Riyadh, Gontornews — Pemerintah Arab Saudi, Senin (19/7), mengizinkan warganya yang telah mendapatkan vaksin Covid-19 lengkap untuk bepergian ke luar negeri. Sumber dari Kementerian Dalam Negeri menyebut putusan ini akan mulai berlaku 9 Agustus mendatang.
Menteri Kesehatan Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, mengatakan setiap warga dunia perlu menerima dua dosis vaksin Covid-19. Tawfiq berdalih mutasi virus korona, dengan varian Delta yang mendominiasi kasus Covid-19 global, masih menjadi ancaman serius bagi dunia internasional.
Tawfiq menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan kampanye vaksinasi bagi setiap warganya. Sejauh ini, sekitar 400.000 dosis vaksin yang diberikan oleh kerajaan selama satu pekan terakhir.
Ia juga memastikan bahwa tidak ada kasus Covid-19 yang menginfeksi jamaah haji pada hari Senin selama mereka wukuf di padang Arafah.
“Kondisi kesehatan para jamaah meyakinkan dan tidak ada penyakit epidemi yang terdeteksi di antara mereka,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan, Mohammed Al-Abd Al-Aly, kepada Arab News.
Kementerian juga melaporkan bahwa ada 485 jamaah yang mengunjungi klinik yang telah dipersiapkan demi memberikan pelayanan kesehatan yang memadai bagi jamaah haji. Delapan belas jamaah telah dibawa ke rumah sakit sementara tujuh kasus membutuhkan perawatan intensif. Pemerintah mengonfirmasi jika mayoritas kasus terkait dengan kelelahan akibat kepanasan sementara lima lainnya terkait dengan kateterisasi jantung.
Untuk pelaksanaan haji kali ini, kerajaan Arab Saudi hanya mengizinkan 60.000 orang yang telah tinggal di Arab Saudi. [Mohamad Deny Irawan]
























