Tokyo, Gontornews — Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, berencana untuk membatasi subsidi perjalanan seiring dengan peningkatan kasus korona saat musim dingin di beberapa kota. Meski demikian, Suga tidak akan membatalkan kampanye perjalanan pariwisata secara keseluruhan melainkan beberapa kota yang mengalami peningkatan infeksi tinggi.
Meski kasus infeksi dan penularan Covid-19 tidak setinggi Amerika Serikat dan Eropa, Jepang mencatatkan peningkatan kasus Covid-19 yang masif saat musim dingin tiba. Khususnya Pulau Hokkaido dan Kota Osaka.
Secara total, kasus Covid-19 yang terkonfirmasi pada Sabtu (12/12) mencapai lebih dari 3.000 kasus. Tokyo masih menjadi kota dengan konfirmasi kasus Covid-19 tertinggi di Jepang yaitu dengan penambahan 621 kasus baru.
Beberapa ahli kesehatan mengatakan bahwa sekalipun kampanye perjalanan bertujuan untuk meningkatkan ekonomi negara, faktanya, program tersebut justru mendorong penyebaran virus ke tingkat yang mengkhawatirkan.
Namun, Suga tidak bergeming. Ia tidak berencana untuk membatalkan kampanye perjalanan secara keseluruhan. Sebaliknya, sambung Suga, Pemerintah memilih untuk menghentikan sementara kampanye perjalanan di dua wilayah paling terdampak Covid-19.
“Jika ekonomi hancur, maka itu bisa menjadi masalah serius,” kata Suga, yang dilansir Reuters.
Pada Senin (14/12), Suga mengadakan pertemuan dengan sejumlah pemimpin daerah untuk membahas kemungkinan penghentian sementara kampanye perjalanan ke Tokyo dan Nagoya.
Pun dengan Gubernur Osaka, Hirofumi Yoshimura, yang meminta pemerintah untuk memperpanjang penangguhan program pariwisata di Osaka karena penyebaran kasus belum mereda. [Mohamad Deny Irawan]























