Oleh Dedi Junaedi
Menu,
Untuk mempublikasikan cara makan sehari-hari yang lebih baik, para periset di Harvard TH Chan School berkolaborasi dengan pihak Departemen Pertanian AS menuruskan konsep menu makan sehat atau Healthy Eating Plate. Mereka menyarankan untuk makan lebih banyak buah dan sayuran, biji-bijian, ikan, unggas tanpa lemak, dan minyak zaitun. Pada saat yang sama diminta untuk membatasi konsumsi pasta, bubur, butiran halus, lemak trans, daging merah, minuman bergula, dan makanan olahan. Selain itu, tetap aktif berolahraga.
Studi Harvard 2012 menemukan, makan daging merah menyebabkan peningkatan penyakit kardiovaskular dan kematian akibat kanker. Sementara menggantinya dengan protein yang lebih sehat menurunkan angka kematian. Sebaliknya, asupan kalsium susu tidak terbukti dapat mencegah patah tulang sebanyak aktivitas fisik. Yogurt, yang berefek positif pada sistem usus, terbukti lebih bermanfaat.
Penelitian terbaru menemukan, diet sehat juga bisa meningkatkan fungsi otak dan memperlambat penuaan seluler. Periset meneliti peran kopi dan buah dalam meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif. Pada saat bersamaan, periset terus berputar mengkaji diet Mediterania sebagai model makan sehat.
Menurut studi di Spanyol (2015), manula yang mengonsumsi makanan Mediterania, dilengkapi dengan minyak zaitun dan kacang-kacangan, menunjukkan adanya peningkatan fungsi kognitif dibandingkan dengan kelompok kontrol. Diet Mediterania cenderung kaya akan antioksidan dan polifenol, bahan kimia yang membantu mencegah bahaya radikal bebas dalam tubuh. Maka, diet Mediterania dikatakan dapat mencegah beberapa penyakit degeneratif akibat penuaan vaskular dan peradangan kronis.
Hu menambahkan, bahan nabati memperbaiki kesehatan vascular hati dan otak sehingga memperlambat penuaan otak, penuaan seluler, dan mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan demensia.
Penelitian serupa 2014 menemukan korelasi antara diet Mediterania dan panjang telomer, sebuah biomarker penuaan. Telomer –bagian ekor khromosom– menjadi penanda kunci umur panjang. Perpanjangannya memperlambat efek penuaan, dan pemendekannya terkait dengan peningkatan risiko kanker dan penurunan harapan berumur panjang.
Dedi Junaedi






















