Paris, Gontornews — Otoritas Prancis mengatakan Selasa (20/10) bahwa mereka akan menutup Masjid Agung de Pantin di pinggiran Paris menyusul pemenggalan kepala seorang guru yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW kepada para siswanya.
Masjid di pinggiran kota yang padat penduduk di timur laut Paris itu telah menerbitkan video di halaman Facebook-nya beberapa hari sebelum pembunuhan mengerikan pada hari Jumat. Video itu mencerca pilihan materi pembelajaran Samuel Paty untuk diskusi kelas tentang kebebasan berekspresi, kata sumber yang dekat dengan penyelidikan.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan masjid di Pantin, yang memiliki sekitar 1.500 jamaah, akan ditutup pada Rabu (21/10) malam selama enam bulan.
Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin telah bersumpah bahwa “tidak akan ada jeda satu menit pun bagi musuh-musuh Republik.”
Perintah itu muncul setelah polisi pada Senin (19/10) melancarkan serangkaian penggerebekan yang menargetkan jaringan ekstremis, terutama di wilayah Paris.
Paty (47), diserang dalam perjalanan pulang dari sekolah menengah pertama tempat dia mengajar di Conflans-Sainte-Honorine, 40 kilometer (25 mil) barat laut ibukota, Paris.
Foto Paty dan pesan yang mengakui pembunuhannya ditemukan di ponsel pembunuhnya, Chechen Abdullakh Anzorov yang berusia 18 tahun, yang juga memposting gambar tubuh yang dipenggal di Twitter.
Anzorov ditembak mati oleh polisi.
Menteri Pendidikan Jean-Michel Blanquer mengatakan pada hari Selasa bahwa Paty secara anumerta akan dianugerahi penghargaan tertinggi Prancis, Legiun Kehormatan, yang telah “menjadi martir” karena profesinya.
Pembunuhan itu didahului oleh kampanye online yang sengit melawan Paty dan pihak sekolah, yang dipimpin oleh ayah dari seorang siswi.
Pihak sekolah mengatakan, Paty telah memberi siswa Muslim pilihan untuk meninggalkan kelas.
Ayah yang memposting video yang dibagikan oleh masjid Pantin ada di antara 15 orang yang ditangkap setelah pembunuhan, bersama dengan seorang radikal dan empat anggota keluarga Anzorov.
Darmanin menuding ayah dan kelompok radikal tersebut telah mengeluarkan “fatwa” terhadap gurunya.
Pada hari Selasa, ketua masjid Pantin, M’hammed Henniche, mengatakan bahwa dia telah membagikan video tersebut bukan untuk “memvalidasi” keluhan tentang kartun tersebut, tetapi karena takut bahwa anak-anak Muslim diasingkan di kelas.
Empat murid yang dicurigai menerima uang karena menunjukkan Paty kepada pembunuhnya juga ditahan pada hari Senin. []


























