Bangkok, Gontornews — Perdana Menteri India, Narendra Modi, meminta kepada Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk segera melakukan repatriasi Rohingya secepatnya dengan aman dan berkelanjutan.
Modi juga disebut siap membantu Myanmar dalam mendirikan 250 rumah bagi pengungsi Rohingnya di Rakhine. Pernyataan ini disampaikan Modi kepada Suu Kyi di sela-sela pertemuan KTT ASEAN ke-35 di Bangkok Thailand.
Dalam sebuah surat yang disampaikan Menteri Luar Negeri Bangladesh, AK Abdul Momen, Menteri Luar Negeri India, S Jaishankar mengatakan bahwa proses repatriasi etnis Rohingya dilakukan demi kebaikan semua pihak yang terkait seperti India, Bangladesh dan Myanmar.
“Ini juga demi kepentingan keamanan regional yang baik dan stabil,” ungkap Jaishankar sebagaimana dilansir Dhaka Tribune.
India memuji ketegaran Bangladesh dalam menangani pengungsi Rohingya yang diprediksi mencapai 1,1 juta orang. Dua kali proses repatriasi pengungsi Rohingya gagal karena para pengungsi tidak ingin kembali ke Rakhine secara sukarela.
“Myanmar harus bertindak tegas untuk mengatasi penyebab sebenarnya yang mencegah pengungsi Rohingya untuk kembali secara sukarela,” tutur pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Bangladesh.
“Myanmar juga harus bekerjasama dengan komunitas internasional untuk menghilangkan budaya impunitas demi solusi untuk masalah yang sudah berlarut-larut ini,” tambah keterangan Kemenlu Bangaldesh.
Modi dan Suu Kyi bersepakat untuk menciptakan perdamaian di jalur perbatasan sebagai kelanjutan ekspansi kemitraan antara kedua negara. India juga siap untuk membantu Myanmar untuk memastikan kelompok-kelompok pemberontak di Myanmar tidak melintasi wilayah perbatasan Myanmar-India. [Mohamad Deny Irawan]

























