Gowa, Gontornews — Setelah shalat Shubuh, jamaah harus tengok kanan kiri. Apakah di sana ada anak, cucu, atau menantu kita? Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Jamaluddin Ahmad ketika mengisi kultum Shubuh di Masjid Besar Limbung, Baeng, Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/11).
Jamaluddin mengatakan kalau mau kumpul di surga, ya harus shalat jamaah. Jangan sampai kita hanya ber-Islam tetapi tidak beriman, yang mampu mengamalkan semua ajaran Islam dengan sebaik-baiknya. Menurutnya ada banyak perasaan takut yang menghantui orang tua, sehingga anak-anak tidak ada yang ikut shalat Shubuh berjamaah.
“Sekarang orangtua takut membangunkan anak yang masih SD untuk shalat Shubuh berjamaah karena kasihan masih kecil. Takut membangunkan anak yang SMP karena sekolahnya jauh takut mengantuk dan capek. Takut bangunkan anak yang SMA karena mau ujian. Takut bangunkan anak yang sudah kuliah karena tugasnya banyak, menumpuk. Takut bangunkan anak yang sudah menikah karena kasihan urus anak, akhirnya sudah urusan ibadah ini tunggu sadar saja,” ungkapnya.
Jamaluddin mengatakan, menegakkan shalat itu susah, meskipun gerakannya mudah. “Sekarang banyak orang mampu pergi ke luar negeri tapi sulit untuk berangkat ke masjid, padahal jaraknya dekat,” ujarnya.
Jamaluddin menambahkan zaman sekarang mendidik anak banyak godaannya. Butuh dukungan jamaah, butuh inspirasi. Kalau mau anak shalih, orang tua harus shalih dulu. Beri contoh suri teladan yang baik, dan sertakan ajakan secara langsung untuk ber-Islam secara benar.
“Untuk itu, tiga cita-cita puncak yang harus dicapai dan diraih yaitu untuk mendapatkan ridha Allah SWT, memperbanyak perbuatan baik yang dinilai shalih, kalau salah dosanya diampuni, dan menggapai janji kemenangan dari kesabaran yaitu surga,” tutupnya. []

























