Illinois, Gontornews — Umumnya kenaikan berat badan terjadi ketika asupan energi seseorang tidak berbanding lurus dengan energi yang dikeluarkan. Namun, hipotesa tersebut tidak berlaku bagi anak-anak karena, faktanya, energi tubuh yang dikeluarkan oleh anak-anak dipergunakan oleh otak.
Penelitian yang dilakukan aoleh Clancy Blair dari New York University School of Medicine dan Christopher Kuzawa dari Northwestern University mengungkapkan bahwa kebutuhan energi dalam mengembangkan otak sangat dominan bagi anak-anak ketimbang energi fisik seperti halnya orang dewasa.
“Kita semua tahu bahwa berapa banyak energi yang dibakar tubuh sangat berpengaruh terhadap kenaikan berat badan,” kata Kuzawa sebagaimana dilansir Science Daily.
“Ketika anak-anak berusia 5 tahun, otak mereka mengambil hampir setengah dari total asupan energi yang tubuh mereka terima. Namun, kita tidak mengetahui berapa banyak pengeluaran energi yang dikeluarkan anak-anak karena sifatnya yang variatif,” tambah Kuzawa.
Kuzawa menambahkan bahwa peningkatan energi yang digunakan oleh otak bisa bermanfaat bagi program pengembangan anak usia dini serta sejumlah manfaat-manfaat lain. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan bahwa otak menghabiskan sekitar dua pertiga kemampuannya ketika tubuh istirahat. Sedangkan setengah total asupan energi digunakan otak ketika anak-anak berusia 5 tahun.
“Temuan ini mengonfirmasi temuan lama dalam antropologi bahwa evolusi anak-anak manusia terjadi lebih lambat dari pertumbuhan usia serupa mamalia ataupun primata lainnya karena otak mereka membutuhkan banyak energi untuk berkembang,” pungkas Kuzawa. [Mohamad Deny Irawan]



















