Era Digital adalah zaman modern di mana manusia akan dengan mudah menjalani kehidupan sehari-hari. Selain memiliki dampak positif, teknologi digital juga berdampak negatif, yang harus dihadapi dengan bijak.
Teknologi digital di era digital sekarang ini tentu menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian besar manusia, termasuk di Indonesia. Kemudahannya, yang membuat suatu pekerjaan lebih cepat dan efisien, tentu membuat seseorang terbantu olehnya.
Misalnya saja, saat berdakwah, penggunaan teknologi digital pastinya juga sangat dibutuhkan. Melalui alat yang dioperasikan secara otomatis dengan sistem komputerisasi, penyebaran dakwah menjadi sangat cepat.
Bahkan, karena kemudahan tersebut, dakwah yang dilakukan satu kali, bisa disaksikan oleh banyak orang, dan dapat diputar hingga berkali-kali. Selain itu, seseorang juga tidak harus menghadiri suatu majelis untuk bisa mendengarkan ceramah, cukup dengan media sosial walaupun dengan suasana yang berbeda.
Dengan memanfaatkan teknologi digital, aktivitas silaturahmi juga bisa tetap terjaga. Berbagai cara bisa dilakukan untuk tetap menjaga hubungan baik dengan saudara maupun kerabat dan sahabat-sahabat, terlebih mereka yang jauh lokasi tempat tinggalnya.
Selain itu, teknologi digital juga dapat dimanfaatkan untuk belajar. Saat ini, banyak aplikasi belajar yang didapat melalui teknologi digital. Hal itu tentunya akan mempermudah anak-anak belajar, sebab penyampaian melalui aplikasi itu pastinya sudah disesuaikan dengan kebutuhan belajar anak-anak. Demikian juga dengan orangtua, mereka akan merasa dimudahkan lantaran mudah mengontrol anak belajar di rumah dengan aplikasi tersebut.
Dalam era digital sekarang, kebanyakan dan hampir semua orang dapat mengakses teknologi digital, baik untuk kebutuhan kerja, belajar, dakwah dan lain sebagainya. Begitu juga dalam satu keluarga, hampir seluruh anggota keluarga telah memiliki barang-barang digital, seperti komputer maupun gawai.
Pemanfaatan yang benar tentunya bisa digunakan keluarga untuk saling mengecek aktivitas dan keberadaan setiap anggota keluarganya. Sehingga, tidak perlu memakan waktu lama untuk mengetahui aktivitas ataupun keberadaan anggota keluarga mereka. Itulah manfaat dari teknologi digital di era digital saat ini. Namun, selain memiliki manfaat, teknologi digital juga memiliki dampak buruk yang harus dipahami oleh setiap orang.
Untuk itu dibutuhkan kehati-hatian, serta pemahaman dalam memanfaatkan teknologi digital. Jangan sampai, teknologi digital justru membawa manusia pada perpecahan, kebencian dan memfitnah satu dengan yang lainnya. Alqur’anul Karim telah mengajarkan setiap manusia, khususnya umat Islam, dalam memanfaatkan teknologi digital, seperti bermedia sosial.
Surat Annisa ayat 114, yang artinya “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.”
Setidaknya ada tiga hal yang dianjurkan Allah Subhanahu wa Ta’alla bagi manusia melalui surat Annisa di atas. Pertama, mengajak manusia untuk bersedekah. Kedua, mengajak berbuat kebaikan kepada sesama manusia. Ketiga, saling mengingatkan pada hal-hal yang baik sehingga saling menguatkan satu sama lain.
Namun saat ini, banyak orang justru memanfaatkan teknologi digital untuk hal yang sia-sia, bahkan mereka ada yang menggunakannya untuk memecah belah umat. Padahal, jelas disampaikan bahwa Allah memerintahkan hamba-Nya untuk saling menjaga sehingga menimbulkan perdamaian demi meraih Ridha Illahi.
Selain itu, menggunakan teknologi digital harus juga menperhatikan waktu, jangan sampai karena keasyikan menggunakannya, akhirnya melupakan waktu shalat, sehingga ibadah terabaikan. Wal akhir, teknologi digital bisa membuat manusai lalai akan kewajiban terhadap Rabb-nya. Nau’udzubilla min dzalik. []





















