pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Thursday, 8 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Hijrah Pilar Semangat Kebangkitan Islam

Oleh Edithya Miranti

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
16 July 2023
in Laput
0
Foto: sindonews.com

Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah sebagai langkah awal strategis bagi kebangkitan Islam dan umat Islam di dunia. Sederet perjalanan panjang serta perjuangan berat pun telah dilalui Rasulullah beserta para sahabatnya, karena selalu ada musuh Islam yang memburu mereka dan tak senang dengan penyebaran agama Tauhid ini.

Kepada Majalah Gontor, Dr KH Ahmad Fauzi Tidjani MA lebih jelas menegaskan bahwa hijrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya karena pada saat itu kaum kafir Quraisy berkomplot hendak membunuh Nabi SAW dan para pengikutnya. Kaum Quraisy menentang keras penyiaran Islam yang dilakukan oleh Nabi SAW karena gerakan Nabi Muhammad itu dianggap sebagai ancaman yang hendak meruntuhkan tradisi dan kepercayaan politeistik kaum Quraisy.

“Nabi Muhammad dan para sahabatnya yang jumlahnya sangat sedikit lantas melaksanakan hijrah dari Mekkah ke Madinah, mencari tempat yang aman dan strategis dalam rangka menyebarkan agama Islam,” ucap Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura tersebut.

Apabila dianalisis dari sejarah di atas, makna hijrah dalam pembentukan masyarakat baru dan maju di Madinah itu, ternyata dimulai oleh Rasulullah dengan tiga langkah utama. Pertama, membangun masjid sebagai pusat kegiatan umat, pusat pemerintahan, dan kegiatan kerohanian lainnya.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Kedua, membuat ikatan persaudaraan seluruh Muslimin dengan mengenyampingkan aspek-aspek kesukuan. Ketiga, menyusun dustur (Undang-undang) yang mengatur sistem kemasyarakatan Muslimin dan menjelaskan sistem hubungan sosial antara mereka dengan pemeluk agama lainnya, terutama kaum Yahudi.

Tindakan ini sejalan dengan konsep hijrah yang dikemukakan dalam Hadits Riwayat Ahmad yang menerangkan bahwa hakikat hijrah adalah hijrah dari mental jahiliyah ke mental Islamiyah. Hijrah yang sesungguhnya adalah upaya mengubah sikap mental dari negatif menjadi positif, yaitu akhlak karimah (mulia). Sehingga dikatakan bahwa intisari kemanusiaan yaitu akhlaknya.

Dari perspektif sejarah, semua yang dilakukan Rasulullah SAW di atas merupakan kebalikan dari sifat dan sikap jahiliyah yang ditinggalkan di Mekkah. Membalikkan paradigma jahiliyah yang ada di Mekkah dan menggantikannya dengan paradigma Islamiyah dengan konsep Madinahnya. Itulah yang disebut oleh Rasulullah dengan hijrah. “Artinya, walaupun beliau memang pindah tempat, tetapi hijrah yang sesungguhnya bukan perpindahan tempat, melainkan perpindahan watak dan sifat umat,” tambah cucu KH Imam Zarkasyi, salah satu Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut.

Pada dasarnya makna hijrah adalah pindahnya seseorang dari negeri kufur menuju negeri Islam atau negeri aman. Ia juga berarti hijrah hal, yaitu berpindahnya dari kondisi yang buruk kepada kondisi yang lebih baik. Oleh karena itu Rasulullah memerintahkan beberapa sahabat untuk berhijrah menuju Habasyah yang sekarang menjadi (Ethiopia) di awal-awal masa dakwahnya.

Nabi SAW berpesan, “Berangkatlah ke negeri Habasyah, sebab di sana sedang diperintah penguasa yang tidak pernah berbuat zalim kepada seorang pun.” Maka dalam konteks ini, hijrah berarti berpindah ke negeri yang aman. Sedangkan hijrah ke Madinah merupakan hijrah menuju negeri yang beriman.

Ibnu Hajar berpendapat, “Hijrah itu dua jenis yakni lahiriyah dan batiniyah. Hijrah batin adalah meninggalkan seruan nafsu dan kehendak jahat, sedangkan hijrah lahir adalah meninggalkan fitnah untuk menjaga agama.” Oleh karena itu Rasulullah SAW bersabda, “Seorang Muslim itu adalah orang yang membuat nyaman orang-orang Muslim lainnya dari (tindakan) lidah dan tangannya. Sedangkan orang yang berhijrah itu (Muhajir) adalah orang yang meninggalkan segala larangan Allah.” (HR Bukhari)

Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah juga menjelaskan bahwa hijrah itu ada dua, pertama hijrah dengan fisik dari suatu negeri ke negeri yang lain. Sedangkan kedua adalah hijrah dengan hati menuju Allah dan Rasul-Nya. Inilah hijrah hakiki dan merupakan akar fondasi semua amalan hijrah.

Hijrah fisik hendaknya dilandasi dengan hijrah hati. Maka Muhajir adalah orang yang berhijrah dari kecintaannya kepada selain Allah menuju kecintaan kepada-Nya, dari ketergantungan kepada selain-Nya menuju kepada-Nya, dari berharap kepada selain-Nya menuju kepada-Nya. Inilah sejatinya makna firar dalam al-Qur’an Surat Az-Zariyat ayat 50 yaitu berlari dan kembali menuju Allah, yaitu lari dari sesuatu yang tidak disukai dan menyebabkan turunnya kemurkaan-Nya, menuju kondisi yang penuh dengan rahmat, kasih, dan ihsan Allah.

Hijrah semisal ini hukumnya fardhu ‘ain dan tidak berakhir hingga datangnya hari kiamat. Nabi SAW bersabda, “Hijrah itu tidak akan terputus hingga ditutupnya pintu tobat, dan tobat itu tidak pernah tertutup sampai terbitnya matahari dari barat.” (HR Abu Dawud)

Dalam Hadits ini, kata hijrah yang disertai dengan kata tobat yang memberi makna bahwa setiap kali orang yang bertobat dari dosanya dan senantiasa memperbarui tobatnya itu, maka berarti ia telah memperbarui hijrahnya menuju Allah. Demikianlah makna epistemologis hijrah yang terintegrasikan dalam bangunan Tauhid, yang landasannya tidak lain hanyalah sikap taat, ketundukpatuhan, dan keikhlasan kepada-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam QS Al-An’am ayat 162.

Di samping itu, hijrah adalah salah satu bentuk solusi atas tekanan kaum kafir dan demi efektivitas dakwah. Hijrah adalah tradisi para nabi. Nabi Ibrahim AS berhijrah tatkala seruannya bertauhid ditentang hebat oleh kaumnya. Bahkan ayahnya sendiri mengancam akan merajamnya jika Nabi Ibrahim tidak berhenti mengomentari patung-patung sesembahannya (QS 19: 46). Maka, Ibrahim pun berhijrah menuju Allah (QS 29: 26). Sebab hijrah dilakukan bukan didasari keputus-asaan, sehingga harus menyingkir ke suatu tempat. Demikian juga dengan hijrah Nabi Musa AS yang meninggalkan sanak kerabat dan tanah kelahirannya.

Tren Hijrah Kekinian

Terkait fenomena hijrah kekinian, Kiai Fauzi yang juga merupakan Pengurus Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA) ini menambahkan bahwa hijrah adalah sebuah etos dan spirit yang harus terus dirawat dalam kehidupan. “Hijrah adalah sebuah upaya keras (jihad) untuk memperbaiki kualitas hidup yang berisi dan menuju kepada kebaikan dan perbaikan dalam bingkai peribadatan,” tuturnya.

Allah SWT berfirman dalam QS An-Nisaa’ ayat 100 yang artinya, “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat/cita-cita yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya dengan berusaha keras agar kehidupan diri, keluarga, masyarakat serta bangsa berjalan pada koridor yang diridhai oleh Allah SWT, sesuai dengan tuntunan serta panduan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana yang diwarisi dan diajarkan oleh para ulama.

Inilah satu-satunya cara, yang bila cara tersebut ditempuh, maka garansinya suatu perubahan menuju kepada situasi dan kondisi kehidupan yang lebih baik dan beradab, sebagaimana yang telah Allah janjikan kepada kita pada ayat di atas.

Dalam berhijrah, secara lebih spesifik, Rasulullah berwasiat kepada kita yang artinya, “Dan orang yang berhijrah adalah orang yang telah meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (HR Imam Al-Bukhari)

Wasiat Rasulullah di atas senada dengan apa yang telah Allah wajibkan dalam QS Al-Muddatstsir ayat 5 yang maknaya, “Dan dari segala perbuatan dosa, maka hijrahlah (tinggalkanlah).”

Putra KH Mohammad Tidjani Djauhari MA itu pun lantas menggarisbawahi, “Memperkokoh niat dan mengoptimalkan daya upaya untuk menaati segala perintah dan larangan Allah, inilah esensi dari kewajiban hijrah.”

Semoga, pada awal Tahun Baru 1445 H ini, sambungnya, kita bisa mengintrospeksi diri atas segala langkah yang telah kita lewati pada tahun 1444 H, untuk kemudian mengoreksinya dan menjadikannya sebagai modal guna memperbaiki dan meningkatkan kualitas ketaatan, sehingga tidak menjadi orang yang merugi, apalagi celaka.”

Kepada Majalah Gontor, Ustadz Abi Makki, salah seorang dai nasional, dalam sebuah kajian Islami di Rumah Ilmu Al-Hilya pun turut menambahkan bahwa apabila saat ini tengah marak kita dengar kata hijrah (perubahan seseorang menjadi lebih baik), tentunya syarat pertama untuk melakukan hijrah itu sendiri yaitu dengan ilmu (agama)-nya. Maka, teruslah memperdalam ilmu agama, agar iman dan ketakwaan kita makin sempurna. []

Tags: Hijrah
Share17Tweet11Send
Previous Post

Pria Suriah Ini Batal Bakar Alkitab di Swedia

Next Post

PBNU Berikan Pembekalan bagi Santri Penerima Beasiswa Maroko

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

25 September 2026
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

1 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026
Inilah Profil Habib Salim Segaf Al-Jufri

Inilah Profil Habib Salim Segaf Al-Jufri

29 July 2018
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

0
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Tangis Haru di Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor

0
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

0
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

0
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

6 October 2026
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

6 October 2026
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Tangis Haru di Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor

5 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result