pesanan-majalah-edisi-khusus
35 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 11 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Mahfudzat

Hakikat Manusia Merdeka

Oleh Fahman Mumtazi

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
6 February 2018
in Mahfudzat
0
Hakikat Manusia Merdeka

Seorang budak dipukul dengan tongkat, dan orang merdeka cukup dengan isyarat.

Kata budak dalam bahasa Inggris disebut slave, diambil dari kata slav, merujuk kepada bangsa Slavia (kini Eropa Timur) yang banyak ditangkap dan dijadikan budak saat peperangan pada awal abad pertengahan, yaitu periode sejarah Eropa sejak bersatunya kembali daerah bekas kekuasaan Romawi Barat di bawah prakarsa Raja Charlemagne pada abad ke-5 Masehi hingga munculnya monarki-monarki nasional.

Ketika itu dimulai penjelajahan samudera, kebangkitan humanisme, serta reformasi Protestan dengan dimulainya renaisans pada 1517. Namun, praktik perbudakan terjadi jauh sebelum itu. Buktinya, ditemukan makam prasejarah di Mesir Bawah yang diperkirakan ada sejak 8000 SM yang menandakan bahwa masyarakat Libya telah memperbudak suatu suku.

Pada catatan terawal, perbudakan sudah dianggap sebagai institusi yang mapan. Kode Hammurabi (1760 SM) contohnya, menyatakan bahwa hukuman mati dijatuhkan bagi siapa saja yang membantu seorang budak melarikan diri sebagaimana orang yang menyembunyikan buronan.

BACA JUGA

Disiplin Waktu Tanpa Malu

Resolusi untuk Revolusi

Mengamalkan Ilmu

Adab dan Syarat Menuntut Ilmu

Letak Kemuliaan Seseorang

Perbudakan dikenal hampir dalam semua peradaban kuno, termasuk Sumeria, Mesir Kuno, Tiongkok Kuno, Imperium Akkad, Asiria, India Kuno, Yunani Kuno, Kekaisaran Romawi, orang Ibrani di Palestina dan masyarakat sebelum Columbus di Amerika.

Institusi tersebut berupa gabungan dan perbudakan-hutang, hukuman atas kejahatan, perbudakan terhadap tawanan perang, penelantaran anak, dan anak dari rahim seorang budak. Hidup menjadi seorang budak bukanlah impian manusia mana pun di bumi ini.

Budak adalah manusia yang terenggut hak asasinya sebagai manusia bebas dan bermartabat. Mereka adalah manusia yang tereksploitasi secara fisik maupun psikis. Apapun yang dikehendaki tuannya harus dilakukan. Jika tidak, hukuman pun menanti.

Kehidupan para budak sungguh menyedihkan, dalam kasus perbudakan yang terjadi di Amerika pada abad ke14 sampai abad ke-18, setiap hari mereka harus bekerja keras dari matahari terbit hingga terbenam, tanpa gaji dan mendapat perlakuan kasar.

Untuk tempat berlindung, para budak harus membangun rumahnya sendiri dengan bahan seadanya. Sedangkan untuk makan, mereka makan makanan seadanya. Dalam setahun hanya diberi tiga pakaian. Mereka dilarang untuk berbicara dengan sesama budak dengan bahasa mereka.

Para budak tidak diperbolehkan belajar membaca dan menulis, namun pada hari Ahad mereka diizinkan ke gereja. Jika lalai dalam melaksanakan perintah tuannya, siksaan berupa cambuk, pukulan, dan tendangan siap menanti.

Tidak bisa dibayangkan betapa perihnya hidup menjadi seorang budak. Namun, praktik perbudakan ini hilang secara berangsur di Amerika di bawah Presiden Abraham Lincoln (1863) melalui dekrit Proclamation of Emancipation.

Efek perbudakan tidak serta-merta tuntas dalam kurun waktu beberapa tahun saja, tapi masih kita rasakan sampai sekarang. Munculnya rasisme di berbagai belahan dunia adalah sisa-sisa paham yang sulit hilang.

Teori evolusi yang digagas Darwin juga turut menambah subur praktik perbudakan yang terjadi. Ini menarik jika dilihat dari sudut pandang teologi, di mana manusia berada di posisi hamba yang harus patuh kepada Tuhan. Jika memang demikian, lalu pukulan dan siksaan seperti apa yang Tuhan berikan kepada manusia untuk mengikuti perintah-Nya? Benarkah kita telah merasakan hal itu selama hidup? Tersiksakah manusia selama hidup di dunia?

Tuhan tidak menganggap manusia sebagai makhluk yang harus dikekang dan dibatasi. Manusia dianggap mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya selama di dunia. Manusia bebas memilih, namun Tuhan memberikan isyarat-isyarat dan petunjuk dalam Kitab Suci. Maka menjadi manusia adalah menjadi makhluk yang bebas, merdeka, dan lepas dari kekangan.

Manusia dikatakan budak atau hamba adalah mereka yang menyiksa diri sendiri, menyiksa nuraninya sebagai seorang manusia. Mereka tidak merasa sakit secara fisik, tetapi sakit secara hati dan nurani. Tertawa setelah melakukan yang diingkari hatinya adalah sebuah bentuk kebohongan. Mereka telah melakukan kekeliruan. Artinya, mereka menolak kemerdekaan dengan mengindahkan isyarat dan memilih menjadi budak Tuan yang lain.

Siapa Tuan yang memalingkan mereka dari sebaikbaiknya Tuan? Yaitu Tuan Nafsu dan keserakahan. Budak nafsu akan selalu menyiksa nuraninya, sedangkan orang yang merdeka adalah mereka yang mampu menangkap isyarat dan melaksanakan perintah Tuannya.[]

Tags: BudakMerdeka
Share299Tweet187Send
Previous Post

Keabadian Persahabatan Hakiki

Next Post

Aktivis Tuntut Inggris Batalkan Kunjungan Mohammed Bin Salman

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

5 September 2026
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

0
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

11 September 2026
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result