pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Monday, 9 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nusantara

Geliat Pemuda Mendorong Transformasi Desa di KTM Rawa Pitu

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
10 years ago
in Nusantara
0

BACA JUGA

LAZISNU Tuban Salurkan Seribu Ayam Petelur

Pemda Bogor Berangkatkan 103 Marbot dan Satgas Umrah via Khadim Wisata

Hari Santri 2026, Nagan Raya Gelar Lomba Pidato Arab dan Turnamen Olahraga

Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

Tulangbawang, Gontornews — Rawa Pitu adalah nama Kota Mandiri. Kawasan ini berjarak ± 180 km dari Kabupaten Tulang Bawang dengan luas wilayah 11.995 ha. Rawa Pitu merupakan pemekaran wilayah yang berasal dari sebagian Kecamatan Penawar Tama dan sebagaian dari Kecamatan Rawajitu Selatan yang disahkan dalam Perda No. 7 Tahun 2005.
Ketua Himpunan Wirausaha Transmigrasi Kecamatan Rawa Pitu Lampung Nurhadi bercerita, pada tahun 2011, Rawa Pitu resmi sebagai Kawasan Terpadu Mandiri yaitu sebuah konsep pembangunan wilayah yang diinisiasi Kementerian Desa Daerah Tertinggal untuk membangun sebuah kawasan transmigrasi agar menjadi kawasan yang lebih maju yang didukung program kota terpadu mandiri.
Secara pelan dan pasti, daerah ini memulai transformasi dari desa menjadi kota, dimana semua akses yang ada di kota seperti bank, lembaga keuangan, pasar, infrastruktur dan alat produksi modern diterapkan di desa dengan nuansa kota tersebut.
“Rawa Pitu menuju kawasan pedesaan modern dengan nuansa kota,” paparnya.
Nama Rawa Pitu berasal dari daerah yang berupa Rawa dan Pitu diambil dari Sungai Pidada dan Sungai Tulang Bawang yang mengapit Rawa Pitu. Rawa Pitu terdiri dari 9 desa diantaranya Ds Sumber Agung, Ds Batanghari, Ds Panggung Mulyo, Ds Rawa Ragil, Ds Andalas Cermin, Ds Dutayoso Mulyo, Ds Kedung Jaya, Ds Bumi Sari dan Ds Mulyo Dadi.
Mayoritas penduduknya petani padi, tapi untuk Ds Batanghati sebagian warganya sempat beralih ke perkebunan kelapa sawit. Karena gejolak harga kelapa sawit pun tidak menentu, sebagian warga beralih menanam singkong dan jagung.
Program KTM yang menjadi program pemerintah telah mengangkat derajat para petani lebih tinggi dari pekerja kantoran. Nyatanya dengan didukung alat pertanian modern serta sarana transportasi yang memadai, para petani semangat mengolah dan mengelola hasil pertanian dan perkebunan.
“Pemerintah melalui program KTM berhasil membangun pasar induk KTM Rawapitu serta menyediakan alat pengolahan padi terintegrasi yang canggih dengan kapasitas mencapai 3 ton per jam,” tuturnya.
Andalkan Hasil Alam
Nurhadi menjelaskan, sejak kawasan ini bertransformasi dari pedesaan menuju perkotaan, Rawapitu mulai dikenal sebagai pusat pengembangan pertumbuhan ekonomi berbasis agribisnis pertanian dan perkebunan, serta berpilar pada kegiatan ekonomi sekunder berupa industri dan perdagangan. Warga desanya juga bahu membahu membangun agrobisnis dengan memperhatikan kelestarian sumber daya alam, sosial dan budaya.
KTM Rawa Pitu, lanjut Nurhadi memiliki luas lahan pertanian 10.120 Ha yang terdiri dari persawahan seluas 8.319 Ha dan lahan kering seluas 1.801 Ha. Rata-rata, lahan seluas 1.025 Ha mampu menghasilkan padi 44.294 Ton/ tahun, lahan 464 Ha menghasilkan jagung 1.767 Ton/ tahun, lahan 170 Ha menghasilkan ubi jayu 3.318 Ton/ tahun, lahan 6 Ha menghasilkan ubi jalar 49 Ton/ tahun dan lahan 8 Ha menghasilkan kacang kedelai 9,60 Ton/ tahun.
Di sektor perkebunan, Rawa Pitu juga mampu berproduksi 9,10 ton tanaman karet per tahun diatas lahan 218 Ha. Sedangkan tanaman kopi dengan lahan 33,50 Ha menghasilkan produksi 6,95 ton / tahun, dan tanaman kelapa dalem dengan luas 160 Ha berproduksi 33,75 Ton/ Tahun.
Di sektor peternakan, kawasan ini juga memiliki ternak sapi 1.227 ekor dengan produksi daging 34.452 Kg, kerbau 164 ekor, kambing 5.722 ekor dengan produksi daging 7.984,09 Kg, domba 263 ekor, ayam ras 1.500 ekor dengan produksi daging 8.066,95 Kg, ayam buras 79.743 ekor dengan produksi daging 7.589,90 Kg dan produksi telur 43.758,43 kwintal, serta itik 4.005 ekor dengan produksi daging 167,21 Kg.
“Dengan meningkatkan hasil panen pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian masyarakat,” papar Nurhadi.
Selain menggali hasil pertanian dan perkebunan, KTM Rawa Pitu juga memiliki beberapa industri kecil dan kerajinan rumah tangga seperti adanya industri kayu , industri makanan dan minuman. Untuk itu pada tahun 2003 pemerintah telah membangun sarana transportasi darat untuk mengurangi transportasi air yang menjadi andalan warga saat itu. Program ini berlanjut dengan dibangunya jembatan yang menjadi penghubung Rawa Pitu dengan daerah sekitar sekaligus menjadi sarana merintis perlintasan pesisir utara di Tulang Bawang.
“Kita bahu membahu membangun kawasan transmigrasi agar menjadi kawasan yang maju,” kata Nurhadi menjabarkan.
Tujuan pengembangan KTM Rawa Pitu, lanjut Nurhadi adalah peningkatan skala ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Rawa Pitu, melalui percepatan kegiatan ekonomi pembentukan KTM berbasis agribisnis dengan memperhatikan kelestarian, kekayaan sumber alam dan lingkungan serta sumber daya social dan budaya.
Peran Pemuda
Peran Nurhadi di kawasan terpadu ini cukup sentral. Pria yang memiliki keturunan dari Jogjakarta, daerah asal orangtuanya, ini dikenal sebagai pemuda yang menjadi penggerak produktifitas masyarakat setempat. Ia selalu hadir memberikan arahan dan bimbingan terhadap anak-anak yang lulus sekolah agar bisa mengembangkan potensi alam pedesaan.
“Kebanyakan mereka yang lulus sekolah inginnya segera mendapatkan pekerjaan di kota sehingga tak terfikir untuk kuliahm,” tuturnya.
Namun faktor biaya selalu menjadi kendala utama. Oleh karena itu Nurhadi menyiasatinya dengan mengajak berlatih menanam jamur yang hasilnya bisa untuk biaya kuliah. Nurhadi juga memanfaatkan lahan luas yang bisa digunakan sebagai sarana budidaya tanaman jamur. Selain itu Nurhadi juga membuka Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Citra Gemilang Sejahtera yang pada tanggal 15 September 2015 telah berusia setahun.
Beberapa produk yang ditawarkan adalah pembiayaan syariah, simpanan pelajar cerdas, simpanan hari pernikahan, simpanan hari raya dan simpanan kurban masyarakat (sikurma). Memang awalnya berat, selain namanya baru, banyak cemohan yang ia terima. Berita buruk tentang koperas pun menjadi tantangan di masyarakat. Tapi dengan ketekunan dan kerja kerasnya KJKS CGS telah memiliki 1.500 anggota dengan omset sekitar 3 miliyar.
“Untuk mendukung kegiatan pemberdayaan di masyarakat kami selalu berinovasi,” tandas pria kelahiran Lampung ini.
Alhasil, beberapa produk pertanian Rawa Pitu sering tampil dalam event pameran produk nasional. Salah satu produk unggulan pertanian dari daerah Rawa Pitu yaitu Beras Hitam. Bedanya dengan beras jenis lain, beras ini memiliki kadar gula yang rendah sehingga menyehatkan dan bisa mencegah menyakit diabetes.
“Produk pertanian ini bisa menjadi salah satu alternatif pengobatan penyakit diabetes. Harga per kilonya berkisar antara 25 ribu,” papar pria yang selalu aktif di masyarakat ini. [Ahmad Muhajir/DJ]







Tags: DesaKTMPemudaRawa PituTransformasi
Share24Tweet15Send
Previous Post

Ini Dia Jurus Yoyok Kelola APBD Batang

Next Post

Perjuangan Transmigran Dukung Percepatan Pembangunan

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

2 November 2026
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

1 November 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

0
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

0
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

0
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

8 November 2026
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

8 November 2026
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

7 November 2026
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

7 November 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result