Jakarta, Gontornesw — Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana tanah longsor. Di bulan Maret ini, sejumlah daerah di Indonesia masih rawan mengalami bencana yang umumnya dipicu oleh hujan deras dalam waktu cukup lama.
Berdasarkan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), potensi gerakan tanah masih berpotensi terjadi di sepanjang Pulau Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, hingga Papua. Kejadian gerakan tanah diperkirakan dominan terjadi di wilayah timur Indonesia.
“Kejadian gerakan tanah masih mungkin terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Kejadian berupa tanah longsor ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dengan durasi lama, sifat tanah yang gembur menambah beban bila terkena hujan, apalagi dengan drainase yang kurang baik,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Ego Syarial.
Data Badan Geologi menyebutkan, gerakan tanah longsor yang merupakan bencana hidrometeorologi, misalnya terjadi di Cianjur, Jawa Barat dan Kulonprogo, Jawa Tengah belum lama ini. Bencana tanah longsor yang cukup parah tersebut dipicu oleh curah hujan yang tinggi di daerah (tanah) yang gembur.
“Oleh karena itu kami mengimbau masyarakar untuk lebih waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Gerakan tanah atau longsor merupakan bencana yang paling berbahaya, memakan korban jiwa paling banyak, dan paling membunuh dibandingkan erupsi gunung api dan gempa bumi dengan skala besar,” kata Ego.
Data Badan Geologi juga menyebutkan bahwa Jawa Barat merupakan wilayah yang rentan terjadi pergerakan tanah, karena banyak terdapat lereng dan sifat tanahnya sensitif terhadap air. Selain itu, wilayah provinsi ini juga berada di pertemuan tiga lempeng yang terus bergerak setiap harinya, sehingga sifat tanahnya gembur.
Sejumlah wilayah di Jabar tercatat memiliki potensi pergerakan yang tinggi, berdasarkan data historis dan penelitian yang dilakukan Badan Geologi setiap bulan. Wilayah yang rentan itu antara lain, Kabupaten Bandung Barat, Garut, Tasikmalaya, Cianjur, Sumedang, Bogor, dan Sukabumi.[DJ]





















