Berlin, Gontornews –- Pemerintah Jerman mulai meningkatkan upaya untuk memproteksi sejumlah perusahaan milik negara dari ‘ancaman’ investor asal Tiongkok. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membeli sahal operator jaringan tegangan tinggi 50Hertz di Neunhagen, Jerman.
Perihal pembelian saham dilakukan oleh bank milik pemerntah, KfW. KfW membeli sekitar 20 persen saham operator jaringan listri bertegangan tingggi 50Hertz sebagai upaya menangkis tawaran serupa yang dilemparkan oleh perusahaan asal Tiongkok, China State Grid.
Selain listrik, Pemerintah Jerman juga berencana untuk memveto sejumlah penjualan yang direncanakan oleh Cina Leifeld Metal Spinning yang bergerak di bidang kedirgantaraan, kimia dan otomotif.
Langkah proteksi ini dilakukana ditengah kehawatiran sejumlah engera seperti Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Australia dan Inggris tentang sepak terjang Tiongkok dalam upaya mereka memperoleh akses teknologi melaui mekanisme pengambilalihan perusahaan.
Pemerintah Jerman juga memperketat kontrol atas investasi asing yang berniat membeli kepemilikan sebuah perusahaan di atas 25 persen saham. Dari situ, pemerintah Jerman disebut akan ikut campur tangan dalam menentukan kebijakan serta kesepakatan yang terkait dengan investasi sebuah perusahaan milik negeri.
Terkait upaya proteksi pemerintah Jerman ini, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan keprihatinannya.
“Kami berharap Jerman meilhat investasi Tiongkok secara objektif, menciptakan lingkungan pasar yang adil dan terbuka terutama bagi perusahaan Tiongkok yang berniat untuk investasi di Jeran,” kata juru bicara Kemenlu Tiongkok, Geng Shuang sebagaimana dilansir Reuters.
Pemerintah Jerman lantas mengelak dan menyebut upaya tersebut dilakukan karena Jerman ingin melindungi beberapa proyek infrastruktur energi prioritas.
“Untuk alasan keamanan, pemeirntah Jerman memiliki minat yang kuat dalam melindungi infrastruktur energi,” kata Kementerian Keuangan Jerman dalam pernyataan bersama. [Mohamad Deny Irawan]























