10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 25 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Memahami Makna Kalender Hijriyah

Oleh Mohamad Deny Irawan

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
26 August 2021
in Laput
1
Foto: Kisahmuslim.com

Kalender Hijriyah memberikan hikmah, baik secara bahasa maupun makna. Maka memahami maksud kalender Hijriyah dengan baik menjadi perlu agar masyarakat Muslim menuai hikmah dan keberkahan dari penetapan bulan Hijriyah.

Bagi para penikmat karya animasi Nusa & Rara, ada sebuah episode berjudul Bulan Hijriyah Penuh Berkah. Episode tersebut berkisah tentang urutan nama bulan dalam Islam, mulai dari Muharram hingga Dzulhijah berikut dengan beberapa keutamaan yang berkembang di masyarakat Muslim, terkhusus di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Islam memiliki nama-nama bulan tersendiri seperti halnya kalender Masehi. Nama-nama bulan dalam Islam, yaitu: Muharram, Shafar, Rabi’ul Awwal, Rabi’ul Tsani, Jumadil Awwal, Jumadil Tsani, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawwal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah.

Ada sebuah kitab klasik berbahasa Arab berjudul al-Ayyām wa al-LayālΔ« wa asy-SyuhΕ«r karya Abi Zakariya Yahya bin Ziyad al-Farā’i (wafat 207 H/822 M). Dalam kitab tersebut, al-Farā’i menjelaskan makna nama-nama bulan hijriyah. Bulan pertama dalam Islam disebut Muharram karena bangsa Arab melarang adanya peperangan pada bulan tersebut.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Bulan kedua dinamakan Shafar karena pada bulan tersebut bangsa Arab memerangi bangsa lain dengan tujuan mendapatkan makanan. Al-Farā’i menjelaskan, ada riwayat lain yang mengatakan bahwa disebut Shafar karena masyarakat Arab membawa makanan dari tempatnya.

Bulan ketiga dan keempat dinamakan Rabi’ul Awwal dan Rabiul Tsani. Dalam catatan al-Farā’i, bangsa Arab lampau menyebutnya sebagai Syahru ar-Rabi’u yang berjalan selama dua bulan tanpa dipisah Awal atau Akhir. Ketika itu bangsa Arab menjadikan bulan ini sebagai bulan bercocok tanam. Dalam kamus al-Ma’āny, kata Rabi’un berarti musim semi.

Untuk bulan kelima dan keenam disebut Jumāda karena sering hilangnya ketersediaan air pada periode tersebut. Al-Farā’i menjelaskan bahwa pada bulan tersebut hujan tidak turun sehingga tumbuhlah rerumputan yang menjadi pakan hewan ternak.

Bulan ketujuh disebut Rajab karena bulan itu menjadi bulan terbaik untuk mengagungkan Allah SWT. Bulan kedelapan, Sya’ban berarti berkumpul. Al-Farā’i mengatakan, Sya’ban bermakna bulan berkumpul dan berpisahnya para kabilah. Jika dikaitkan dengan Rajab dan Ramadhan, Sya’ban adalah bulan yang mempertemukan atau bulan pertengahan.

Sedangkan bulan kesembilan disebut Ramadhan karena bermakna teriknya panas matahari. Tetapi, ada pendapat yang mengatakan nama Ramadhan merupakan salah satu dari asma Allah SWT. Bulan kesepuluh disebut Syawwal karena bermakna berkurangnya hewan ternak saat hamil.

Sementara bulan kesebelas, dinamakan Dzulqa’dah karena bangsa Arab duduk (berhenti) dari perjalanannya setelah melakukan peperangan. Dan bulan kedua belas, dinamakan Dzulhijah karena pada bulan itu, umat Muslim sedunia menjalankan ibadah haji.

Mengapa Ahad?

Menurut Ketua Majelis Penasihat Persis, Prof Dr M Abdurrahman, penyebutan hari Minggu merupakan warisan penjajah Belanda. Dalam laman persis.or.id disebutkan, istilah Minggu berasal dari nama Pendeta Santo Da Minggoes asal Portugis. Pada zaman Belanda, ia sering memberikan khutbah di gereja setiap hari Ahad.

Karena siasat dan upaya keras pendeta Santo Da Minggoes dengan budaya ritual kekristenan yang dilakukan setiap hari Ahad, kalangan Kristiani di Indonesia berhasil mengubah istilah hari Ahad menjadi hari Minggu.

Menurut Abdurrahman, kata Ahad sangat bermakna dan strategis bagi umat Islam. Ia pun mendorong masyarakat untuk rajin menggunakan istilah sepekan untuk tujuh hari ketimbang seminggu. β€œSebutan Minggu ini harus diganti dengan Ahad. Sementara istilah Minggu depan juga harus diganti dengan Ahad depan,” ungkap Abdurrahman.

Sementara itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan dua makna bagi arti kata Minggu: hari pertama dalam jangka waktu satu Minggu; Ahad: atau jangka waktu yang lamanya tujuh hari. Sedangkan Ahad berarti dua makna pula, yaitu hari pertama dalam jangka waktu satu minggu; satu atau esa.

Situs berita detik menemukan dalam buku Loan-Words in Indonesia and Malay bahwa asal-muasal kata Minggu dalam bahasa Indonesia atau Melayu adalah bahasa serapan dari kata Domingo asal Portugis. Sementara kata Domingo juga merupakan serapan dari bahasa latin Dominicus yang berarti hari Tuhan atau hari dari Tuhan.

Kata Dominicus inilah yang kemudian diserap ke dalam bahasa Portugis menjadi Domingo. Lalu diserap lagi oleh bahasa Melayu dan Indonesia menjadi Minggu. Hingga akhirnya, masyarakat Indonesia-Melayu mengenal hari pertama dalam tujuh hari sebagai hari Minggu.

Selain persoalan nama hari, rupanya Islam memberi dimensi teologis dalam nama dan jumlah bulan yang jelas. Perpindahan hari ke hari dimulai berdasarkan perputaran siang dan malam. Sementara bulan Masehi justru mengalami problematika karena di awal mereka meyakini satu tahun hanya 10 bulan. Sementara perpindahan hari ke hari dalam perhitungan kalender Masehi di mulai dari pukul 12 malam.

Peneliti Institute for Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS), Adnin Armas menjelaskan, perpindahan hari dalam Islam itu saat Maghrib tiba. Sebelum Nabi Isa AS lahir, bulan pertama Masehi ialah Maret dan bukan Januari. β€œKarena Maret awal bulan, maka September merupakan bulan ketujuh,” kata Adnin kepada Majalah Gontor.

Adnin berargumen, dalam bahasa latin, istilah Septem pada bulan September adalah tujuh, okto pada Oktober berarti delapan, novum pada November berarti sembilan, istilah decem pada Desember berarti sepuluh. β€œNamun tatkala penemuan astronomi menetapkan setahun 12 bulan, maka bulan Januari dan Februari ditambahkan,” ujarnya.

Saat ini kesadaran masyarakat terhadap bulan Islam hanya tertuju pada bulan Ramadhan dan Syawwal karena ada ibadah wajib puasa Ramadhan dan perayaan Idul Fitri. Kalaupun ada bulan yang masyarakat mulai tertarik itu bulan Dzulhijah, yang berkait dengan pelaksanaan ibadah haji dan ibadah penyembelihan hewan kurban.

Bayangkan, jika semua umat Muslim menyadari bahwa di setiap bulan memiliki keistimewaan dalam ibadah, maka ibadah bulanan seperti puasa Bidh, puasa Arafah, puasa Tarwiyah, puasa Asyura, puasa Shafar, Lailatul Qadar pasti dinanti-nantikan, dan sebagaimana kata Nusa & Rara, β€œkita ingat, kita hafalkan agar mendapatkan berkah.”[]

Tags: Hijriyah
Share79Tweet49Send
Previous Post

Perusahaa di DKI Ujicoba WFO 100%

Next Post

Thailand Berharap Pasokan Vaksin dari Negara Barat

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Comments 1

  1. Emi Minarni says:
    5 years ago

    Alhamdulillah, terima kasih atas ilmunya pak sangat bermanfaat sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
SIT Insantama Leuwiliang Bekali Guru Cegah dan Tangani Dini Isu Penyimpangan Seksual

SIT Insantama Leuwiliang Bekali Guru Cegah dan Tangani Dini Isu Penyimpangan Seksual

19 July 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Ketua Yayasan Amanah Insantama: Guru Harus Terus Tingkatkan Kapasitas dan Mengajar dengan Spirit Ihsan

Ketua Yayasan Amanah Insantama: Guru Harus Terus Tingkatkan Kapasitas dan Mengajar dengan Spirit Ihsan

19 July 2026
Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

19 July 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

0
Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

0
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

0
BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

0
Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

0
BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

25 July 2026
Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

25 July 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

25 July 2026
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

25 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.βœ… Mengapa harus ikut?πŸ“ˆ Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
πŸ“– Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🀝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.πŸ‘‰ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magonπŸ“ž Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.πŸ“– Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.πŸ›’ Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.πŸ“š Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.πŸ“² Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.πŸ“– Edisi Juli βœ…
πŸ“– Edisi Agustus βœ…
πŸ“– Edisi September πŸ”œπŸ”₯ Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.πŸ“² Pesan sekarang:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.πŸ“š Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.πŸ“² Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!πŸ’° Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🀍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🀲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.πŸ’¬ Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!πŸ’° Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result