pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 13 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Konflik Gereja Yasmin Memerlukan Mediator

Dr Achmad Zainuri

Edithya Miranti by Edithya Miranti
23 June 2019
in Risalah
0
Konflik Gereja Yasmin Memerlukan Mediator

Jakarta, Gontornews — Indonesia sebagai bangsa yang plural dan multicultural selalu dihimpit bermacam konflik. Salah satunya adalah sentimen identitas keagamaan. Sehingga meluruhkan ke-Indonesiaan yang mengisyaratkan adanya toleransi dan penghormatan terhadap pluralisme.

Indonesia merupakan sebuah bangsa besar yang tergolong unik karena kerap diwarnai dengan keberagaman suku, budaya, dan agama. Meskipun keberagaman merupakan salah satu elemen utama dari fondasi bangsa Indonesia, namun yang kerap terjadi mengarah pada eksklusivisme dalam beragama.

“Dalam perkembangan bangsa Indonesia dari masa ke masa, banyak terjadi eksklusivisme dalam beragama. Seperti kasus konflik antarumat Islam dengan jemaat Gereja Yasmin di Bogor,” jelas Dr Achmad Zainuri saat mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI) di Jln Dr Setiabudhi no 229, Bandung.

Dr Zainuri meraih gelar doktor pada tahun 2012 silam. Ia mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya di hadapan para penguji, di antaranya Prof Dr Endang Sumantri MEd, Prof Dr Sofyan Sauri MPd, dan Prof Dr Udin S Winataputra MA.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Konflik antarumat beragama di Gereja Yasmin tidak hanya disebabkan oleh faktor situasi intern keberagamaan, seperti pemahaman atau penafsiran yang eksklusif atau intoleran semata. Konflik tersebut juga dilatarbelakangi oleh berbagai faktor yang saling berkelindan dan tumpang tindih.

Dr Zainuri mengungkapkan bahwa konflik antarumat beragama seperti yang terlihat dalam kasus Yasmin juga dipengaruhi oleh banyak faktor di luar persoalan teologi dan ideologi keberagamaan. Seperti menguatnya kepentingan ekonomi dan politik warga yang berkonflik. Serta menguatnya kepentingan ekonomi dan politik tertentu yang dikembangkan sejumlah elite agama, ekonomi, dan politik.

Konflik lain juga muncul akibat dari kebijakan makro yang tidak didasari pada asas keadilan, kesejahteraan, dan supremasi hukum. Kenyataan tersebut memperkuat pandangan teoritik bahwa konflik antar umat beragama, seperti halnya konflik sosial lain, tidak bisa dilepaskan dari structural condusivenes.

Kehadiran berbagai paham, organisasi, dan gerakan Islam yang sering dikategorikan ‘keras’, seperti HTI, FPI, MMI, dan Salafi, merupakan kenyataan historis yang menambah pluralitas Islam dan kekayaan etnografis di Bogor. Dengan seluruh konsekuensi perubahannya pada aspek lain seperti kebudayaan setempat.

Akan tetapi, kecenderungan mereka untuk mendominasi kehidupan atas nama apa pun, telah menorehkan peran tersendiri dalam melahirkan dan memperuncing konflik antarumat beragama di Yasmin. Kecenderungan yang mendominasi tersebut mereka tampakkan secara terus terang dalam manufer politik. Bahkan memainkan politik itu sendiri bersama elite politik dan birokrasi setempat.

Lebih lanjut Zainuri menjelaskan pendekatan terhadap konflik Yasmin oleh para tokoh agama dan pejabat birokrasi masih tergolong sangat formal. Pendekatan dijembatani melalui kelembagaan dalam bentuk dialog yang hanya dihadiri oleh sejumlah elite. Tanpa melibatkan warga atau jemaat setempat yang berkonflik.

Resolusi dalam bentuk dialog dalam kasus Yasmin, sepertinya hanya mengulang resolusi yang pernah dipraktikkan dan dikembangkan oleh pemerintah pusat dan daerah selama ini. “Mereka dikritik karena selalu mengalami jalan buntu dan tidak melahirkan teologi keturunan yang menjamin perdamaian permanen,” gumam doktor paruh baya itu.

Kasus Yasmin yang dibawa dalam ranah hukum oleh Pemerintah Kota Bogor, ternyata justru semakin memperumit masalah. Pilihan untuk membela kaum Muslimin yang menolak pembangunan gereja dengan alasan menciptakan ketertiban dengan mencabut IMB (Izin Mendirikan Bangunan) yang ia keluarkan sebelumnya, justru berlawanan dengan keputusan pengadilan.

PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) sampai Mahkamah Agung malah secara tegas mengesahkan IMB bangunan gereja tersebut. Konflik pun akhirnya mengerucut pada kontradiksi hukum yang jauh lebih sulit diatasi.

Hal tersebut dikarenakan keterlibatan konflik lain diluar konflik itu sendiri. “Tak adanya mediator dalam proses resolusi konflik antar umat beragama (Islam dengan jemaat Yasmin) ini akan menjadi batu sandungan dalam penyelesaiannya,” tandas dosen kelahiran Lampung, 21 Januari 1946 ini.

Hal itu disebabkan teguhnya keinginan kedua belah pihak, baik umat Muslim maupun GKI (Gereja Kristen Indonesia) dalam kepentingannya masing-masing.

Ditambah lagi dengan keluarnya kebijakan Wali Kota yang mencabut IMB pembangunan gereja. Sehingga mempersulit jalannya mediasi. Oleh karena itu, diperlukan mediator yang mampu memediasi kedua belah pihak guna mencapai resolusi konflik yang win-win solution.

Menurut dosen tetap Fakultas Adab dan Humaniora di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, dalam melakukan resolusi, mediator haruslah melewati empat tahap mediasi. Pertama, tahap pendahuluan dengan menciptakan rasa aman bagi kedua belah pihak. Dan supaya keduanya dapat bertatap muka serta mulai berbicara secara terbuka.

Kedua, pemaparan kisah. Memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak untuk saling mengungkapkan keperihatinan dari sudut pandang masing-masing.

Ketiga, pemecahan masalah. Yakni dengan membangun kesadaran bahwa pertikaian adalah masalah bersama. Mengidentifikasi aneka persoalan, merumuskan, mengevaluasi, dan menegosiasikan aneka opsi ke arah penyelesaian.

Keempat, merumuskan bermacam butir kesepakatan yang adil dan lestari. Termasuk cara menangani aneka masalah yang timbul di kemudian hari.

Dalam penelitian ini, ia merekomendasikan beberapa hal yang berkaitan dengan pengembangan resolusi konflik antar umat beragama melalui pendekatan kewarganegaraan. Dengan mengubah cara pandang untuk melihat konflik antar umat beragama yang selama ini digunakan.

Hal pertama yang perlu dilakukan yakni melakukan penelitian mendalam dan komprehensif terhadap beberapa kasus konflik yang berbeda dan di tempat berbeda pula. “Kasus Yasmin lebih merupakan persoalan kebijakan publik,” tandasnya.

Maka, pendekatan pendidikan kewarganegaraan sebagai kajian dan proses demokrasi, penegakkan hak asasi manusia, juga masyarakat sipil, perlu dan penting untuk dipergunakan. “Baik untuk meneliti, menyikapi, maupun untuk bahan pertimbangan mneyusun resolusi konflik,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Inspektur Pembantu Itjen Depag RI ini.

Dengan semakin tergerusnya pendidikan kewarganegaraan dalam proses melihat kasus Yasmin, dirasa sangat penting untuk mengevaluasi secara kritis pelaksanaan dan praktik pendidikan kewarganegaraan di lembaga pendidikan formal.

Evaluasi kritis ini sangat urgen demi perbaikan system dan metodologi. Terlebih agar praktik pendidikan kewarganegaraan dapat berdampak luas terhadap pembangunan kesadaran masyarakat sejak dini.

“Pelaksanaan pendidikan kewarganegaraan perlu untuk diperluas. Tidak hanya di sekolah formal tetapi sampai pada masyarakat umum.  Hal ini penting agar kontinuitas pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk memupuk dan menjaga kedamaian di tengah pergumulan majemuk dapat terus berjalan,” tambahnya.

Pilihan konsep kewarganegaraan yang mengerucut kekuasaan secara sentralistik dan otoriter, menempatkan kedaulatan pada elite politik dan tidak pada warga atau rakyat, perlu ditinjau ulang.

Kewarganegaraan perlu dikembalikan pada konsep dan praktiknya yang mengatur relasi warga negara secara seimbang dan simbolis dimana kedaulatan berada pada warga atau rakyat. Jika hal tersebut terlaksana dengan baik, maka akan tercipta keseimbangan hubungan warga negara, keragaman, kebhinekaan, keberbagaian, dan kemajemukan yang dapat terus lestari.

“Dengan terciptanya kesejahteraan, keadilan, supremasi hukum, demokrasi, dan masyarakat sipil, konflik sosial dapat diinstitusionalisasi atau diregulasi menjadi kekuatan dinamika sebuah bangsa,” lanjut ayah dua orang anak ini. <Edithya Miranti>

Biografi Singkat

Nama                                    : Dr Achmad Zainuri

Tempat Tanggal Lahir         : Lampung, 21 Januari 1946

Istri                                        : Hj Nasiyatun

Anak                                      : 2 orang

Aktivitas                               : Dosen Tetap Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dosen di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Institut Ilmu Al-Qur’an

Pendidikan:

S1 IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 1977

S2 Universitas Indonesia, 2000

S3 Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, 2012

Tags: dr achmad zainuriKonflik Gereja Yasmin
Share28Tweet18Send
Previous Post

BTM Ingin Menjadi Pusat Keuangan Muhammadiyah

Next Post

13 Tewas Setelah Bangunan Proyek Cina Roboh di Kamboja

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

0
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

0

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

0
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

0
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

0
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

12 September 2026
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

12 September 2026

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

12 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

11 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result