas. Sebab, kita akan sulit membayangkan pendidikan sebagai entitas yang bebas nilai. Tujuan pendidikan adalah refleksi pandangan alam tertentu yang akan terejawantahkan dalam materi, metodologi, dan evaluasi pendidikan. Dengan demikian, implikasinya dalam metode pendidikan Islam, yakni metodologi pengejaran pendidikan Islam perlu disintesiskan secara kreatif sehingga menjadi parpaduan harmonis antara pendekatan doktriner dan saintifik, dan lebih merupakan proses learning (proses pendidikan) ketimbang hanya proses teaching (proses pengajaran). Hal ini dimaksudkan dalam upaya untuk meningkatan kecerdasan, yang tidak hanya sekedar pengisian intelektual, tapi juga pembentukan kepribadian dan watak.

Selain kebutuhan aspek kognitif dan psikomotorik, aspek iman (afektif) juga dapat tersaji dan terpenuhi dalam satu kesatuan yang utuh lewat berbagai metodologi dan pola pengajaran pendidikan Islam di zaman ini. Oleh karena itu, pendidikan Islam diharapkan dapat menghasilkan sumberdaya manusia yang bermutu, berkualitas dalam bidang intelektual dan yang paling mendasar nilai-nilai moral-agama selalu membimbingnya, sehingga menciptakan situasi serta kondisi sedemikian rupa dalam membangun peradaban saat ini dan di masa depan. []

Tags: GontorProf Wan DaudUNIDAUniversitas Islam
Share31Tweet20Send
Previous Post

PT Capital Life Tunaikan Zakat via BAZNAS

Next Post

Kapal Israel Berlabuh di Dubai Setelah Ledakan Misterius

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

30 October 2026
Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

29 October 2026
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

30 October 2026
Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

0
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

0
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

0
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

0
Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

0
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

5 November 2026
Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

5 November 2026
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

5 November 2026
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

5 November 2026
Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

5 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result