pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 13 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Islamisasi Ilmu Ekonomi

Dr Nurhidayat SAg MM

Edithya Miranti by Edithya Miranti
28 November 2020
in Risalah
0
Islamisasi Ilmu Ekonomi

Tangerang, Gontornews — Barat dan Islam saat ini merupakan kiblat keilmuan Islam Modern. Karenanya, perguruan tinggi Islam melakukan integrasi ilmu-ilmu Barat dan Islam. “Proses integrasi ilmu ini merupakan proses Islamisasi ilmu. Sedangkan output yang dihasilkan adalah memahami keunggulan dan kelemahan ilmu dari Barat,” terang Dr Nurhidayat kepada Gontornews.com.

Sekularisasi ilmu ekonomi berdampak pada munculnya dikotomi dalam ilmu ekonomi. Konsekuensinya adalah adanya sikap alienasi dalam sistem ekonomi. Satu sisi mengakui Islam sebagai pedoman dalam berbagai hal, termasuk ekonomi, akan tetapi satu sisi bermuamalah secara konvensional. Maka, dibutuhkan desekularisasi ilmu ekonomi.

Islamisasi ilmu ekonomi adalah salah satu pendekatan yang bisa digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model Islamisasi ilmu ekonomi yang dapat dijadikan sebagai pijakan dalam mengkonstruksi dan mengonseptualisasi ilmu ekonomi Islam.

Dr Nurhidayat berasumsi bahwa International Islamic University Malaysia (IIUM) memiliki misi yang dapat memainkan peran penting dalam mencapai tujuan tersebut. Sebab IIUM adalah perguruan tinggi yang pendiriannya direkomendasikan konferensi internasional di Jeddah untuk melakukan proyek Islamisasi ilmu.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Persoalannya adalah apakah konsep Islamisasi ilmu yang dikembangkan di IIUM sudah diimplementasikan sesuai dengan tuntutan? Berikut ulasan Dr Nur Hidayat dalam disertasinya:

Islamisasi  ilmu  ekonomi yang dilakukan di Fakultas Ekonomi IIUM menekankan pentingnya dekonstruksi terhadap ilmu ekonomi modern. Langkah-langkah  Islamisasi  ilmu  tersebut dinilai sebagai kritik konstruktif terhadap ilmu ekonomi.

Namun demikian, Islamisasi  ilmu di Fakultas Ekonomi IIUM memberikan penekanan terhadap  relevansi  yang kuat antara Islam dengan ilmu ekonomi modern. Islamisasi ilmu ekonomi yang dilakukan oleh Fakultas Ekonomi IIUM merupakan upaya desekularisasi ilmu ekonomi.

“Sebab persoalan sekularisasi ilmu ekonomi memiliki dampak multieffect yaitu merusak fundamental pada cara berpikir,” tambah pria kelahiran Bogor, 9 Mei 1976 itu. Dengan Islamisasi ilmu ekonomi tidak ada dikotomi ilmu-ilmu Islam dengan ilmu ekonomi.

Model Islamisasi ilmu yang dikembangkan di Fakultas Ekonomi IIUM memiliki dua model yaitu integrasi dan Islamisasi ilmu. Pendekatan integrasi dan Islamisasi ilmu pada Fakultas Ekonomi IIUM diimplementasikan pada bidang akademik dan nonakademik.

Dalam bidang akademik diimplementasikan pada pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Sedangkan pada bidang nonakademik dilakukan dalam rangka memperkuat bidang akademik.

Model integrasi dan Islamisasi ilmu ini ditujukan dalam rangka mengonstruksi ilmu ekonomi Islam. Sehingga melalui kedua pendekatan tersebut terbangun sebuah pemahaman yang integral dan komprehensip.

“Dan inilah output yang dihasilkan ekonom Muslim yang memiliki pengetahuan multidisiplin, memiliki kompetensi, dan profesional,” ulas pria yang pernah menjabat sebagai sekretaris DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia DKI Jakarta tersebut.

Islamisasi ilmu ekonomi yang dilakukan oleh Fakultas Ekonomi IIUM adalah sebagai reposisi ilmu ekonomi Islam. Ilmu ekonomi Islam ini sendiri adalah sebagai cabang ilmu yang diilhami oleh nilai-nilai Islam dan dikembangkan oleh para ekonom Muslim sebelumnya.

Di antara ekonom Muslim tersebut yaitu Abu Yusuf (182 H/798M), Muhammad ibn Hasan al-Syaibani (189 H/804 M), Ibn Hazm (456 H/1064 M), al-Ghazali (451 H/505 M), Ibn Taimiyyah (661 H/1263 M), Shah al-Wahab (1206 H/1787 M), juga Muhammad Abduh (1230 H/1905 M).

Munculnya Islamisasi ilmu ekonomi tersebut mampu meneguhkan renaissance ekonomi Islam yang diakui sebagai sebuah sistem ekonomi dunia. Sehingga memberi ruang kepada renaissance ekonomi Islam dan ditandai dengan perkembangan lembaga keuangan Islam yang sangat signifikan.

Melihat dari sisi kelembagaan ekonomi dan keuangan Islam, hal ini telah berkembang pada lebih dari 100 negara di dunia. Di antaranya Iran, Malaysia, Saudi Arabia, Indonesia, United Arab Emirates, Kuwait, Bangladesh, Sudan, India, Mesir, Turki, Inggris, Algeria, Syria, Amerika Serikat, dan Jordania.

Renaissance ekonomi Islam juga ditandai dengan dibukanya kajian ekonomi Islam di perguruan tinggi di dunia. Ahmed Belouafi dan Abdelkader Chachi, Inggris, ternyata menjadi negara nomor satu di Barat dalam pengembangan ekonomi Islam.

Hal tersebut didukung oleh peran proaktif pemerintah Inggris dan organisasi Muslim Inggris. “Dan hal itu tentu menjadi peluang besar bagi IIUM sendiri,” tambah Hidayat, da’i yang pernah berdakwah di Taiwan melalui Program Da’i Ambasador Dompet Dhuafa, tahun 2016 lalu.

Islamisasi ilmu ekonomi yang dilakukan di Fakultas Ekonomi IIUM menghasilkan bangunan keilmuan yaitu ilmu ekonomi Islam. Hal tersebut berimplikasi kepada kurikulum, media dan metode pengajaran, serta kesiapan dosen dan semua perangkat pengembangan keilmuan yang harus disiapkan di sana.

Tidak hanya pada program studi ilmu ekonomi akan tetapi semua program studi yang dimiliki Fakultas Ekonomi IIUM. Sebab pada fakultas ini mengintegrasikan ilmu ekonomi dan manajemen. “Sehingga fakultas ini dinamakan Kulliyyah of Economics and Management Sciences,” sambungnya.

Implementasi Islamisasi ilmu ekonomi, yang dilakukan oleh IIUM berimplikasi pada sebuah keharusan untuk menyebarluaskan ekonomi Islam sebagai produk islamisasi ilmu ekonomi. Hal itu sesuai dengan misi IIUM yaitu internasionalisasi ekonomi Islam.

Islamisasi ilmu ekonomi ini akan mengatasi malaise yang dihadapi umat Islam dunia yang mengakibatkan umat Islam berada pada tangga terbawah. Kondisi ini membuat umat Islam menjadi sasaran kebencian kapitalis dan sosialis (Marxis).

Melihat fakta bahwa umat masih mengalami berbagai keterbelakangan, maka IIUM harus melakukan kajian mencari solusi sebagai amanah pendirian IIUM yang belum tercapai.

Islamisasi ilmu sebagai visi IIUM menjadi pusat keunggulan pendidikan internasional terkemuka yang berusaha mengembalikan peran dinamis dan progresif umat Islam di semua cabang ilmu pengetahuan.

Islamisasi ilmu yang dilakukan IIUM merupakan hasil pemikiran dan aspirasi para sarjana Islam di Malaysia untuk mewujudkan sebuah universitas Islam di Malaysia yang dapat menciptakan umat Islam menguasai semua bidang keilmuan. “Oleh karena itu dalam proses Islamisasi ilmu atau integrasi ilmu-ilmu Barat dan Islam, output yang dihasilkan adalah memahami keunggulan dan kelemahan ilmu dari Barat,” pungkas Dr Nurhidayat. [Edithya Miranti]

Tags: Dr Nurhidayat SAg MMIslamisasi Ilmu Ekonomi
Share80Tweet50Send
Previous Post

Sebuah Tinjauan Hukum: Konsumen (masih) sebagai Raja?

Next Post

JNE Gandeng BAZNAS Donasikan 1.000 Al-Qur’an

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

0
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

0

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

0
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

0
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

0
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

12 September 2026
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

12 September 2026

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

12 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

11 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result