Den Haag, Gontornews — Masjid Al-Aksa atau Al-Aksa Mecida begitu sapaan hangatnya, dahulu adalah bekas bangunan gereja. Dikutip dari website kontraktorkubahmasjid.com bahwa Masjid Al-Aksa terletak di Wagenstraat 103, 2512 AS Den Haag, Nederland/Belanda.
Pada abad ke 19 di kota ini terdapat sebuah sinagog Yahudi, yang kemudian disulap menjadi masjid oleh komunitas Muslim. Masjid Al-Aksa adalah masjid yang berdiri kokoh di antara bangunan pusat bisnis di sekitarnya.
Karena posisinya tidak berada persis di pinggir jalan raya, terkadang kerap membuat masjid luput dari pandangan para warga. Menyiasati hal tersebut, belakangan didirikan menara tinggi guna memudahkan warga menemukan Masjid Al-Aksa ini.
Gaya arsitektur Al-Aksa yang unik memang kerap menjadi sorotan banyak orang. Apalagi, ia merupakan perpaduan arsitektur sinagog Yahudi dan masjid Turki pada umumnya. Bentuk atap lancip bak gereja pada umumnya, menjadi bukti sejarah bahwa dahulu ada Tuhan selain Allah SWT yang disembah di sana.
Hingga tahun 1974, bangunan tua tersebut masih difungsikan sebagai tempat ibadah kaum Yahudi di Den Haag. Sampai akhirnya bangunan dijual karena sepi jemaat yakni pada tahun 1979.
Bangunan Sinagog Agung Yahudi di kawasan Wagenstraat 103, Den Haag ini, dibangun tahun 1844. Ia merupakan salah satu bangunan bersejarah bagi umat Yahudi terkait dengan deportasi warganya di Belanda.
Di bilangan bangunan bekas sinagog tua ini juga terdapat beberapa gedung dan monumen bersejarah bagi Yahudi. Kawasan tersebut termasuk titik berkumpulnya empat belas ribu hingga tujuh belas ribu warga Yahudi sebelum mereka dikirim ke Kamp Konsentrasi Jerman. <Edithya Miranti>

















