pesanan-majalah-edisi-khusus
33 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 25 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Afkar

Islamisasi Politik, Bukan Politisasi Islam

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
21 January 2019
in Afkar
0

Oleh Adnin Armas, Pemred Majalah GONTOR

POLITIK (SEKULER)

Dunia Barat Modern punya pengalaman traumatis kepada masa lalu. Manusia Barat Modern menyebut masa lalu mereka sebagai Zaman Kegelapan (Dark Ages) atau Zaman Pertengahan (Medieval Ages). Bagi masyarakat Barat Modern, pengalaman masa lalu mereka menunjukkan Gereja telah berada dalam zaman keemasannya. Kekuasaan Paus tidak tertandingi. Paus menentukan kekuasaan para raja di Eropa. Perintah Paus ditaati oleh para raja dan masyarakat. Namun, dalam perjalanan waktu, Paus tidak sanggup menjaga reputasinya dan pengaruhnya. Paus tidak mampu mengatasi persoalan-persoalan yang muncul. Bahkan permasalahan internal dalam ajaran Katolik menjadi persoalan tersendiri yang tidak bisa diatasi. Kritik-kritik bermunculan terhadap ajaran Paus. Martin Luther bahkan menganggap Paus sebagai Anti Kristus. Kritik-kritik tersebut tentunya melemahkan kekuasaan Paus. Saat Gereja berkuasa, kebebasan masyarakat Barat dibungkam, perbedaan pendapat diinkuisi atau dipersekusi secara radikal, wanita ditindas dan masyarakat dizalimi dan berbagai kehidupan sosial yang buruk terjadi.

Akhirnya, manusia modern Barat meyakini Kebenaran, Kebebasan, Kemakmuran, dan Kemajuan hanya bisa diraih dengan melepaskan pengaruh kekuasaan Gereja. Gereja yang pada Zaman Pertengahan berada dalam Zaman Keemasan dengan kekuasaannya yang begitu mencengkram berubah statusnya pada Zaman Modern Barat. Gereja tidak boleh lagi mencampuri politik. Peran Gereja dipinggirkan. Gereja atau Agama dianggap keyakinan individu yang itu menjadi urusan masing-masing dengan Tuhannya. Jadi, Gereja atau agama tidak boleh lagi mengatur kehidupan sosial. Kehidupan sosial adalah “Penguasa Baru”. Aturan-aturan yang berlaku dan ditaati adalah aturan-aturan yang disepakati mayoritas masyarakat. “Kedaulatan rakyat” yang menjadi β€œSuara Tuhan”. Jadi, Politik Sekular (politik yang cerai dari agama) bersumber dari pengalaman traumatis masyarakat Barat terhadap sejarah kelam mereka.

BACA JUGA

Muslim dengan Tuhannya

Menyikapi Ujian Hidup

Belajar dari Sejarah

Kekuatan Manusia

Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Dalam perkembangannya, bukan saja politik yang diceraikan dari agama. Tapi ilmu pengetahuan alam dan sosial, sumber bagi pandangan manusia tentang kehidupan dan nilai nilai kemanusiaan juga dilepaskan dari agama. Sumber pandangan hidup dan nilai nilai kemanusiaan masyarakat Barat Modern berasal dari Rasio, bukan lagi berasal dari Gereja atau agama.

Kuatnya pengaruh Peradaban Barat modern memunculkan hegemoni stigma Politisasi Agama. Tatkala agama muncul dalam ranah politik, maka stigma politisasi agama diberikan. Agama dianggap tidak tepat masuk ke ranah politik karena justru dianggap akan mencederai agama itu sendiri. Selain itu, penafsiran agama dianggap sangat beragam dan tidak ada penafsiran tunggal terhadap ajaran agama. Ranah publik juga dianggap tidak boleh diwarnai dengan satu agama yang partikular. Berbagai perilaku dan contoh negatif polititsasi agama ditonjolkan yang tujuannya untuk menunjukkan kesalahan gagasan politisasi agama. Penolakan politisasi Gereja/agama sekalipun awalnya berasal dari pengalaman masyarakat Barat, tapi kemudian dijadikan gagasan yang universal.

ISLAMISASI POLITIK BUKAN POLITISASI ISLAM

Islam memiliki perbedaan dan pertentangan dengan Peradaban Barat Modern. Islam bersumber dari Wahyu dan Islam merupakan Agama Wahyu. Bukan Agama Budaya. Sebagai Agama Wahyu, ada ajaran ajaran dan nilai nilai Pasti dan Tetap. Contoh ajaran yang Pasti dan Tetap seperti Shalat Subuh pasti 2 rakaat. Pasti dikerjakan saat subuh, bukan waktu Isya. Pasti Imam berada di depan makmun. Pasti berwudu atau bertayammum dulu sebelum shalat. Contoh Kepastian dan Ketetapan seperti ini juga berlaku pada ajaran Islam yang lain seperti Puasa Wajib Pasti di Bulan Ramadhan. Tawaf dan Haji Pasti di daerah Mekkah dan sekitarnya. Dan masih banyak lagi contoh contoh Kepastian dan Ketetapan lainnya. Perbedaan zaman dulu sekarang dan akan datang tidak akan pernah mengubah Kepastian Kepastian ini. Perbedaan geografis juga tidak akan mengubah Kepastian Kepastian ini. Sebabnya, Sumber ajaran ini berasal dari Wahyu, yang universalitasnya diyakini kebenarannya oleh umat Islam di segala ruang dari zaman ke zaman, hingga ke akhir zaman.

Jika Islam dijauhkan, dipinggirkan, diceraikan dalam kehidupan masyarakat yang mayoritas Muslim, maka justru kekeliruan-kekeliruan yang pasti terjadi. Jika politik diceraikan dari Islam, maka politik akan diisi dengan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat. Sebagian nilai nilai tersebut berpotensi merusak kehidupan manusia yang beradab. Politik yang terpisah dari ajaran Islam memiliki daya rusak yang tinggi dalam kehidupan kemanusiaan. Para politikus sekular telah, sedang bisa menyetujui berbagai undang-undang yang merusak nilai-nilai luhur dalam masyarakat. Sebagian politikus di Barat telah pun menetapkan undang undang yang membolehkan perkawinan sesama jenis. Di Indonesia, sebagai contoh, undang undang mengenai perbuatan homosexual dan lesbian dan prostitusi masih abu abu. Dalam politik yang sekular, tujuan menghalalkan segala cara. Semua menjadi halal demi meraih kekuasaan. Dalam politik sekular, parameter baik dan buruk, adil dan zalim, semuanya bukan karena berdasarkan ajaran Syar’i tapi karena nilai nilai rasional yang hidup dan yang menjadi keinginan masyarakat. Selain itu, politik sekular berpotensi menghapuskan dan menghilangkan ketetapan-ketetapan Wahyu.

Islam yang memuat nilai nilai luhur perlu dan harus mewarnai politik agar menjadi politik yang bermartabat. Inilah politik Islam. Politik sekular dan sikap apolitis adalah keliru karena Islam tidak terpisah dari politik.  Imam al-Ghazali (w. 1111) menyatakan Islam dan politik tidak bisa dipisahkan. Menceraikan Islam dari politik akan melemahkan ajaran Islam. Imam al-Ghazali menyatakan: β€œAgama dan Kekuasaan adalah Saudara Kembar, dengan demikian: Agama adalah Fondasi, sedang Penguasa adalah Penjaga. Sesuatu yang tidak memiliki Fondasi akan hancur, dan sesuatu yang tidak memiliki Penjaga akan hilang (musnah).”

Ungkapan Imam al-Ghazali tersebut bukanlah Politisasi Agama. Tapi Islamisasi Politik, menjadikan politik sebagai alat untuk menjaga ajaran Islam. Politik Islam berupaya agar undang undang, peraturan, sistem sosial masyarakat tidak membawa manusia kepada kerusakan nilai kehidupan.  

Jadi, seharusnya para politikus Muslim memperjuangkan nilai-nilai Islam supaya bisa berlaku dalam kehidupan sosial. Namun ironinya, sebagian politikus Muslim berperilaku seperti para politikus sekular. Jika para politikus Muslim tidak mengubah perilaku politiknya, maka masyarakat lambat laun akan muak dengan agama Islam. Contoh-contoh buruk perilaku politikus Muslim menyebabkan perasaan anti Islam bisa muncul seperti yang telah terjadi dalam kehidupan masyarakat Barat Modern yang muak dengan perilaku tokoh agama. Para politikus Muslim perlu terus mengingat bahwa tujuan utama berpolitik adalah untuk menegakkan Islam. Berpolitik untuk Islam. Inilah Politik Islam atau Islamisasi Politik. Bukan Politisasi Islam. Jika politikus menjadikan Islam untuk meraih kepentingan politis, maka itulah Politisasi Islam.

Share222Tweet134Send
Previous Post

Gaji Guru Dibayar, Proses Belajar di Yaman Lancar

Next Post

ο»ΏPuasa Mencegah Penyakit Degeneratif

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Alumni Gontor Raih β€˜Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

Alumni Gontor Raih β€˜Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

20 August 2026
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

22 August 2026
Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

23 August 2026
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

0
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

0
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

0
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

0
Mendikasmen Apresiasi Pendidikan Holistik Pesantren

Mendikasmen Apresiasi Pendidikan Holistik Pesantren

0
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

24 August 2026
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

24 August 2026
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

24 August 2026
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

24 August 2026
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
πŸ“– Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
πŸ“– Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
πŸ“– September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan AndaπŸ›’ Segera pesan sebelum kehabisan!
πŸ”— https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result