pesanan-baju-kaos
32 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 8 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Ketika Tuhan Dilarang Mengurus Negara

Oleh Ahmad Sastra, Forum Doktor Islam Indonesia

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
8 years ago
in Kolom
0
Ketika Tuhan Dilarang Mengurus Negara

Syahwat politik dan politik syahwat begitu mudah tersalurkan dalam sistem demokrasi. Gen antroposentrisme demokrasi dengan jargon dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat secara filosofis berarti bentuk penyembahan kepada manusia.

Manusia yang memuja demokrasi berarti telah menjadikan manusia sebagai tuhan yang disembah. Sebab dalam demokrasi, manusia dijadikan sebagai otoritas pembuat hukum yang menjadi timbangan benar dan salah atas perbuatan rakyat.

Dengan kata lain, demokrasi melarang Tuhan Pencipta manusia, alam semesta dan kehidupan ini untuk mengurus negara. Kesombongan demokrasi menganggap manusia sanggup membuat hukum bagi kehidupan manusia.





Demokrasi mendudukkan wahyu Tuhan di bawah nafsu manusia. Allah telah menyinggung dengan tegas adanya manusia yang menuhankan hawa nafsu. Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran [QS At Jatsiyah: 23]

BACA JUGA

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Memilih manusia yang dianggap pintar untuk menjadi wakil rakyat untuk membuat hukum sesuai akal dan nafsunya dengan mengabaikan wahyu adalah malapetaka terbesar bagi peradaban manusia. Al-Qur’an sendiri menilai fenomena ini sebagai bentuk penuhanan manusia kepada manusia.

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. [QS At Taubah: 31]



Ketika Adiy bin Hatim RA mendengar ayat ini, ia berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya kami tidak menyembah mereka.” Maka Rasulullah SAW berkata kepadanya, “Bukankah mereka menghalalkan apa yang Allah haramkan, kemudian kalian menghalalkannya. Dan mereka mengharamkan apa yang Allah halalkan, kemudian kalian mengharamkannya?!” Ia menjawab, “Ya. benar.” Maka beliau bersabda, “Itulah bentuk ibadah kepada mereka.” [HR At-Tirmidzi]

Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah berkata, “Di dalam hadis tersebut terdapat dalil bahwa menaati ulama dan pendeta dalam hal maksiat kepada Allah berarti beribadah kepada mereka dari selain Allah, dan termasuk syirik akbar yang tidak diampuni oleh Allah.

Karena akhir ayat tersebut berbunyi, “… padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Mahaesa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” [At-Taubah: 31]

Allah adalah pembuat hukum atas seluruh perbuatan manusia di dunia. Hanya Allah yang berhak menentukan halal dan haram perbuatan manusia. Apa yang diharamkan Allah tidak boleh dihalalkan oleh manusia dan apa yang dihalalkan Allah tidak boleh diharamkan manusia.

Tapi lihatlah, secara gamblang demokrasi telah menghalalkan LGBT yang diharamkan Allah, menghalalkan riba yang diharamkan Allah, menghalalkan pelacuran yang diharamkan Allah, menghalalkan perzinahan yang dilarang Allah, menghalalkan minuman keras yang diharamkan Allah. Tak hanya sampai disitu, bahkan di Amerika dibuat undang-undang untuk melindungi kaum homoseksual dan tanggal 3 Januari 2018 yang lalu telah melegalkan ganja.

Demokrasi adalah bentuk kezaliman terbesar dalam perjalanan sejarah manusia. Allah kembali menegaskan larangan atas penyerahan otoritas pembuat hukum kepada manusia dalam urusan negara dan rakyat.

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih. [QS Asy Syura : 21]

Mekanisme penentuan kebenaran dan kemenangan oleh jumlah suara yang lebih banyak adalah ajaran kedunguan demokrasi kepada manusia. Bahkan Sokrates rela mati untuk menolak mekanisme penentuan kebenaran ala demokrasi ini. Al-Qur’an sendiri dengan tegas melarang mengikuti suara dari kebanyakan manusia.

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). [QS Al An’am: 116]

Konsensus wakil rakyat dalam demokrasi hanyalah karena pertimbangan pragmatisme semata. Mekanisme kekuasaan dibangun di atas fondasi transaksional, bukan karena kebaikan dan moralitas. Demokrasi adalah sistem amoral, tidak ada moral dalam demokrasi, yang ada adalah kepentingan syahwat politik, uang dan kekuasaan.

Demokrasi yang mengabaikan hukum dan peringatan Allah hanya akan melahirkan malapetaka kehidupan berupa kesengsaraan dan kesempitan hidup. Bukan hanya sampai di situ, bahkan Allah mengancam akan menimpakan kesengsaraan di akhirat dengan membutakan mata manusia.

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS Thaha: 124)

Tasyri’ atau hak membuat hukum hanyalah milik Allah SWT. Sebab Allah yang menciptakan sekaligus memiliki alam semesta, bumi dan seluruh wilayah di seluruh negara di dunia. Indonesia adalah milik Allah, Amerika adalah milik Allah, Arab Saudi adalah milik Allah dan seluruh negara di dunia adalah milik Allah. Ada yang berani membantah?

Yang dimaksud dengan tasyri’ adalah apa yang diturunkan Allah SWT untuk seluruh manusia berupa manhaj (jalan) yang harus mereka lalui dalam seluruh bidang kehidupan seperti politik, agama, ekonomi, pendidikan dan budaya. Termasuk di dalamnya masalah penghalalan dan pengharaman. Tidak seorang pun berwenang menghalalkan kecuali apa yang sudah dihalalkan Allah, juga tidak boleh mengharamkan kecuali apa yang sudah diharamkan Allah.

Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah.” [An-Nahl: 11]

Demokrasi adalah bentuk pembohongan dan pembangkangan kepada Allah. Demokrasi telah melarang Allah untuk mengurus negara dengan aturan dan hukum yang telah diturunkan. Padahal seluruh negara adalah milik Allah, bahkan seluruh manusia adalah milik Allah.

Karena itu wahai manusia, dengarkan firman Allah ini, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. [QS Al Baqarah: 208]

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. [QS Al Anbiya : 107]

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS Al A’raf: 96).

Jadi tunggu apa lagi, mari perjuangkan tegaknya Islam kaffah di negara ini dan seluruh negara di dunia. Jangan lupa segera buang demokrasi ke tong sampah peradaban.[]

Tags: DramaPolitikSyahwat
Share43Tweet27Send
Previous Post

India-Pakistan Sepakat Buka Jalur Perbatasan Baru di Punjab Utara

Next Post

Pemkot Bogor Siap Dukung Perda Anti-LGBT

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

2 November 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

1 November 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

0
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

0
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

0
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

8 November 2026
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

8 November 2026
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

7 November 2026
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

7 November 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result