pesanan-baju-kaos
35 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 20 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Memahami Makna Kalender Hijriyah

Oleh Mohamad Deny Irawan

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
26 August 2021
in Laput
1
Foto: Kisahmuslim.com

Kalender Hijriyah memberikan hikmah, baik secara bahasa maupun makna. Maka memahami maksud kalender Hijriyah dengan baik menjadi perlu agar masyarakat Muslim menuai hikmah dan keberkahan dari penetapan bulan Hijriyah.

Bagi para penikmat karya animasi Nusa & Rara, ada sebuah episode berjudul Bulan Hijriyah Penuh Berkah. Episode tersebut berkisah tentang urutan nama bulan dalam Islam, mulai dari Muharram hingga Dzulhijah berikut dengan beberapa keutamaan yang berkembang di masyarakat Muslim, terkhusus di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Islam memiliki nama-nama bulan tersendiri seperti halnya kalender Masehi. Nama-nama bulan dalam Islam, yaitu: Muharram, Shafar, Rabi’ul Awwal, Rabi’ul Tsani, Jumadil Awwal, Jumadil Tsani, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawwal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah.

Ada sebuah kitab klasik berbahasa Arab berjudul al-Ayyām wa al-Layālī wa asy-Syuhūr karya Abi Zakariya Yahya bin Ziyad al-Farā’i (wafat 207 H/822 M). Dalam kitab tersebut, al-Farā’i menjelaskan makna nama-nama bulan hijriyah. Bulan pertama dalam Islam disebut Muharram karena bangsa Arab melarang adanya peperangan pada bulan tersebut.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Bulan kedua dinamakan Shafar karena pada bulan tersebut bangsa Arab memerangi bangsa lain dengan tujuan mendapatkan makanan. Al-Farā’i menjelaskan, ada riwayat lain yang mengatakan bahwa disebut Shafar karena masyarakat Arab membawa makanan dari tempatnya.

Bulan ketiga dan keempat dinamakan Rabi’ul Awwal dan Rabiul Tsani. Dalam catatan al-Farā’i, bangsa Arab lampau menyebutnya sebagai Syahru ar-Rabi’u yang berjalan selama dua bulan tanpa dipisah Awal atau Akhir. Ketika itu bangsa Arab menjadikan bulan ini sebagai bulan bercocok tanam. Dalam kamus al-Ma’āny, kata Rabi’un berarti musim semi.

Untuk bulan kelima dan keenam disebut Jumāda karena sering hilangnya ketersediaan air pada periode tersebut. Al-Farā’i menjelaskan bahwa pada bulan tersebut hujan tidak turun sehingga tumbuhlah rerumputan yang menjadi pakan hewan ternak.

Bulan ketujuh disebut Rajab karena bulan itu menjadi bulan terbaik untuk mengagungkan Allah SWT. Bulan kedelapan, Sya’ban berarti berkumpul. Al-Farā’i mengatakan, Sya’ban bermakna bulan berkumpul dan berpisahnya para kabilah. Jika dikaitkan dengan Rajab dan Ramadhan, Sya’ban adalah bulan yang mempertemukan atau bulan pertengahan.

Sedangkan bulan kesembilan disebut Ramadhan karena bermakna teriknya panas matahari. Tetapi, ada pendapat yang mengatakan nama Ramadhan merupakan salah satu dari asma Allah SWT. Bulan kesepuluh disebut Syawwal karena bermakna berkurangnya hewan ternak saat hamil.

Sementara bulan kesebelas, dinamakan Dzulqa’dah karena bangsa Arab duduk (berhenti) dari perjalanannya setelah melakukan peperangan. Dan bulan kedua belas, dinamakan Dzulhijah karena pada bulan itu, umat Muslim sedunia menjalankan ibadah haji.

Mengapa Ahad?

Menurut Ketua Majelis Penasihat Persis, Prof Dr M Abdurrahman, penyebutan hari Minggu merupakan warisan penjajah Belanda. Dalam laman persis.or.id disebutkan, istilah Minggu berasal dari nama Pendeta Santo Da Minggoes asal Portugis. Pada zaman Belanda, ia sering memberikan khutbah di gereja setiap hari Ahad.

Karena siasat dan upaya keras pendeta Santo Da Minggoes dengan budaya ritual kekristenan yang dilakukan setiap hari Ahad, kalangan Kristiani di Indonesia berhasil mengubah istilah hari Ahad menjadi hari Minggu.

Menurut Abdurrahman, kata Ahad sangat bermakna dan strategis bagi umat Islam. Ia pun mendorong masyarakat untuk rajin menggunakan istilah sepekan untuk tujuh hari ketimbang seminggu. “Sebutan Minggu ini harus diganti dengan Ahad. Sementara istilah Minggu depan juga harus diganti dengan Ahad depan,” ungkap Abdurrahman.

Sementara itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan dua makna bagi arti kata Minggu: hari pertama dalam jangka waktu satu Minggu; Ahad: atau jangka waktu yang lamanya tujuh hari. Sedangkan Ahad berarti dua makna pula, yaitu hari pertama dalam jangka waktu satu minggu; satu atau esa.

Situs berita detik menemukan dalam buku Loan-Words in Indonesia and Malay bahwa asal-muasal kata Minggu dalam bahasa Indonesia atau Melayu adalah bahasa serapan dari kata Domingo asal Portugis. Sementara kata Domingo juga merupakan serapan dari bahasa latin Dominicus yang berarti hari Tuhan atau hari dari Tuhan.

Kata Dominicus inilah yang kemudian diserap ke dalam bahasa Portugis menjadi Domingo. Lalu diserap lagi oleh bahasa Melayu dan Indonesia menjadi Minggu. Hingga akhirnya, masyarakat Indonesia-Melayu mengenal hari pertama dalam tujuh hari sebagai hari Minggu.

Selain persoalan nama hari, rupanya Islam memberi dimensi teologis dalam nama dan jumlah bulan yang jelas. Perpindahan hari ke hari dimulai berdasarkan perputaran siang dan malam. Sementara bulan Masehi justru mengalami problematika karena di awal mereka meyakini satu tahun hanya 10 bulan. Sementara perpindahan hari ke hari dalam perhitungan kalender Masehi di mulai dari pukul 12 malam.

Peneliti Institute for Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS), Adnin Armas menjelaskan, perpindahan hari dalam Islam itu saat Maghrib tiba. Sebelum Nabi Isa AS lahir, bulan pertama Masehi ialah Maret dan bukan Januari. “Karena Maret awal bulan, maka September merupakan bulan ketujuh,” kata Adnin kepada Majalah Gontor.

Adnin berargumen, dalam bahasa latin, istilah Septem pada bulan September adalah tujuh, okto pada Oktober berarti delapan, novum pada November berarti sembilan, istilah decem pada Desember berarti sepuluh. “Namun tatkala penemuan astronomi menetapkan setahun 12 bulan, maka bulan Januari dan Februari ditambahkan,” ujarnya.

Saat ini kesadaran masyarakat terhadap bulan Islam hanya tertuju pada bulan Ramadhan dan Syawwal karena ada ibadah wajib puasa Ramadhan dan perayaan Idul Fitri. Kalaupun ada bulan yang masyarakat mulai tertarik itu bulan Dzulhijah, yang berkait dengan pelaksanaan ibadah haji dan ibadah penyembelihan hewan kurban.

Bayangkan, jika semua umat Muslim menyadari bahwa di setiap bulan memiliki keistimewaan dalam ibadah, maka ibadah bulanan seperti puasa Bidh, puasa Arafah, puasa Tarwiyah, puasa Asyura, puasa Shafar, Lailatul Qadar pasti dinanti-nantikan, dan sebagaimana kata Nusa & Rara, “kita ingat, kita hafalkan agar mendapatkan berkah.”[]

Tags: Hijriyah
Share82Tweet52Send
Previous Post

Perusahaa di DKI Ujicoba WFO 100%

Next Post

Thailand Berharap Pasokan Vaksin dari Negara Barat

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Comments 1

  1. Emi Minarni says:
    5 years ago

    Alhamdulillah, terima kasih atas ilmunya pak sangat bermanfaat sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result