Jakarta, Gontornews — Ada banyak perubahan yang bisa terjadi pada tubuh ketika berpuasa. Salah satunya perubahan pada kadar gula darah. Berpuasa bisa menurunkan kadar gula dalam tubuh. Ini disebabkan karena tubuh tidak mendapatkan asupan gula selama belasan jam. Itulah mengapa dianjurkan untuk berbuka dengan makanan atau minuman yang manis untuk menaikkan kembali kadar gula darah.
Namun, ini juga bukan berarti bebas melahap kolak dan kawan-kawannya secara berlebihan saat berbuka puasa. Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis selama bulan puasa bisa membuat kadar gula darah terlalu tinggi, sehingga berisiko terkena diabetes.
Karena itu, penting sekali untuk menjaga kadar gula darah tetap seimbang selama puasa. Berikut kutipan dari halodoc untuk mengetahui berapa kadar gula darah yang normal saat puasa.
Sebenarnya kadar gula darah normal tidak terpaku pada satu angka yang pasti. Kadar ini bisa berubah-ubah, seperti sebelum dan sesudah makan atau juga menjelang tidur. Begitu juga saat berpuasa.
Kisaran Gula Darah yang Normal Saat Puasa
Setelah makan, sistem pencernaan tubuh akan memecah karbohidrat menjadi gula atau glukosa yang akan diserap oleh aliran darah. Zat tersebut sangat penting sebagai sumber energi untuk sel-sel tubuh. Darah mengalirkan zat gula ke sel-sel tubuh untuk diolah menjadi energi.
Namun, untuk memasuki sel-sel tersebut, zat gula ini harus melewati sebuah “pintu”. Hormon yang berperan dalam membuka “pintu” yaitu insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Setelah memasuki sel, zat gula ini akan dibakar menjadi energi yang perlukan untuk beraktivitas.
Kelebihan gula dalam tubuh akan disimpan di hati untuk digunakan di kemudian hari. Nah, cadangan gula inilah yang akan digunakan oleh tubuh saat berpuasa agar tubuh tetap bisa mendapatkan energi meski tidak mendapatkan asupan.
Itulah sebabnya kadar gula darah dalam tubuh bisa berada di angka yang cukup rendah saat berpuasa, karena tubuh mungkin saja menggunakan cadangan gula yang tersimpan di hati sampai habis.
Normalnya, sebelum makan, kadar gula darah berkisar antara 70–130 miligram per desiliter. Kemudian, dua jam setelah makan, kadar gula darah akan meningkat menjadi kurang dari 140 miligram per desiliter. Namun, setelah tidak makan sama sekali (puasa) selama setidaknya delapan jam, kadar gula darah akan menurun menjadi kurang dari 100 miligram per desiliter.
Kondisi ini normal. Namun, bila kadar gula darah kurang dari 90 miligram per desiliter, sebaiknya mulai berhati-hati. Apalagi bila kadar gula darah kurang dari 70 miligram per desiliter, sebaiknya membatalkan puasa karena kondisi tubuh akan semakin menurun bila dipaksakan.
Bila mulai merasa kurang fokus, banyak berkeringat yang biasanya terjadi di tangan, dan jantung berdebar, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter atau rumah sakit. Karena kondisi tersebut, menunjukkan bahwa kadar gula darah sudah sangat rendah.
Jika mengalami gejala-gejala tersebut sebaiknya membatalkan puasa dan segera mengonsumsi air gula, teh manis, jus buah, dan minuman manis lainnya.
Sedangkan bagi pengidap diabetes, kadar gula darah dianggap berbahaya bila sudah berada di kisaran 126–300 miligram per desiliter. Untuk itu, kadar gula darah pengidap diabetes harus dipantau selama puasa.
Bila kadar gula darah meningkat hingga di atas kadar normal, pastikan tubuh tidak kekurangan cairan dengan minum banyak air putih. Pasalnya, kekurangan cairan bisa membuat darah mengental, sehingga merembet ke jantung dan berakibat pada penyakit stroke. [Fath]






















