pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Friday, 23 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Sains

Antibodi Penjinak Virus Zika

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
20 December 2016
in Sains
0

Satu langkah menuju pembuatan vaksin baru berhasil digapai. Memasuki November 2016,  tim riset Universitas Washongton dilaporkan berhasil mengisolasi antibodi monoklonal yang terbukti mampu meredam ganasnya infeksi virus Zika.

Antibodi monoklonal itu disebut ZIKV-117. Dia diperoleh dari janin model tikus percobaan yang terinfeksi oleh virus Zika. Jurnal Nature (8 November 2016) melaporkan, antibodi tersebut diketahui berhasil menangkal infeksi janin pada tikus bunting yang terinfeksi virus Zika.

Seperti diketahui, para peneliti sebelumnya melaporkan bahwa virus Zika diyakini memicu munculnya gejala microcephaly pada janin manusia. Akibatnya, bayi-bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi memiliki kecenderungan berkepala kerdil,  lebih kecil dari ukuran normal, dan cacat bawaan lainnya.

Adanya antibodi monoklonal ZIKV-117 pada tikus-tikus bunting ternyata dapat mencegah gejala mikrosefalus pada anak tikus. Efek redam antibodi ini diharapkan juga berlaku pada makhluk lain, termasuk primata dan manusia. Studi pendahuluan menunjukkan hasil positif.

BACA JUGA

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Ilmuwan AS Temukan Metode Cegah Pemutihan Karang

Terungkap, Ular Derik Nyaman Bersama Koloninya

Indikasi positif itu tentu saja membuka jalan dikembangkannya vaksin atau teknik imunisasi menggunakan antibodi virus zika. Para peneliti optimis jalan menuju pembuatan vaksin Zika sudah terbuka lebar. Pengobatan dengan injeksi langsung antibodi monoklonal ZIKV-117 juga dimungkinan untuk mengurangi risiko infeksi Zika pada manusia, utamanya kalangan ibu hamil.

Vaksin Zika



Temuan antibodi monoklonal diaharapkan mempercepat hadirnya vaksin vaksin anti-Zika efektif, kata James Crowe Jr,  direktur Vanderbilt Vaccin Center. Dia melakukan riset bersama dengan Michael S. Diamond  dari  Universitas Washington.

“Secara alami, antibodi monoklonal itu dapat ditumbuhkan pada manusia. Ini dapat menjadi solusi intervensi  medis pertama  untuk mencegah infeksi Zika dan munculnya kerusakan janin,”  tambah Crowe, yang juga  peneliti utama Departemen Kesehatan Anak pada  Ann Scott Carell serta  Profesor Bidang  Patologi, Mikrobiologi & Imunologi di Vanderbilt University School Medicine.

“Kami tentu saja sangat gembira karena data menunjukkan kita mungkin dapat memanfaatkan  antibodi hasil isolasi itu untuk tindakan medis pada wanita hamil yang terinfeksi Zika,” tegasnya.

Diamond menamnahkan: “Kami melihat ada potensi yang luar biasa dan luasnya efek penghambatan dari   ZIKV-117 terhadap lanju infeksi virus Zika.”   “Antibodi tersebut terbukri dapat dapat menghambat infeksi oleh virus Zika strain dari Afrika dan Amerika . Efeknya positif pada pada kultur sel dan pada hewan percobaan, termasuk mencegah dampak infeksi selama kehamilan.”

Bersama Jane M Bursky, Michael S Diamond termasuk pimpinan pada Pusat Program Imunologi Manusia di Washington University.

Vektor Penularan

Seperti diketahui, Zika adalah virus yang ditularkan nyamuk Aedes aegypty.  Dia telah telah muncul sebagai  wabah baru yang mengancam kesehatan masyarakat global. Selain terkait dengan munculnya  cacat lahir bawaan, Zika  juga telah dikaitkan dengan munculnya sindrom Guillain-Barre, serta gangguan neurologis yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian janin dan balita.

Sejak wabah besar dilaporkan di Brazil tahun lalu, infeksi Zika dilaporkan telah mewabah di seluruh Afrika, Asia, Pasifik, dan Amerika, termasuk kawasan Miami-Dade County, Florida di AS.

Sebelum mendalami Zika, selama 15 tahun terakhir, Crowe dan rekan-rekannya telah mengembangkan metode-efisiensi tinggi untuk mengisolasi antibodi monoklonal manusia yang dapat menetralisir berbagai virus, antara lain  Ebola dan HIV/AIDS.

Laboratorium Crowe dan Diamond  selama ini telah berkolaborasi dalam berbagai proyek riset. Termasuk riset untuk pengambangan  senyawa antibodi monoklonal  manusia  untuk mengatasai wabah  demam berdarah (Dengue), West Nile, Chikungunya, dan sekarang virus Zika.

Antibodi monoklonal Zika  dibuat dari klon tunggal sel B, sejenis sel darah putih, yang telah menyatu dengan sel-sel myeloma (kanker) yang cepat tumbuh (hibridoma).  Teknik ini telah  memungkinkan peneliti dapat cepat menghasilkan antibodi dalam jumlah besar dengan target virus patogen  tertentu.

Dalam penelitian ini, para peneliti telah mengisolasi antibodi dari darah orang  yang sebelumnya sudah  terinfeksi virus Zika di berbagai belahan dunia. Antibodi bereaksi terhadap protein “E” yang banyak terdapat pada permukaan virus.

Para peneliti kemudian membiakkannya dengan teknik replikasi  antibodi monoklonal. Dalam penelitian dengan kultur sel, mereka mengidentifikasi satu, ZIKV-117, yang terbilang dominan dapat menetralkan dampak infeksi beberapa strain virus Zika. Dari ujicoba menggunakan tikus percobaan, suntikan antibodi pada hewan yang  terinfeksi oleh virus Zika berhasil mencegah berkembangnya penyakit dan kematian. Antibodi ini juga terindikasi dapat mengurangi risiko penularan Zika dari ibu ke janin.

Mendapat dukungan dana dari National Institutes of Health  (NIH), riset pengembangan antibodi monoklonal Crowe dan Diamond  juga banyak dibantu oleh Gopal Sapparapu (asisten profesor  Pediatrics di Lab Crowe), Estefania Fernandez seorang mahasiswa pascasarjana di Laboratorium Diamond), serta  Nurgun Kose (peneliti senior bidang antibodi di Laboratorium Crowe).

Wabah Asia

Memasuki September 2016, virus zika mewabah di kawasan Asia Tenggara. Mula-mula muncul di Singapura, kemudian merambat ke negara tetangganya. Mulai Thailand, Filipina,  Indonesia, Malaysia, dan Vietnam. ASEAN mendekati darurat zika.

Dalam satu bulan terakhir virus ini telah meinfeksi 333 warga di Singapura, 41 di antaranya melalui transmisi lokal. Pemerintah Singapura mulai khawatir dan menyerukan kerjasama regional ASEAN untuk menanganinya secara bersama.

Wabah zika kemudian bergerak ke Thailand. Sedikitnya 100 kasus dilaporkan otoritas kesehatan di Bangkok. Kasus serupa telah menimpa sejumlah warga di Filipina, Indonesia, Vietnam, dan Malaysia. Menteri Kesehatan Malaysia, S Subramaniam, mengkonfirmasi kasus zika pertama menyerang wanita hamil di Johor.

Di Indonesia, virus zika muncul pertama 1977 di Klaten, Jawa Tengah. Temuan berdasarkan observasi kasus 1977-1978. Kasus berikutnya ditemukan peneliti Lembaga Biologi Molekuler Eijkman 2014/2015 di Jambi. Yang terbaru, menurut Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Jane Soepardi, kasus jika menimpa warga Batam, Riau.

Potensi Wabah

Menurut kajiam tim London School of Hygiene and Tropical Medicine, Oxford University dan University of Toronto, Kanada,  sekitar dua juta orang Asia dan Afrika terancam infeksi zika. Kepada The Lancet Infectious Diseases, mereka menyebut warga di India, Indonesia, dan Nigeria paling rentan tertular. ‘’Sebagian besar penduduk tiga negara ini tinggal di lingkungan yang sulit untuk melakukan deteksi, pencegahan dan merespon virus,’’ tulisnya.

Menurut WHO, hingga kini, zika telah menyebar ke sedikitnya 72 negara. Dari jumlah itu, 55 negara –antara lain Brazil, AS, dan Singapura–  termasuk katagori rawan wabah; 4 negara (Indonesia, Thailand, Filipina dan Vietnam) temasuk wilayah endemik penularan zika; dan 13 negara (Chili, Kamboja, Laos, Gabon, Malaysia) termasuk kawasan terdampak.   ‘’Suhu hangat selama musim panas juga menguntungkan nyamuk hidup lebih lama,’’ kata peneliti Oliver Brady.

Profesor virologi molekular, Jonathan Ball, mengatakan aktivitas perjalanan dan perdagangan akan menyebarkan viza ke seluruh dunia. “Ini adalah virus yang menyebar selama bertahun-tahun di Afrika, Asia dan lainnya, banyak orang sudah tertular,” tegasnya. Menurut David Heymann, Kepala Komitee Darurat Zika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penularan virus zika tergolong cepat menyebar.

Dedi Junaedi

 

Tags: AntibodiPenjinakVirus Zika
Share16Tweet10Send
Previous Post

Tiga Muslim Ditembak Saat Shalat di Masjid Swiss

Next Post

89% Responden Tak Setuju Non-Muslim Jadi Kepala Daerah

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

19 October 2026
Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

19 October 2026
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

21 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

16 October 2026
Pemuda, Masjid, dan Masa Depan Peradaban Islam

Pemuda, Masjid, dan Masa Depan Peradaban Islam

0
Peringati Hari Santri, HNW Minta RUU Sisdiknas Tetap Posisikan UU Pesantren sebagai Lex Specialis

Peringati Hari Santri, HNW Minta RUU Sisdiknas Tetap Posisikan UU Pesantren sebagai Lex Specialis

0
ilutsrasi sunan kalijaga

Sunan Kalijaga: Menyebarkan Islam Melalui Seni dan Budaya

0
Pengurus IKPM Trenggalek dan Tulungagung Resmi Dikukuhkan

Pengurus IKPM Trenggalek dan Tulungagung Resmi Dikukuhkan

0
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

0
Peringati Hari Santri, HNW Minta RUU Sisdiknas Tetap Posisikan UU Pesantren sebagai Lex Specialis

Peringati Hari Santri, HNW Minta RUU Sisdiknas Tetap Posisikan UU Pesantren sebagai Lex Specialis

22 October 2026
ilutsrasi sunan kalijaga

Sunan Kalijaga: Menyebarkan Islam Melalui Seni dan Budaya

22 October 2026
Pemuda, Masjid, dan Masa Depan Peradaban Islam

Pemuda, Masjid, dan Masa Depan Peradaban Islam

22 October 2026
Perjuangan Warga Dirikan Sekolah Gratis di Yaman

Strategi Guru Menumbuhkan Kualitas Iman Siswa

22 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menjadi Alumni Gontor Menjadi Santri Sepanjang Hayat

22 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .

Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini. 
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan Mini

Link pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mg

atau bisa lihat di link Bio.

#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalah

Jangan sampai kehabisan.

Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-baju

kontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result