Doha, Gontornews — Qatar memainkan peran penting dalam memfasilitasi perundingan damai antara pejabat Afghanistan dan Taliban dengan membuka kantor untuk kelompok tersebut di Doha. Demikian kata seorang pejabat senior Taliban, sebagaimana dikutip Aljazeera.
Komentar pejabat Taliban pada hari Selasa itu menyusul serangkaian email yang bocor dari diplomat Uni Emirat Arab (UEA) yang menunjukkan bahwa Menteri Luar Negeri Emirat kecewa karena pejabat AS telah memilih Doha ketimbang Abu Dhabi untuk menjadi tuan rumah kantor tersebut.
Pembukaan kedutaan tidak resmi pada Juni 2013 itu memungkinkan dilakukannya pembicaraan, kata pejabat Taliban, yang berbasis di ibukota Qatar.
“Kami mendapat kesempatan untuk berdiskusi dengan diplomat, wartawan, dan analis Afghanistan secara langsung mengenai bagaimana perdamaian dapat dicapai di Afghanistan,” katanya sebagaimana dirilis Aljazeera.
Pada tahun 2016, Pugwash Conferences on Science and World Affairs, sebuah kelompok krisis internasional, mengadakan sebuah pertemuan di Doha yang dihadiri diplomat, analis, dan wartawan Afghanistan. Mereka berunding dengan Taliban untuk membahas bagaimana mencapai perdamaian.
“Kami telah melakukan banyak konferensi perdamaian di Doha dan membahas banyak masalah dengan bantuan pejabat Qatar yang memainkan peran sebagai mediator, dan tidak ada yang lain.”
Konferensi tersebut bukanlah bagian dari proses resmi antara pejabat dari Afghanistan, Pakistan, Cina dan AS yang bertujuan untuk membuat peta jalan menuju perdamaian.
Namun pejabat Taliban mengatakan bahwa pertemuan semacam itu penting.
Dia juga mencatat sebuah pertemuan terpisah diadakan antara wartawan Taliban dan Afghanistan di mana kedua belah pihak dapat mendiskusikan gagasan mereka untuk perdamaian.
Pejabat tersebut kemudian mengatakan bahwa tuntutan pada Doha oleh sebuah blok yang dipimpin oleh Saudi yang saat ini memboikot semenanjung itu “tidak adil”, dan bahwa kuartet tersebut seharusnya tidak “menuduh Qatar mendukung terorisme”. [Rusdiono Mukri]






















