Di Indonesia, ilmu kebidanan sebagai salah satu sains sosial yang berlatar belakang pendidikan umum masih belum ‘berani’ meletakkan agama sebagai konsep dan prinsip dalam mengaktualisasikan keilmuannya. Sementara profesi berlatar belakang sains sosial ini akan melahirkan saintis dan bersentuhan langsung dengan manusia ciptaan Allah yang tinggi derajatnya.
“Bila dieksplorasi lebih dalam salah satu akar pencetus fenomena ini ialah proses pendidikan dalam ‘memproduk’ saintis bidang kesehatan dan kedokteran,” terang Dr Fatma.
Berdasarkan uraian-uraian yang didukung oleh data, teori dan hasil penelitian disertasi ini menyimpulkan bahwa konsep religiusitas bagi tenaga kesehatan, kedokteran, dan kebidanan adalah pengaplikasian semangat tauhid, tasawuf, dan filsafat Islam dalam praktik dan kepemimpinannya. Pernyataan ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian yang telah diuji melalui data kuantifikasi dan kualifikasi.
Pertama, konsep reintegrasi agama dan kesehatan adalah menghubungkan Filsafat Islam dengan kasus kesehatan reproduksi melalui diagnosa/asesmen. Atau menghubungkan Tauhid dengan kesehatan reproduksi melalui humanism asuhan yang diberikan. Atau menghubungkan Tasawuf dengan kasus kesehatan reproduksi melalui konseling, komunikasi terapetik relijius maupun spiritual healing (sufisme).
Dengan perumusan yang lain, semakin komprehensif keahlian seorang saintis sosial baik bidan maupun spesialis kebidanan, semakin melindungi dan memelihara perempuan dan anak. Pengertian komprehensif pada kesimpulan alternatif bermakna bidan maupun spesialis kebidanan seharusnya makin melebarkan keilmuan bukan mengkotak-kotakkan skill atau keahlian.
“Sebab jika dikotak-kotakkan tanpa memaknai perubahan sosial di masyarakat menjerat profesi ‘hilang ditelan zaman’ dan terjerat pada profesi ‘tukang’,” ungkap wanita kelahiran Padangsidimpuan, 15 Mei 1980.
Dengan kata lain temuan reintegrasi agama dan kesehatan reproduksi dapat dirumuskan melalui rumus Aljabar dengan: a. Sifat komutatif a + b = b + a, b. sifat asosiatif (a+b) + c = a + (b+c), dan c. sifat distributif a (b+c) = ab + ac.
“Hasil penelitian ini sesuai dengan konsep Ibn Sina tentang konsep sehat,” sambung ibu tiga anak ini. Bahwa seorang individu dikatakan sehat bila ia mempunyai hubungan yang baik dengan dirinya sendiri (fisik), hubungan yang baik dengan sekitarnya (manusia, alam, lingkungan), dan hubungan yang baik dengan Allah SWT.
Kedua, pengetahuan agama dan pengetahuan modernitas oleh bidan, berpengaruh pada keputusan mengintegrasikan agama dan kesehatan reproduksi. Kesimpulan ini didasarkan atas hubungan religiusitas yang disampaikan oleh Tiloluine dan Belgoumidi.
Bahwa salah satu aspek religiusitas yaitu penyuburan agama melalui pengetahuan baik dari media, buku, pengajian, dan lainnya, bermanfaat dalam menumbuhkan rasa keberagamaan seseorang. Terbukti ketika diberikan reinforcement kepada bidan-bidan praktik saat mengelola kasus kesehatan reproduksi dan agama salah satunya kehamilan tidak diinginkan, dinilai bermanfaat.
Adapun manfaat yang diberikan adalah memelihara kehamilan tidak diinginkan tanpa indikasi medis hingga melahirkan. Bidan juga mampu memberikan petunjuk ketika terjadi kehamilan tidak diinginkan karena alasan melindungi kesehatan ibu.
Fatma, dosen sekaligus bidan praktik mandiri, ini juga menuturkan, “Manfaat tersebut sangat berpengaruh besar dengan kesehatan sekaligus kekuatan Negara.” Alasannya karena bidan telah ikut memelihara dan melindungi generasi, sekaligus mencegah terjadinya pembunuhan.
Hasil penelitian dengan metode kualitatif melalui konsep reintegrasi agama dan kesehatan reproduksi didapatkan dari hasil wawancara mendalam melalui eksplorasi informasi dari akar rumput (grass roots) maupun para ahli dan pemangku jabatan (stakeholder).
Mereka adalah tiga perempuan dengan kasus kehamilan tidak diinginkan yang berakhir dengan mempertahankan kehamilan persalinan, satu perempuan yang berakhir dengan mempertahankan kehamilan, empat bidan praktik, dua ketua IBI cabang, satu ketua IBI Pusat serta Spesialis Obstetri Ginekologi, Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak, sekaligus Direktur Akademi Kebidanan di Jakarta Pusat.
Berdasarkan jenjang wawancara tersebut didapatkan beberapa kesipulan seperti menentukan pola terjadinya kasus kesehatan reproduksi (kehamilan tidak diinginkan). Sesuai dengan temuan penelitian ini ditemukan empat pola terjadinya kehamilan tidak diinginkan yang dibagi dalam dua jenis,yaitu:
Satu, pada perempuan sudah menikah adalah alasan ekonomi dan tidak adanya dukungan dari suami terhadap kehamilan; alasan ekonomi dan trauma terhadap riwayat persalinan yang lalu disertai anemia dan hypertensi; dan alasan ekonomi, ketidakdisiplinan ber-KB (lupa minum pil KB) dan tidak menginginkan anak lagi.
Dua, pada perempuan belum menikah yakni alasan anak adalah hasil premarital dan tidak adanya dukungan orangtua. Pada awalnya, hasil penelitian dari keempat kehamilan, semuanya telah berupaya untuk melakukan aborsi tidak aman melalui orang awam, bidan praktik, tukang jamu, dan perempuan dengan KTD sendiri.
Namun, berdasarkan reintegrasi agama dan kesehatan reproduksi yang dilakukan bidan dalam mendukung kehamilannya, tiga pola kehamilan tidak diinginkan berakhir dengan persalinan normal. Sementara satu kehamilan lainnya berhasil diteruskan dan pada pemeriksaan terakhir kala itu, janin telah berusia telah berusia 16 minggu (4 bulan).
“Beberapa metode bidan melakukan reintegrasi agama dan kesehatan reproduksi pada kasus kehamilan tidak diinginkan adalah satu, menggabungkan ilmu kesehatan reproduksi dan ilmu filsafat Islam berupa penalaran dan logika,” jawab Fatma.
Misalnya, bila dilakukan aborsi terhadap kehamilan ini maka bisa terjadi perdarahan yang berakibat terjadinya infeksi bahkan kematian. Atau bila ada kejadian KTD dengan penyakit degenerative dan indikasi medis, dapat dilakukan aborsi karena menyelamatkan kesehatan dan nyawa ibu. Logika ini disampaikan oleh bidan maupun spesialis kebidanan kepada klien berdasar ajaran al-Qur’an maupun hadits.
Dua, menggabungkan ilmu kesehatan reproduksi dan ilmu tauhid (the theory of truth). Misalnya, Allah SWT tidak menciptakan anak sebagai mudharat, Allah SWT menciptakan anak ini bisa sebagai kebanggaan ibu kelak dan menambah rizqi.
Bahwa ada Allah SWT yang menciptakan makhluk-Nya, tidak seharusnya manusia mengukur rizki anak bila ia dilahirkan dan dipelihara. Penggabungan keilmuan dapat dilakukan sesuai dengan petunjuk al-Qur’an, hadits, serta pendapat-pendapat ulama.
Tiga, menggabungkan ilmu kesehatan reproduksi dan ilmu tasawuf misalnya psikologi Islam dengan memberikan konseling religius, sufism atau spiritual healing. Bidan sebelum memutuskan melakukan manajemen asuhan untuk memutuskan pengintegrasian agama dan kesehatan reproduksi, perlu memilah dan memilih kasus KTD yang dihadapi. “Karena terkait dengan fiqh aborsi kontemporer,”
“Adapun temuan penelitian ini menemukan dua jenis keinginan mengaborsi oleh klien dengan penanganan konseling yang berbeda, yaitu abortus provokatus medicinalis dan abortus provokatus kriminalis,” pungkas istri dari Firmanto Siregar tersebut. Edithya Miranti
Biodata Penulis
Nama : Fatma Sylvana Dewi Harahap
Tempat Tanggal Lahir: Padangsidimpuan, 15 Mei 1980
Suami : Firmanto Siregar
Anak : Tiga orang
Pekerjaan : Dekan Fakultas Farmasi dan Kesehatan Umum di Insitut Kesehatan Helvetia Medan
Riwayat Pendidikan :
- D-III, Akademi Kebidanan Departemen Kesehatan RI di Medan (1998-2001).
- D-IV, Kebidanan Poltekkes Departemen Kesehatan Jakarta III Ciptomangunkusumo, Jakarta (2007-2008).
- Magister, Jurusan Pengkajian Islam Konsentrasi Agama dan Kesehatan di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2012-2014).
- Doktor, Jurusan Pengkajian Islam Konsentrasi Agama dan Kesehatan di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2014-2017).
Pengalaman :
- Dosen Tetap di STIKES WDH-Universitas Pamulang Jurusan Kebidanan di Tangerang Selatan Banten (2010-s/d Februari 2017).
- Bidan Praktik Mandiri (2009 – 2017).
- Dosen Tetap Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat di Institut Kesehatan Helvetia Medan (Februari 2017 s/d sekarang)
Buku dan Karya Tulis :
- Buku: Kehamilan dan Persalinan Antara Fisik, Psikis dan Spiritualitas Islam. Penerbit Pustaka Aura Semesta.
- Karya Tulis Ilmiah: Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Dukungan Suami pada Kehamilan Isteri di Perumahan Griya Cendekia Curug, Gunung Sindur, Bogor Tahun 2007.





















