10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
32 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 24 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Konflik Gereja Yasmin Memerlukan Mediator

Dr Achmad Zainuri

Edithya Miranti by Edithya Miranti
23 June 2019
in Risalah
0
Konflik Gereja Yasmin Memerlukan Mediator

Jakarta, Gontornews — Indonesia sebagai bangsa yang plural dan multicultural selalu dihimpit bermacam konflik. Salah satunya adalah sentimen identitas keagamaan. Sehingga meluruhkan ke-Indonesiaan yang mengisyaratkan adanya toleransi dan penghormatan terhadap pluralisme.

Indonesia merupakan sebuah bangsa besar yang tergolong unik karena kerap diwarnai dengan keberagaman suku, budaya, dan agama. Meskipun keberagaman merupakan salah satu elemen utama dari fondasi bangsa Indonesia, namun yang kerap terjadi mengarah pada eksklusivisme dalam beragama.

“Dalam perkembangan bangsa Indonesia dari masa ke masa, banyak terjadi eksklusivisme dalam beragama. Seperti kasus konflik antarumat Islam dengan jemaat Gereja Yasmin di Bogor,” jelas Dr Achmad Zainuri saat mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI) di Jln Dr Setiabudhi no 229, Bandung.

Dr Zainuri meraih gelar doktor pada tahun 2012 silam. Ia mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya di hadapan para penguji, di antaranya Prof Dr Endang Sumantri MEd, Prof Dr Sofyan Sauri MPd, dan Prof Dr Udin S Winataputra MA.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Konflik antarumat beragama di Gereja Yasmin tidak hanya disebabkan oleh faktor situasi intern keberagamaan, seperti pemahaman atau penafsiran yang eksklusif atau intoleran semata. Konflik tersebut juga dilatarbelakangi oleh berbagai faktor yang saling berkelindan dan tumpang tindih.

Dr Zainuri mengungkapkan bahwa konflik antarumat beragama seperti yang terlihat dalam kasus Yasmin juga dipengaruhi oleh banyak faktor di luar persoalan teologi dan ideologi keberagamaan. Seperti menguatnya kepentingan ekonomi dan politik warga yang berkonflik. Serta menguatnya kepentingan ekonomi dan politik tertentu yang dikembangkan sejumlah elite agama, ekonomi, dan politik.

Konflik lain juga muncul akibat dari kebijakan makro yang tidak didasari pada asas keadilan, kesejahteraan, dan supremasi hukum. Kenyataan tersebut memperkuat pandangan teoritik bahwa konflik antar umat beragama, seperti halnya konflik sosial lain, tidak bisa dilepaskan dari structural condusivenes.

Kehadiran berbagai paham, organisasi, dan gerakan Islam yang sering dikategorikan ‘keras’, seperti HTI, FPI, MMI, dan Salafi, merupakan kenyataan historis yang menambah pluralitas Islam dan kekayaan etnografis di Bogor. Dengan seluruh konsekuensi perubahannya pada aspek lain seperti kebudayaan setempat.

Akan tetapi, kecenderungan mereka untuk mendominasi kehidupan atas nama apa pun, telah menorehkan peran tersendiri dalam melahirkan dan memperuncing konflik antarumat beragama di Yasmin. Kecenderungan yang mendominasi tersebut mereka tampakkan secara terus terang dalam manufer politik. Bahkan memainkan politik itu sendiri bersama elite politik dan birokrasi setempat.

Lebih lanjut Zainuri menjelaskan pendekatan terhadap konflik Yasmin oleh para tokoh agama dan pejabat birokrasi masih tergolong sangat formal. Pendekatan dijembatani melalui kelembagaan dalam bentuk dialog yang hanya dihadiri oleh sejumlah elite. Tanpa melibatkan warga atau jemaat setempat yang berkonflik.

Resolusi dalam bentuk dialog dalam kasus Yasmin, sepertinya hanya mengulang resolusi yang pernah dipraktikkan dan dikembangkan oleh pemerintah pusat dan daerah selama ini. “Mereka dikritik karena selalu mengalami jalan buntu dan tidak melahirkan teologi keturunan yang menjamin perdamaian permanen,” gumam doktor paruh baya itu.

Kasus Yasmin yang dibawa dalam ranah hukum oleh Pemerintah Kota Bogor, ternyata justru semakin memperumit masalah. Pilihan untuk membela kaum Muslimin yang menolak pembangunan gereja dengan alasan menciptakan ketertiban dengan mencabut IMB (Izin Mendirikan Bangunan) yang ia keluarkan sebelumnya, justru berlawanan dengan keputusan pengadilan.

PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) sampai Mahkamah Agung malah secara tegas mengesahkan IMB bangunan gereja tersebut. Konflik pun akhirnya mengerucut pada kontradiksi hukum yang jauh lebih sulit diatasi.

Hal tersebut dikarenakan keterlibatan konflik lain diluar konflik itu sendiri. “Tak adanya mediator dalam proses resolusi konflik antar umat beragama (Islam dengan jemaat Yasmin) ini akan menjadi batu sandungan dalam penyelesaiannya,” tandas dosen kelahiran Lampung, 21 Januari 1946 ini.

Hal itu disebabkan teguhnya keinginan kedua belah pihak, baik umat Muslim maupun GKI (Gereja Kristen Indonesia) dalam kepentingannya masing-masing.

Ditambah lagi dengan keluarnya kebijakan Wali Kota yang mencabut IMB pembangunan gereja. Sehingga mempersulit jalannya mediasi. Oleh karena itu, diperlukan mediator yang mampu memediasi kedua belah pihak guna mencapai resolusi konflik yang win-win solution.

Menurut dosen tetap Fakultas Adab dan Humaniora di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, dalam melakukan resolusi, mediator haruslah melewati empat tahap mediasi. Pertama, tahap pendahuluan dengan menciptakan rasa aman bagi kedua belah pihak. Dan supaya keduanya dapat bertatap muka serta mulai berbicara secara terbuka.

Kedua, pemaparan kisah. Memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak untuk saling mengungkapkan keperihatinan dari sudut pandang masing-masing.

Ketiga, pemecahan masalah. Yakni dengan membangun kesadaran bahwa pertikaian adalah masalah bersama. Mengidentifikasi aneka persoalan, merumuskan, mengevaluasi, dan menegosiasikan aneka opsi ke arah penyelesaian.

Keempat, merumuskan bermacam butir kesepakatan yang adil dan lestari. Termasuk cara menangani aneka masalah yang timbul di kemudian hari.

Dalam penelitian ini, ia merekomendasikan beberapa hal yang berkaitan dengan pengembangan resolusi konflik antar umat beragama melalui pendekatan kewarganegaraan. Dengan mengubah cara pandang untuk melihat konflik antar umat beragama yang selama ini digunakan.

Hal pertama yang perlu dilakukan yakni melakukan penelitian mendalam dan komprehensif terhadap beberapa kasus konflik yang berbeda dan di tempat berbeda pula. “Kasus Yasmin lebih merupakan persoalan kebijakan publik,” tandasnya.

Maka, pendekatan pendidikan kewarganegaraan sebagai kajian dan proses demokrasi, penegakkan hak asasi manusia, juga masyarakat sipil, perlu dan penting untuk dipergunakan. “Baik untuk meneliti, menyikapi, maupun untuk bahan pertimbangan mneyusun resolusi konflik,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Inspektur Pembantu Itjen Depag RI ini.

Dengan semakin tergerusnya pendidikan kewarganegaraan dalam proses melihat kasus Yasmin, dirasa sangat penting untuk mengevaluasi secara kritis pelaksanaan dan praktik pendidikan kewarganegaraan di lembaga pendidikan formal.

Evaluasi kritis ini sangat urgen demi perbaikan system dan metodologi. Terlebih agar praktik pendidikan kewarganegaraan dapat berdampak luas terhadap pembangunan kesadaran masyarakat sejak dini.

“Pelaksanaan pendidikan kewarganegaraan perlu untuk diperluas. Tidak hanya di sekolah formal tetapi sampai pada masyarakat umum.  Hal ini penting agar kontinuitas pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk memupuk dan menjaga kedamaian di tengah pergumulan majemuk dapat terus berjalan,” tambahnya.

Pilihan konsep kewarganegaraan yang mengerucut kekuasaan secara sentralistik dan otoriter, menempatkan kedaulatan pada elite politik dan tidak pada warga atau rakyat, perlu ditinjau ulang.

Kewarganegaraan perlu dikembalikan pada konsep dan praktiknya yang mengatur relasi warga negara secara seimbang dan simbolis dimana kedaulatan berada pada warga atau rakyat. Jika hal tersebut terlaksana dengan baik, maka akan tercipta keseimbangan hubungan warga negara, keragaman, kebhinekaan, keberbagaian, dan kemajemukan yang dapat terus lestari.

“Dengan terciptanya kesejahteraan, keadilan, supremasi hukum, demokrasi, dan masyarakat sipil, konflik sosial dapat diinstitusionalisasi atau diregulasi menjadi kekuatan dinamika sebuah bangsa,” lanjut ayah dua orang anak ini. <Edithya Miranti>

Biografi Singkat

Nama                                    : Dr Achmad Zainuri

Tempat Tanggal Lahir         : Lampung, 21 Januari 1946

Istri                                        : Hj Nasiyatun

Anak                                      : 2 orang

Aktivitas                               : Dosen Tetap Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dosen di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Institut Ilmu Al-Qur’an

Pendidikan:

S1 IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 1977

S2 Universitas Indonesia, 2000

S3 Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, 2012

Tags: dr achmad zainuriKonflik Gereja Yasmin
Share27Tweet17Send
Previous Post

BTM Ingin Menjadi Pusat Keuangan Muhammadiyah

Next Post

13 Tewas Setelah Bangunan Proyek Cina Roboh di Kamboja

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result