Teheran, Gontornews — Pemerintah Iran, Ahad (11/12/2022), memerintahkan penutupan aktivitas di sekolah dasar dan menengah selama dua hari seiring memburuknya kualitas udara di ibu kota Teheran. Meski demikian, pembelajaran tetap dilaksanakan secara virtual.
Berbeda dengan jadwal sekolah kebanyakan di dunia, Iran menyelenggarakan sekolah mulai hari Sabtu hingga Rabu dalam satu pekan. Sementara pada hari Kamis dan Jumat, Iran menganggapnya sebagai akhir pekan.
Selain Teheran, pejabat provinsi Alborz juga memberlakukan tindakan serupa bagi sekolah dasar dan menengah karena penurunan suhu.
Dalam sebuah pernyataan, Komite Darurat Polusi Udara Teheran mengatakan sebuah pertemuan darurat dilaksanakan untuk menyikapi semakin memburuknya kualitas udara. Komite juga melarang kegiatan olahraga di luar ruangan selama dua hari sembari menghimbau warga untuk menggunakan masker N95 untuk melindungi diri dari polusi udara beracun.
Dalam beberapa tahun terakhir, Teheran muncul sebagai salah satu kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Akibatnya, otoritas terkait memberlakukan penutupan kegiatan di sektor pendidikan dan bisnis. Anadolu melansir, bahwa tahun ini saja, kualitas udara di ibu kota dan kota-kota besar lain mencatatkan penurunan yang mengkhawatirkan saat memasuki musim panas. Otoritas pun melansir bahwa situasi tersebut berpotensi semakin memburuk seiring Iran yang sedang memasuki musim dingin.
Data Kementerian Kesehatan Iran bulan lalu melaporkan jumlah kematian yang disebabkan paparan partikel PM2.5 melonjak lebih dari 87 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penelitian ini melibatkan 35 juta populasi yang tersebar di sejumlah daerah seperti Teheran, Ahvaz, Mashhad, Tabriz, Shiraz, Isfahan dan Hamedan.
Permasalahan menurunnya kualitas udara di Iran belum termasuk ancaman badai pasir yang sebagian besar berasal dari Irak dan Suriah. [Mohamad Deny Irawan]























