pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 27 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Evaluasi Program Dakwah: Belajar dari Kesalahan untuk Membangun Keberkahan

Oleh Muhammad Irfanudin Kuniawan, Dosen Universitas Darunnajah

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
2 years ago
in Kolom
0
Evaluasi Program Dakwah: Belajar dari Kesalahan untuk Membangun Keberkahan

Apa tujuan utama dakwah? Apakah untuk menyampaikan kebenaran dengan hikmah, atau sekadar melontarkan kritik yang menyakitkan hati? Pertanyaan ini semakin relevan setelah insiden ceramah Gus Miftah yang menuai kontroversi karena melibatkan kata-kata yang dianggap merendahkan seorang pedagang es teh. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa dakwah tidak hanya soal menyampaikan pesan, tetapi juga tentang cara kita menjaga martabat dan menghormati orang lain.

Sebagai kepala keluarga yang memiliki tanggung jawab, kita bisa membayangkan seorang pedagang es teh yang berjuang setiap hari di bawah terik matahari. Bagi mereka, pekerjaan ini adalah jalan untuk menyambung hidup, mungkin juga untuk membiayai pendidikan anak-anaknya.

Ketika seseorang yang dihormati, seperti tokoh agama, melontarkan kritik kasar terhadap profesi ini, apa yang terjadi? Rasa malu, hina, bahkan kehilangan semangat hidup mungkin menjadi dampak yang dirasakan.

Peristiwa ini ibarat gelas es teh yang tumpah di tengah panasnya terik. Bukan hanya rasa manis yang hilang, tetapi juga kesegaran dakwah yang seharusnya membawa kesejukan. Kejadian ini menjadi cermin bahwa dalam dakwah, cara berbicara sama pentingnya dengan isi pesan yang disampaikan.

BACA JUGA

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Strategi Guru Menumbuhkan Kualitas Iman Siswa

Menjadi Alumni Gontor Menjadi Santri Sepanjang Hayat

Internalisasi Nilai Asmaul Husna dalam Menumbuhkan Sikap Empati dan Kepedulian Sosial Siswa

Strategi Menanamkan Akidah Islam Melalui Pembiasaan Ibadah pada Anak Tingkat SD/MI

Insiden ini mengangkat isu fundamental tentang evaluasi kegiatan dakwah, khususnya dalam konteks masyarakat modern. Dakwah tidak lagi sekadar berfokus pada apa yang benar, tetapi bagaimana menyampaikan kebenaran dengan cara yang benar.

Sebuah hadis menyebutkan: “Sampaikanlah kebenaran walaupun itu pahit.” Namun, pahitnya kebenaran tidak harus diiringi dengan bahasa yang melukai. Kritik boleh, tetapi penghinaan? Itu melanggar adab yang diajarkan dalam Islam.



Dalam era media sosial, di mana setiap ucapan langsung tersebar luas, seorang da’i memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga tutur kata. Apa yang terjadi dalam satu ceramah bisa menjadi viral, menciptakan dampak yang lebih besar daripada yang dibayangkan. Insiden ini menjadi contoh nyata bahwa dakwah yang tidak berhikmah bisa merugikan lebih banyak pihak daripada yang ingin dibangun.

Data menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menghormati tokoh agama sebagai panutan moral. Namun, ketika panutan tersebut melukai hati umat, kepercayaan itu mulai terkikis. Sebuah survei oleh Pew Research Center mengungkapkan bahwa 63% masyarakat Indonesia mengharapkan tokoh agama menjadi teladan dalam berbicara dan bertindak. Insiden seperti ini menunjukkan perlunya refleksi mendalam dari setiap da’i tentang bagaimana mereka menjalankan tugas mulianya.

Gus Miftah sendiri, dengan kapasitas dan pengaruhnya, memiliki peluang besar untuk menjadi contoh transformasi dalam dakwah. Mengakui kesalahan dan belajar darinya adalah langkah pertama untuk memperbaiki diri. Sebagai tokoh publik, ia dapat menginspirasi dengan menunjukkan bahwa setiap kesalahan adalah peluang untuk belajar dan memperbaiki cara berdakwah.

Dalam salah satu kutipan inspiratifnya, Buya Hamka berkata: “Seorang da’i sejati adalah dia yang menanam hikmah di hati umatnya, bukan kemarahan.” Dakwah adalah tentang menciptakan keberkahan, bukan perpecahan. Jika setiap da’i memahami filosofi ini, maka program dakwah akan menjadi lebih efektif dan bermakna.

Pesantren, sebagai lembaga yang mencetak da’i, juga perlu melakukan evaluasi terhadap kurikulumnya. Pelajaran adab dan komunikasi publik harus menjadi bagian integral dari pendidikan. Dakwah tidak hanya soal isi, tetapi juga seni menyampaikan pesan dengan cara yang memuliakan pendengar.

Kita semua, baik sebagai individu maupun institusi, perlu belajar dari peristiwa ini. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk tidak hanya menilai kesalahan, tetapi juga mendorong perbaikan.

Evaluasi program dakwah bukan hanya tugas para da’i, tetapi juga tanggung jawab kolektif kita untuk memastikan bahwa dakwah tetap menjadi cahaya, bukan bayangan yang membayangi umat.

Akhirnya, mari kita bertanya pada diri sendiri: apakah dakwah kita sudah mencerminkan kasih sayang, penghormatan, dan kebijaksanaan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW?

Jika belum, inilah saatnya untuk berubah. Mari jadikan setiap kata yang kita ucapkan sebagai bentuk cinta, setiap kritik sebagai nasihat, dan setiap dakwah sebagai keberkahan. Sebab, seperti gelas es teh yang manis, dakwah yang hikmah adalah yang menyegarkan jiwa, bukan yang menumpahkannya. []

Tags: DakwahKurikulumPesantren
Share28Tweet18Send
Previous Post

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Next Post

FEBI IUQI Bogor Gelar Diklat Ekonomi dan Bisnis Islam

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

22 October 2026
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

21 October 2026
HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

23 October 2026
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

0
Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

0
IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

0
IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

0
Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

0
Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

26 October 2026
Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

26 October 2026
Rupiah Goes to School Program Inspiratif GenBI UNIDA Gontor

Rupiah Goes to School Program Inspiratif GenBI UNIDA Gontor

26 October 2026
Otoritas Perwalian Perempuan dalam Al-Qur’an

Otoritas Perwalian Perempuan dalam Al-Qur’an

26 October 2026
Santri dan Pesantren Punya Peran Strategis di Masyarakat

Santri dan Pesantren Punya Peran Strategis di Masyarakat

26 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result