pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 25 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Ikhtiar Meraih Takdir Allah yang Lebih Baik

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
6 years ago
in Laput
0
Foto: anadolu agency

Pandemi virus corona telah melumpuhkan banyak negara dan mempengaruhi segala lini kehidupan. Beberapa negara juga memberlakukan kebijakan lockdown atau karantina wilayah guna membatasi penularan virus ini.

Ketua Departemen Dakwah Pimpinan Pusat Ikatan Da’i Indonesia (PP Ikadi) Dr KH Atabik Luthfi MA menjelaskan, di tengah wabah COVID-19 seperti saat ini mencegah wabah merupakan langkah yang tepat. Langkah semacam ini pun pernah dilakukan pada masa Umar bin Khattab, saat terjadi wabah penyakit di Syam, Syria.

“Ketika itu beliau dalam perjalanan bersama beberapa pasukan dari Madinah ke Syam. Begitu mendengar informasi ada wabah, beliau segera meminta semua kembali ke Madinah, dan meminta yang berada di Syam tidak keluar dari kota tersebut,” jelasnya kepada Majalah Gontor.

Kemudian, terjadi dialog antara Umar dan Abu Ubaidah. Abu Ubaidah yang menjadi Gubernur Syiria ketika itu mempertanyakan sikap dan kebijakan Khalifah Umar yang kembali ke Madinah. “Apakah engkau lari dari takdir Allah,” kata Abu Ubaidah. ”Ya, kita melarikan diri dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain,” jawab Umar.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Umar memberi permisalan, jika seseorang membawa sekumpulan unta ke sebuah lembah yang memiliki dua sisi, yang satu subur dan yang satu tandus. “Jika ia memutuskan untuk membawa unta-unta itu ke sisi yang subur, maka itu merupakan takdir Allah. Begitu pula jika ia membawanya ke tempat yang tandus, itu juga merupakan takdir Allah,” katanya.

Ketika menghadapi wabah corona seperti saat ini, selain ikhtiar ilmiah, ikhtiar imaniah juga sangat penting. Jadi, ikhtiar meraih takdir Allah yang lebih baik itu dengan ikhtiar imaniah seperti memperkuat iman, meningkatkan ibadah dan amal shalih, memperbanyak doa dan istighfar, serta ikhtiar ilmiah dengan meminta pandangan dari pakar kesehatan untuk melahirkan kebijakan yang memberikan keselamatan kepada seluruh umat.



“Dalam menghadapi dan menangkal virus corona, semua elemen bangsa, khususnya umat Islam, hendaknya senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan bertobat, memohon ampun, dan meninggalkan kebijakan zalim karena bisa jadi wabah ini merupakan sinyal dari Allah SWT agar umat Islam semakin mendekatkan diri kepada-Nya,” ujarnya.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan, manusia terbagi menjadi dua dalam menyikapi ujian musibah dan sejenisnya: mampu bersabar, tenang, dan tetap dalam kebaikan (ash-shabir) dan panik, bimbang, dan tidak tentu arah (al-jazi’). “Di sinilah dibutuhkan kebijakan tokoh dari kalangan umara, ulama, dan cendekiawan,” paparnya.

Selain itu, musibah juga bisa menjadi ujian persaudaraan yang hakiki untuk saling membantu sesama yang membutuhkan. Hakikat ujian itu bukan pada jenis dan bentuknya, seperti penyakit, musibah, bencana, tapi ujian hakiki ujian keimanan. Bagaimana keimanan seseorang diuji menyikapi musibah tersebut.

Tujuan ujian di antaranya untuk menyaring siapa yang penyabar dan pejuang. Bagi yang terdampak langsung akan diketahui kualitas sabar dan perjuangannya keluar dari musibah. Bagi yang tidak terdampak langsung pun akan diketahui kesabarannya terhadap yang terdampak dan kesungguhan membantu mereka dengan berbagai cara.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI Dr Anwar Abbas mendorong terciptanya kepedulian satu sama lain di lingkungan masyarakat yang secara ekonomi terdampak wabah COVID-19. “Bila ada keluarga yang memiliki masalah, orang dan keluarga yang menjadi tetangganya harus berempati dan dengan cepat datang membantu,” ujar Anwar.

Keimanan seseorang dapat diukur dengan sejauhmana kepeduliannya terhadap tetangga. Dalam sebuah hadis disebutkan, setiap orang beriman hendaklah memuliakan tetangganya. Bahkan keberimanan seseorang kepada Allah dan hari akhir dinilai dan diukur salah satunya dari sejauhmana dia peduli terhadap tetangganya.

Karena itu, Anwar mengimbau kepada umat Islam senantiasa melaksanakan apa yang diperintahkan Nabi Muhammad SAW, yaitu dengan menciptakan satu sistem ketahanan hidup bertetangga yang kuat didasarkan kepada nilai-nilai dari ajaran agama Islam yang ada agar masyarakat bisa hidup aman, tenteram, dan damai.

Di samping itu, dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (19/3), Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Dr Asrorun Niam Sholeh, menyampaikan, seluruh umat memiliki kewajiban ikhtiar untuk menjaga kesehatan dan menjauhi sikap yang mengarah pada penularan penyakit.

MUI juga mengeluarkan fatwa bernomor 14/2020 yang menjelaskan tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah COVID-19. Beberapa di antaranya terkait orang yang telah terpapar virus corona wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada orang lain.

Bagi orang tersebut, shalat Jumat boleh digantikan dengan shalat Dzuhur di kediamannya. Masyarakat yang positif corona juga diharamkan untuk ibadah sunnah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti jamaah shalat lima waktu/rawatib, tarawih, dan Id di masjid atau menghadiri pengajian maupun tabligh akbar.

Langkah MUI ini juga didukung oleh berbagai pihak. Salah satunya Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir. Ia mempunyai pandangan yang sama dengan MUI. “Dalam kondisi darurat, sejalan juga dengan protokol dari pemerintah, maka ibadah-ibadah shalat dapat dilakukan di rumah masing-masing,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sebagai ikhtiar untuk menahan laju dan memutus mata rantai sebaran COVID-19, PBNU menerbitkan Surat Instruksi nomor 3945/C.I34/03/2020 tentang Protokol NU Peduli COVID-19 dan surat Instruksi Nomor 3952/C.I34/03/2020.

PBNU mengimbau umat Islam agar melaksanakan ibadah wajib dan berupaya taqarub kepada Allah SWT dengan memperbanyak amalan sunnah, seperti sedekah, membaca al-Qur’an, mujahadah, termasuk menjalankan shalat tarawih dan shalat Idul Fitri selama pandemi COVID-19 di rumah masing-masing.

PBNU juga mengimbau kepada seluruh umat Islam agar terus memperkuat tali silaturahim dan hubungan sosial antarsesama dalam momentum Idul Fitri 1441 Hijriah, dengan tetap mengacu pada ketentuan dan kebijakan pembatasan sosial (social distancing) dan menjaga jarak fisik (physical distancing) yang ditetapkan pemerintah.

Kementerian Agama juga mengeluarkan panduan serupa guna mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi umat Muslim di Indonesia dari risiko COVID-19. Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan, panduan ibadah yang tercantum dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2020 itu hanya berlaku selama darurat virus Covid-19.

“Semua panduan dalam surat edaran tersebut dapat diabaikan bila pada saatnya telah diterbitkannya pernyataan resmi pemerintah pusat untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah untuk daerahnya masing-masing yang menyatakan keadaan telah aman dari COVID-19,” ujarnya di Jakarta.

Surat Edaran tersebut disusun dengan memperhatikan aspek ibadah sekaligus aspek kesehatan. Selain terkait pelaksanaan ibadah Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Surat Edaran ini juga mengatur mulai dari pelaksanaan sahur, tarawih, tadarus, buka puasa, peringatan Nuzulul Qur’an, hingga panduan pengumpulan dan penyaluran zakat. []

Tags: CoronavirusMuhammadiyahMUIPBNU
Share23Tweet15Send
Previous Post

Uni Eropa Kecam Houthi karena Targetkan Warga Sipil Saudi

Next Post

BWA Distribusikan Puluhan Ribu Al-Quran Wakaf ke Pedalaman Kalbar

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

19 October 2026
Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

19 October 2026
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

22 October 2026
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

21 October 2026
UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

0
Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

0
IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

0
IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

0
Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

0
Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

24 October 2026
UNIDA Gontor Gelar Pesantren Kilat Ramadhan di SDN Wakah 1

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

24 October 2026
Nur El Haq Luwu Studi Banding ke PMDG Putri Kampus 3 Karangbanyu Ngawi

Nur El Haq Luwu Studi Banding ke PMDG Putri Kampus 3 Karangbanyu Ngawi

24 October 2026
Ma’had Al Muqaddasah Li Thafidzil Qur’an Gelar Haflah Khotmil Qur’an Ke-23

Ma’had Al Muqaddasah Li Thafidzil Qur’an Gelar Haflah Khotmil Qur’an Ke-23

24 October 2026
Menembus Pasar Global: IKAPI Jakarta dan Rene Turos Group Meriahkan BSI International Expo 2026

Menembus Pasar Global: IKAPI Jakarta dan Rene Turos Group Meriahkan BSI International Expo 2026

24 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result